Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Camat Glenmore Rekomendasi Pemberhentian Dua Kadus Desa Bumiharjo

  • Rabu, 13 Februari 2019 | 18:21
  • / 7 Jumadil Akhir 1440
Camat Glenmore Rekomendasi Pemberhentian Dua Kadus Desa Bumiharjo
Kadus Wonoasih Sutarji saat dikonfirmasi dirumahnya. (tut)

Memontum Banyuwangi Camat Glenmore, Didik Suharsono rekomendasi pemberhentian dua Kepala Dusun (Kadus) Desa Bumiharjo, yakni Kadus Wonoasih, Sutaji dan Kadus Sugihwaras, Jaelani, setelah Kades Bumiharjo, Tupon melayangkan Surat Peringatan (SP) 1, SP2 dan SP3 kepada Dua Kadus tersebut.
Didik Suharsono mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pendekatan-pendekatan kepada kedua belah pihak, dan dirinya juga sudah mendengarkan saran dari Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Desa Bumiharjo, namun Kades Bumiharjo bersikukuh untuk memberhentikan dua Kadus tersebut.

“Kapasitas saya ini hanya ngasih masukan atau saran kepada kedua belah pihak, agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan, tapi Kades mintanya cerai, mau apa?” ujar Didik Suharsono, di kantor Camat Glenmore, Rabu (13/2/2019) pagi.
Terkait pemberhentian dua Kadus tersebut, lanjut Didik, pihaknya tidak mempunyai kewenangan, dan keputusan penuh ada ditangan Kades Bumiharjo.

“Dia (dua Kadus-red) mau diberhentikan atau tidak itu bukan kewenangan saya, semua itu hak prerogatif Kades,” dalih Camat Glenmore. Terkait rekomendasi pemberhentian dua Kadus ini, pihaknya sudah memberi surat rekomendasi dan sudah diserahkan ke Desa Bumiharjo.
“Surat rekomendasi sudah saya kirimkan hari Selesa kemarin,” katanya.

Secara terpisah, Kades Bumiharjo, Tupon ketika dikonfirmasi membenarkan jika dirinya melayangkan SP1, SP2 dan SP3 kepada dua Kepala Dusun. Namun SP tersebut bukan untuk pemecatan dua Kadus tersebut. “Lho, apa SP tersebut surat pemberhentian, kan bukan tho,” kilah Tupon melalui telepon selulernya.
Dan yang diperhatikan, lanjut Tupon pihaknya memberikan SP kepada dua Kadus tersebut hanya untuk memotivasi kerja saja, bukan surat pemberhentian.

“Apa SP itu surat pemberhentian, mau saya kasih SP sampai 10 kan tidak ada masalah, yang penting aparat Desa bisa bekerja dengan baik, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat juga dengan baik,” ujarnya.
Sementara, Kadus Wonoasih Sutaji mengaku terheran saat menerima SP1, SP2 dan SP3. Pasalnya sejak dirinya dilantik menjadi Kadus tidak pernah lalai dalam menjalankan tugas. Semua administrasi sudah dijalankan sesuai dengan prosedur.

“Saya ini tidak paham, apa salah saya, tahu-tahu muncul SP1, SP2 dan SP3 itu,” ujar Sutarji, dikediamannya.
Sutarji mengaku terheran-heran mendapat SP tersebut. Pasalnya setiap pagi dirinya selalu bersama dengan Kades di kantor Desa, dan jika bertemu bertegur sapa dengan baik.
“Saya setiap pagi, selalu masuk kerja di kantor Desa, dan saya juga bertegur sapa dengan Kades, lha kok aneh saya mendapat surat peringatan,” ungkapnya.

Sutarji mengaku, jika persoalan ini terkait dengan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2018 lalu, dirinya tidak masuk dalam tim pemenangan Kades Tupon. “Mungkin, saya mau diberhentikan itu terkait dengan Pilkades beberapa waktu lalu, karena saya tidak membantu kampanye Kades Tupon, sehingga dia (Kades) mengambil keputusan ini,”tandasnya. (tut/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional