Connect with us

Kota Batu

Festival Durian Pasar Parkiran Diperpanjang Sampai Selasa

Diterbitkan

||

Memontum Batu—Tidak usah bingung mencari durian murah berkualitas, pedagang durian di Pasar Parkiran obral murah duriannya di hari terakhir hingga Selasa besok (12/2/2019). Beberapa jenis berkualitas masih tersedia seperti Durian Ngantang, Montong dan durian dari seluruh penjuru tanah air.

Masyarakat bisa membuktikannya dengan datang langsung ke lokasi di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Dengan merogoh kocek hanya Rp 100 ribu pengungjung sudah bisa membawa 4-5 biji durian berkualitas.

“Kami tambah waktunya hingga dua hari di Festival Durian, seharusnya berakhir Minggu (10/2/2019), karena ramainya pengunjung kami menambah 2 hari sampai Selasa besok sebagai ajang diskon dan obral,” jelas Ketua Panitia Heri Maskur, Senin (11/2/2019).

Harapannya, dengan memperpanjang waktu pedagang semakin mendapatkan keuntungan berlipat. Rata-rata pedagang membawa pick up berisi sekitar 500-700 durian, sudah berhasil menjual 2000-2500 durian selama festival.

” Kalau habis pedagang ambil stok lagi sampai 3 bahkan 5 kali. Bisa dikalikan berapa buah yang terjual. Alhamdulillah lancar, pedagang senang, pengunjung dan penggemar terwadahi,” tambah Heri.

Ditempat yang sama, salah satu pedagang bernama Kasan asal Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan mengaku memiliki omzet Rp 3 juta setiap hari. Dia bersama saudaranya berangkat berdua sejak festival dimulai, bahkan menjadi peserta rutin setiap ada event di Pasar Parkiran.

” Alhamdulillah ramai terus, hujan tidak menghalangi para pengunjung. Waktunya juga ditambah sampai Selasa besok,” jelas Kasan.

Kasan mengaku membawa jenis durian Kasemin yang memiliki rasa manis dan pahit berukuran besar-besar. Menurutnya durian ini menjadi jenis unggulan Kab. Pasuruan.

” Selain promosi jenis durian Kasemin ke penggemar durian diluar kota juga mencari rejeki untuk keluarga. Alhamdulillah ramai,” tutupnya. Bir/ Yan

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Batu

DPUPR BM Kota Batu Siapkan Tim URC

Diterbitkan

||

Tim URC DPUPR BM Kota Batu bergerak cepat mengantisipasi kendala akibat kondisi alam.
Tim URC DPUPR BM Kota Batu bergerak cepat mengantisipasi kendala akibat kondisi alam.

Atasi Masalah Kedinasan Akibat Faktor Alam

Memontum Kota Batu – Itensitas hujan yang mulai meninggi di wilayah Kota Batu, menjadi perhatian tersendiri Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Bina Marga (DPUPR BM) Kota Batu.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama musim penghujan, dinas pun membentuk tim Unit Reaksi Cepat (URC). Tujuannya, untuk merespon, mengatasi, menyelesaikan dan mengantisipasi munculnya bencana yang berhubungan dengan kedinasan.

“DPUPR Bina Marga pada awal musim hujan tahun ini, telah menyiapkan tim Unit Reaksi Cepat (URC). Tujuannya, guna mengantisipasi kendala akibat kondisi alam,” kata Kepala DPUPR Bina Marga Kota Batu, Alfi Nurhidayat, Jumat (27/11) tadi.

Salah satu gerak cepat dan antisipasi yang sudah dilakukan, tambah Alfi, yakni laporan adanya gorong-gorong yang ambrol di kawasan Kelurahan Temas, Kecamatan/Kota Batu atau Jalan Imam Bonjol, pada Kamis (26/11) malam. Dampak dari ambrolnya gorong-gorong, selain menimbulkan kerusakan pada lokasi juga berdampak pada meluapnya air ke jalan.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat, tentang adanya gorong-gorong yang ambrol. Tim pun segera menuju lokasi dan langsung melakukan berkoordinasi dengan pemerintah Kelurahan Temas serta warga sekitar, guna mengambil langkah secepatnya. Kami juga menyampaikan terima kasih sekali, atas informasi tersebut sehingga secara cepat bisa merespon,” tambah Alfi.

Warga setempat, Djafar, yang kali pertama mengetahui kejadian ambrolnya gorong-gorong, mengatakan bahwa dirinya segera menyampaikan kejadian itu kepada Dinas PUPR Bina Marga Kota Batu. Tidak berapa lama, tim dari DPUPR Bina Marga, datang dan mengecek langsung lokasi serta mengambil langkah-langkah.

“Kemarin hujan turun sangat deras dan tadi pagi saat jalan-jalan, kami melihat ada penutup gorong-gorong yang tampak amburadul. Spontan saya laporkan dan ternyata langsung ditindak-lanjuti bersama Kepala Dinasnya, Pak Alfi (Kadis PUPR Bina Marga), dengan turun langsung ke lokasi. Ternyata, tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan atau memperbaikinya,” jelas Djafar. (bir/sit)

Lanjutkan Membaca

Kota Batu

1100 Personel Gabungan Disiagakan Antisipasi Badai La Nina

Diterbitkan

||

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat diwawancarai usai mengikuti apel darurat bencana.
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat diwawancarai usai mengikuti apel darurat bencana.

Wujud Kesiapan Pemkot Batu

Memontum Kota Batu – Badai La Nina yang diprediksi juga akan berdampak atau berpotensi terjadi di Kota Batu, membuat pemerintah daerah melakukan antisipasi. Merespon kemungkinan itu, Pemkot Batu menyiagakan 1100 personel gabungan, yang terdiri dari ormas dan aparatur. Hal ini, merupakan upaya untuk menekan terjadinya korban jiwa, mengingat puncak musim penghujan akan di mulai sejak Desember nanti.

“Puncak musim penghujan seharusnya di Januari sampai Februari. Namun, kemungkinan akan maju pada Desember ini karena Badai La Nina,” kata Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, pada Jumat (20/11) pagi.

Ditambahkannya, potensi terbesar dampak dari Badai La Nina di Kota Batu, merupakan bencana longsor. Itu karena, Kota Batu merupakan dataran tinggi dan memiliki kontur tanah yang miring.

“Desa dan kelurahan yang siaga bencana di Kota Batu, saat ini terdapat di 15 desa dan kelurahan dari total 24 desa dan kelurahan. Artinya, ada 9 desa dan kelurahan, yang aman dari status itu. Meski demikian, BPBD juga membentuk FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana) yang setiap forumnya, memiliki anggota 30 personel relawan,” ujarnya.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, dalam apel siaga bencana menekankan langkah preventif untuk menghadapi musim penghujan. Hal ini, dikarenakan sekitar 23,6 persen lahan di Kota Batu, berada dalam ancaman longsor.

“Jadi selain siaga untuk menangani kebencanaan, personel gabungan juga akan melakukan edukasi agar dampak kebencanaan bisa ditekan,” papar orang nomor satu di Pemerintah Kota Batu itu. (bir/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler