Connect with us

Lamongan

Striker Baru Persela, Washington Brandao Ambisi Cetak Banyak Gol

Diterbitkan

||

Washington Brandao saat melakukan latihan di Stadion Surajaya Lamongan.

Memontum LamonganPersela Lamongan kembali mendatangkan pemain asing. Ia adalah Washington Brandao pemain berkebangsaan Brasil yang berposisi sebagai striker. Ia pun terlihat telah menjalani latihan sejak Selasa (12/2/2019) di Stadion Surajaya.

Washington Brandao mengaku ingin memberikan banyak gol untuk tim kebanggaan LA Mania dan Cuva Boys. “Ya saya striker, saya ingin punya banyak gol,” kata Brandao. Pemain yang memiliki nama lengkap Washington Brandao dos Santos ini pun mengaku akan bekerja semaksimal mungkin untuk mewujudkan keinginannya itu.


“Saya ingin berkerja keras untuk memberikan yang terbaik di persela,” ucapnya. Selain memberikan banyak gol untuk Laskar Joko Tingkir, Brandao yang bisa bermain di posisi striker dan winger ini juga berambisi menjadi top skor Liga 1 2019.

“Dan saya ingin bergerak dan menciptakan kesempatan, saya ingin top skor dan memberikan terbaik,” ucap pria kelahiran 18 Agustus 1990 ini. Brandao yang musim lalu bermain untuk Vendsyssel FF, klub kasta tertinggi liga Denmark ini ternyata sudah mengetahui beberapa hal tentang Persela.

“Saya tahu dari youtube, dan dari pemain Brasil yang sebelumnya bermain di sini (Persela), seperti Diego Assis dan Wallace,” tuturnya.

Setelah melihat beberapa video, striker baru Persela ini pun merasa kagum dengan atmosfer pertandingan di Stadion Surajaya. “Saya suka atmosfer di sini, mereka mencintai sepakbola. Saya berfikir di liga, Persela bisa sukses,” tuturnya.

Disisi lain, menurut Pelatih Persela,  Aji Santoso, berdasarkan pengamatan yang dilakukan melalui video, striker berusia 28 tahun tersebut memiliki kemampuan yang cukup mumpuni.

“Dia menjadi salah satu pemain andalan di klubnya ketika main di liga Denmark,” tuturnya.

Dikatakan Aji, Brandao juga memiliki kemampuan yang lengkap dan tipikal permainannya juga sesuai dengan yang diinginkannya.

“Dia saya lihat juga agresif, holding the ballnya juga bagus dan dia juga memiliki kecepatan,” ucap Aji.

Pelatih asal Malang ini pun berharap Brandao dapat segera beradaptasi, sehingga mampu menunjukkan performa terbaiknya saat memperkuat Laskar Joko Tingkir nanti.

“Tinggal dia beradaptasi dengan kompetisi sepakbola di Indonesia, karena berbeda dengan di sana,” ujarnya. (ifa/zen/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Bengawan Solo Longsor, Puluhan Warga Lamongan Kehilangan Tempat Tinggal

Diterbitkan

||

Rumah warga desa Laren kabupaten Lamongan yang diambang longsor di bantaran Bengawan Solo

Memontum Lamongan – Kurang lebih dalam kurun waktu satu minggu, 23 warga di Dusun Gendong, Desa Laren, Kabupaten Lamongan, kehilangan tempat tinggal akibat tergerus erosi longsor bengawan solo.

Data yang diperoleh menyebutkan, bantaran sungai Bengawan Solo yang longsor mengakibatkan sebanyak tujuh rumah yang tidak bisa dijadikan tempat tinggal. Ketujuh rumah yang rusak parah tersebut adalah milik Aisah, Marwan, Mustofa, Kasmadi, Sumartun, Harmaji dan Asma’un.

Selain itu, sebuah mushola juga tidak bisa digunakan. Kini puluhan rumah warga yang lain juga terpaksa harus dibongkar. Demikian ini agar ikut hanyut bersama material tanah saat terjadinya longsor susulan.

Kepala Dusun Gendong, Muntholib mengatakan, longsor yang terjadi di bantaran Sungai Bengawan Solo tersebut hingga kini terus meluas, Semula sepanjang 500 meter menjadi 600 meter dengan kedalaman mencapai 10 meter

“Tidak ada rumah warga yang ikut hanyut saat terjadinya longsor, hanya mengalami kerusak saja. Agar tidak hanyut warga berinisiatif membongkar dan mengevakuasi perabot rumah tangga ketempat yang lebih aman,” katanya. Sabtu (21/9/2019)

Meski begitu, warga dihantui ketakutan dan memutuskan untuk sementara numpang tinggal di rumah kerabat terdekat. “Mereka terpaksa mengungsi di rumah sanak saudara mereka masing-masing, untuk sementara waktu. Sebagian diantaranya membuat rumah semi permanen di tanah desa.”ungkap Muntholib.

Muntholib, menambahkan. Sebagian warga masih bertahan di rumah yang berpotensi longsor susulan, Padahal membahayakan. karena bisa merobohkan tempat tinggal mereka.

Untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa, ratusan warga yang saat ini masih tinggal di lokasi rawan longsor, diminta untuk tetap waspada.

“Ada yang masih tinggal, soalnya kalau pindah tidak tahu kemana,” keluhnya.

Warga hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah dan pihak Bengawan Solo turun tangan membantu korban terdampak longsor. (son/sgg/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jelang Shalat Maghrib, Rumah Mbah Poni Janda Tua Ambruk

Diterbitkan

||

Mbah Poni (85) saat menerima santunan dari warga, atas musibah rumahnya yang ambruk

Memontum Lamongan – Nahas menimpa nasip Mbah Poni (85), janda tua warga Dusun Pilang Desa Gedangan Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan. Ketika hendak mengambil air wudhu untuk sholat Maghrib, tiba tiba rumah yang di tempatinya tiba-tiba ambruk. Sabtu (21/9/2019) Sore kemarin.

Mulyadi (60) warga Desa Gedangan kepada awak media mengatakan, awal mulanya kejadian rumah ambruk itu pada waktu sore hari menjelang Maghrib, tidak ada hujan dan angin tahu-tahu rumah milik Mbah Poni ambruk seketika itu rata dengan tanah.

” Rumah itu adalah rumah zaman dahulu yang masih berdindingkan bambu serta beralaskan tanah, belum ada renovasi apapun, sewaktu ambruk kemarin sempat mengenai beliaunya, namun tidak sampai fatal,” ujar Mulyadi, Minggu (22/09/2019).

Dia menjelaskan, Mbah Poni memang tergolong orang miskin janda tua yang tidak mempunyai satupun seorang anak sama sekali, beliuanya setiap hari untuk makan hanya dari belas kasihan warga setempat.

“Atas musibah yang menimpanya, kami beserta warga lainnya menggalang dana untuk kemudian di berikan sebagai rasa kemanusiaan dan ikut prihatin, namun dengan jumlah yang sekedarnya,” tuturnya.

Saat ini, sambung Mulyadi, warga Gedangan dan tetangga terdekat juga ikut gotong royong untuk membantu mendirikan rumah yang ambruk tersebut, namun hanya sebatas tiangnya saja yang bisa kami bantu.

” Untuk atap yang berasal dari genting di mungkinkan sudah tidak bisa di pakai lagi, karena sudah pecah semua, sebagian untuk yang kayu atau bambu (gedek) masih ada yang bisa digunakan,” terangnya.

Dia mengatakan, semestinya Pemerintah Desa Gedangan tanggap akan keadaan Mbah Poni yang selama bertahun-tahun hidup dalam garis kemiskinan, dengan kondisi rumah yang hampir roboh.

” Seharusnya di data dan di ajukan ke Dinas terkait melalui Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) agar di lakukan bedah rumah atau bantuan sejenisnya,” ungkapnya.

Mulyadi menambahkan, Pemerintah Desa Gedangan terkesan cuek dengan keadaaan atau kesenjangan sosial yang menimpa warganya, khususnya bagi kaum dhuafa yang benar-benar layak untuk mendapatkan uluran tangan kita.

Terpisah, Kabid Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, Subandiyah, saat di konfirmasi melalui WhatsApp, berkaitan dengan musibah rumah ambruk yang menimpa Mbah Poni warga Dusun Pilang Desa Gedangan Kecamatan Sukodadi, belum memberikan tanggapan apapun. WhatsApp sudah di baca namun belum ada balasan dari beliaunya. (son/sgg/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Lamongan

Pilkades Serentak Diprediksi Kondusif, Bupati Lamongan: Terima Kasih Masyarakat Lamongan yang Tambah Dewasa Berdemokrasi

Diterbitkan

||

Pilkades Serentak Diprediksi Kondusif, Bupati Lamongan Terima Kasih Masyarakat Lamongan yang Tambah Dewasa Berdemokrasi

Memontum Lamongan – Bupati Fadeli bersama Forkopimda setempat, TNI dan Polri, memiliki keyakinan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, 385 desa di Lamongan akan kondusif. Itu disampaikannya usai memantau pelaksanaan Pilkades serentak dengan bersepeda motor, Minggu (15/9/2019).

Dalam sidak di wilayah Kecamatan Lamongan, Kembangbahu, Sugio dan Sukodadi tersebut, tahapan pemungutan suara terpantau lancar dan kondusif.

Bersama Forkopimda, Bupati Lamongan Fadeli saat sidak Pilkades serentak di beberapa Desa dengan bersepeda motor

Bersama Forkopimda, Bupati Lamongan Fadeli saat sidak Pilkades serentak di beberapa Desa dengan bersepeda motor

Namun Fadeli dan Kapolres AKBP Feby DP Hutagalung sepakat bahwa tahapan pemungutan suara juga harus mendapat perhatian. Terutama untuk desa-desa yang memiliki Daftar Pemilih Tetap (DPT) besar dan yang berpotensi terjadi selisih suara ketat.

“Alhamdulillah, berdasarkan laporan sementara Pilkades serentak berjalan aman dan lancar. Insya Allah sampai selesai juga akan tetap kondusif. Terima kasih kepada masyarakat Lamongan yang bertambah dewasa dalam berdemokrasi, “ kata Fadeli.

Tahapan selanjutnya, penghitungan suara, lanjut Fadeli, akan tetap mendapat atensi. Apalagi untuk desa-desa yang memiliki DPT banyak, sehingga proses penghitungannya baru akan rampung hingga malam hari.

Kapolres AKBP Feby DP Hutagalung menambahkan, dia menerjunkan personil untuk melakukan patroli di lokasi-lokasi yang perlu mendapat perhatian.

“Tapi secara umum situasi sangat-sangat kondusif, karena sinergitas dan kedewasaan masyarakat. Ada satu dua hal-hal kecil yang muncul sudah bisa diselesaikan dengan komunikasi,” ujarnya.

Sejumlah desa dengan DPT besar diantaranya adalah Desa Sedayulawas Kecamatan Brondong dengan 11.618 pemilih, Desa Brengkok/Brondong dengan 10.365 pemilih.

Juga Desa Sukorame/Sukorame yang meski terdapat 5.262 pemilih, tapi memiliki 12 dusun. Demikian pula Desa Lopang/Kembangbahu yang terdapat 5.588 pemilih dengan 10 dusun.

Pilkades serentak ini diikuti oleh 897 Calon Kepala Desa (Cakades) di 385 desa. Atau diikuti oleh 83 persen, dari seluruh 462 desa di Kabupaten Lamongan.

Sebanyak 897 Cakades tersebut terdiri dari 769 laki-laki dan 128 perempuan. Cakades incumbent sebanyak 303 orang.

Sedangkan Cakades yang merupakan mantan kades sebanyak 41 orang. Dari total 385 desa, sebanyak 288 desa memiliki dua Cakades yang berhak dipilih dan terdapat 91 desa yang memiliki Cakades dengan hubungan kekerabatan.

Kemudian kecamatan dengan jumlah desa terbanyak yang melakukan Pilkades yakni Glagah dengan 22 desa. Sedangkan Solokuro dengan jumlah desa paling sedikit melaksanakan pilkades, yakni 6 desa. (son/sgg/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler