Connect with us

Surabaya

Manfaatkan Digital di Kegiatan Wisata, Kemenpar Bentuk GenPI

Diterbitkan

||

Memontum SurabayaMasih dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari, kali ini Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya menggandeng Kementrian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI). Kehadirannya ke Unitomo untuk menyampaikan, bahwa Kemenpar kini tengah memprioritaskan Digital and Milenial Touriam untuk mengembangkan potensi pariwisata di seluruh Indonesia.

Upaya yang tengah dikembangkan ini salah satu dengan membentuk Generasi Pesona Indonesia atau yang dikenal dengan (GenPI).

“Nah, GenPI ini dibentuk di kalangan pelajar, baik siswa, mahasiswa dan maupun juga komunitas-komunitas yang menunjang promosi pariwisata ini,” kata Kepala Biro, Sekretaris Deputi, Inspektur Asisten Deputi Kemenpar RI Guntur Sakti saat diwawancarai usai Kuliah Umum Promosi Digital Pariwisata Indonesia Melalui GenPI di Unitomo, Kamis (7/2/2019).

Program tersebut digagas karena, melihat Ibu Pertiwi yang kini sudah memasuki era Industri 4.0 yang mengedepankan penggunaan digital. Terlebih wisatawan yang kini semakin meningkat, juga banyak memanfaatkan digital dalam kegiatan wisata. Seperti searching maupun sharing objek wisata.

“Dengan mengajak generasi milenial ini, kami berharap mereka mampu mempermudah dalam menjangkau wisatawan. Baik lokal maupun mancanegara sekalipu. Karena selama ini generasi mudah lebih cerdas dan kreatif dalam dunia digital,” ujarnya.

Untuk tugas GenPI sendiri Guntur menjelaskan, bahwa mereka harus mampu memviralkan objek wisata yang ada di Indonesia, dengan cara mengunggahnya di media sosial masing-masing. Seperti mempromosikan 10 wisata yang sedang dikembangkan pemerintah menjandi “New Bali” yang meliputi Borobudor, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo, Kepulauan Seribu, Danau Kastoba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, Tanjung Kelayang, dan objek wisata lainnya.

“Nah, adanya gagasan New Bali ini untuk melakukan pemerataan pendapatan melalui pariwisata yang ada di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Menurut Guntur, di tahun 2019 ini Indonesia akan mendapatkan banyak pemasukan anggaran melalui bidang pariwisata. Terlebih lagi baru-baru ini Indonesia mendapat peringkat ke enam sebagai negara, dengan wisata yang terindah.

Sementara itu, Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto menginginkan agar seluruh generasi milenial turut serta mempromosikan objek wisata Indonesia. Khususnya di wilayah Jawa Timur.

“Misalnya mempromosikan Bromo, Blue Fire Banyuwangi, dan masih banyak lagi,” katanya.

Selain objek wisata, Sinarto mengatakan, jika masyarakat Jatim harus mengetahui dan mempromosikan kekayaan budaya yang cukup beragam. Sebab, berdasarkan data Disbudpar, potensi wisata di Jatim meliputi 60 persen budaya, 30 persen wisata alami, dan 10 persen wisata buatan.

“Jadi dengan data tersebut, kita sebagai warga Jatim juga harus melestarikan kebudayaan sebagai daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara,” jelasnya. (est/ano/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *