Connect with us

Blitar

KRPK Kembali Luruk Kejaksaan, Kajari Sempat Usir Wartawan

Diterbitkan

||

Puluhan massa KRPK luruk Kantor Kejaksaan Negeri Blitar

Memontum Blitar–– Puluhan massa yang tergabung dalam Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) kembali mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Blitar, Selasa (21/11/2017) siang. Namun kedatangan KRPK disambut Kajari Blitar, M. Amrullah dengan tidak bersahabat, dan sempat marah-marah dengan Ketua Umum KRPK, Mohaad Trijanto, bahkan sempat mengusir wartawan saat ingin melakukan wawancara.

 

 

Kedatangan mereka bermaksud mensupot dan mendorong  pihak  Kejaksaan Negeri Blitar, agar membuat langkah-langkah yang nyata terhadap proses penegakan hukum di Blitar Raya. “Ada beberapa kasus tindak pidana korupsi yang sudah dilaporkan dan ditangani Kejaksaan Negeri Blitar, namun belum tuntas. Diantaranya, kasus korupsi Sistem Resi Gudang (SRG), kasus work shop, KONI, korupsi Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Blitar, dan lainnya”,  kata Ketua Umum KRPK, Mohaad Trijanto, Selasa (21/11/2017).

 

 

Dengan rinci Trijanto menjelaskan, dugaan korupsi SMKN 1 Kota Blitar, yang mana indikasinya 2 orang sudah divonis, sementara yang 1 orang saat berkasnya masih bolak balik Kejaksaan ke Polres Blitar Kota.

 

 

“Setelah kami telusuri, ternyata istri dari tersangka tersebut adalah Jaksa senior di Blitar”, jelas Trijanto. Dugaan korupsi Sistem Resi Gudang (SRG), apa yang digembar-gemborkan oleh Kejaksaan selama ini, bahwa tidak ada kerugian negara dalam hal Sistem Resi Gudang. “Ini langka dan unik juga. Karena banyak kasus korupsi yang tidak ada kerugian negara seperti OTT Soso, OTT Pojok, dan beberapa kasus ajudikasi, dan lainnya. Semuanya itu tidak ada kerugian negara se rupiahpun. Namun tersangkanya bisa ditahan oleh Kejaksaan”, ungkap Trijanto.

 

Terkait work shop, pada 2012 lalu tenaga K2 menerima honor Rp. 500 ribu, tapi dipotong Rp. 250 ribu untuk work shop. Namun faktanya ada beberapa angka sekitar Rp. 100 juta dimanipulasi dan di SPJ kan dengan tidak jelas.

 

“Hasil komunikasi kita dengan pihak Kejasaan dengan Polres, ada petunjuk-petunjuk yang kita nilai tidak rasional. Misalnya polisi disuruh menunjukan peran dari para tersangka tersebut. Padahal peran para tersangka tersebut akan dibuktikan di pengadilan Tipikor nanti”, tandasnya.

 

Bahkan menurut Trijanto, satu orang pelapor beberpa waktu lalu diculik para tersangka agar mencabut laporannya. “Sebelum work shop tersebut, guru honorer seakan-akan sepakat untuk dipungut sebesar Rp. 250 ribu, ternyata itu juga abal-abal. Karena apa, tanda tangan berita acara yang dipalsukan sudah kita sampaikan ke pihak Kepolisian, dan ini akan diusut tuntas”, papar Tijanto.

 

Menurut Trijanto, komitmen Kajari Blitar yang baru akan membongkar semuanya dugaan korupsi Sistem Resi Gudang. Rencananya besuk Rabu (22/11/2017) pelapor akan di BAP. Diharapkan beberapa saksi mahkota juga akan dipanggil.

 

“Konspirasi Sistem Resi Gudang, work shop, SMKN 1 Kota Blitar, KONI dan lainnya, ini harus segera dibongkar sebelum Komisi Kejaksaan, Pengawas Kejagung dan Kejati turun ke Blitar”, tegasnya.

 

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Blitar yang baru, M. Amrullah dengan tegas menyampaikan, pihaknya akan mempelajari berkas kasus-kasus dugaan korupsi yang sudah ditangani Kejaksaan Negeri Blitar. Jika nanti ada bukti kuat dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku, pihaknya akan segera menindak lanjuti. Namun sebaliknya jika tidak sesuai undang-undang dan tidak didukung bukti kuat, kasus tersebut tidak akan ditangani.

 

“Saya menjabat di sini belum ada satu bulan, dan kasus-kasus dugaan korupsi itu masuk kan bukan masa saya. Namun saya akan mempelajari berkas-berkas kasus-kasus tersebut. Jika nanti sesuai undang-undang dan ada bukti kuat, akan kami tindak lanjuti”, tegas Amrullah.

 

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Blitar, M. Amrullah menolak untuk memberi tanggapan terkait kedatangan KRPK di Kantor Kejaksaan Negeri Blitar. Bahkan sempat marah dan mengusir wartawan yang hendak mewawancarainya.

 

“Kalau mereka datang dengan sopan dan baik-baik, pasti kita sambut dengan baik. Tapi mereka datang seperti itu, ya kami tidak terima. Semua ada aturan dan etikanya”, pungkas Amrullah. (jar/yan)

Advertisement
1 Komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blitar

Puluhan Santriwati Ponpes di Blitar Diduga Keracunan Sajian Bakso

Diterbitkan

||

Dari total 94 santriwati yang sakit, 23 diantaranya dibawa ke Puskesmas Nglegok untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut

Memontum Blitar – Puluhan santriwati pondok putri salah satu pesantren di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar diduga mengalami keracunan. Bahkan, sebagian harus menjalani rawat inap di Puskesmas Nglegok.

Kepala Puskesmas Nglegok, Yudia Supradini mengatakan, total ada 94 santriwati yang diduga mengalami keracunan. Mereka mengalami gejala seperti mual, pusing hingga muntah.

“Pemicunya diduga karena makan bakso hari Jumat kemarin. Mereka kemarin sebagain ada yang puasa jadi mereka buka puasa bersama lalu makan bakso. Kemudian tadi pagi sekitar jam 06.00 mulai ada yang sakit perut,” kata Yudia Supradini, Sabtu (14/9/2019).

Lebih lanjut Yudia Supradini menyampaikan, pihak pondok pesantren sebelumnya menghubungi petugas Puskesmas Nglegok untuk memeriksa santriwati yang sakit. Kemudian setelah diperiksa dari total 94 santriwati yang sakit 23 diantaranya dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Pagi tadi kami dipanggil kesana untuk memeriksa santriwati yang sakit. Kemudian kami periksa lalu santriwati yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kita bawa ke Puskesmas,” jelasnya.

Yudia menandaskan, saat ini 23 santriwati yang dirawat kondisinya sudah mulai membaik. (jar/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Blitar

Gelorakan Cintai Papua, Anggota Polres Blitar Gelar Formasi We Love Papua

Diterbitkan

||

Formasi We Love Papua yang dilakukan anggota Polres Blitar di halaman Mapolres Blitar

Memontum Blitar – Sebagai bentuk cinta NKRI dan cinta Papua, anggota Polres Blitar membentuk formasi barisam “We Love Papua” di halaman Mapolres Blitar, Sabtu pagi (14/09/2019). Kegiatan ini melibatkan 220 anggota Polres Blitar, yang dilakukan secara spontanitas setelah melakukan olahraga senam bersama.

Kapolres Blitar AKBP. M. Anissullah M. Ridha mengatakan, presiden Jokowi menggaungkan untuk cinta kepada NKRI dan cinta Papua. Dalam formasi barisan tersebut anggota polres Blitar mengenakan baju olah raga atas berwarna kuning, dan training hitam serta menggunakan peci berwarna putih sementara Polisi Wanita (Polwan) mengenakan kerudung putih.

“Kegiatan yang dilakukan secara spontanitas setelah melakukan olah raga senam bersama ini, sebagai bentuk cinta NKRI dan cinta Papua,’ kata Anissullah M. Ridha.

Lebih lanjut Anissullah M. Ridha menyampaikan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan oleh Polres Blitar untuk menyebarkan semangat kepada masyarakat untuk cinta kepada Papua.

“Gelora cinta kepada Papua, semangatnya sampai Papua, Indonesia Cinta Papua dan Blitar Cinta Papua,” tandas Anissullah.

Saat di foto menggunakan drone, formasi “We Love Papua” tampak cantik. Gelora cinta Papua akan terus di gaungkan oleh Polres Blitar hingga suasana di Papua kembali kondusif, pasca insident kerusuhan beberapa minggu yang lalu. (jar/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Blitar

Penjaringan Bacawali, Anak Samanhudi Gandeng Plt Wali Kota Blitar

Diterbitkan

||

Henry Pradipta Anwar bersama Plt Wali Kota Blitar Santoso mengembalikan formulir pendaftaran Cawali dan Cawawali Kota Blitar 2020 di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Blitar

Memontum Kota Blitar – Henry Pradipta Anwar, anak sukung Wali Kota Blitar nonaktif Samanhudi Anwar mengembalikan formulir penjaringan bakal calon Wali Kota Blitar ke DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Sabtu (14/9/2019). Yang mengejutkan mantan anggota DPRD Kota Blitar ini mengandeng Plt Wali Kota Blitar Santoso sebagai bakal calon wakil wali kota. Padahal sebelumnya, keduanya sendiri-sendiri saat mengambil formulir ke DPC PDIP di Jalan Dr Wahidin Kota Blitar.

“Saya dan Pak Santoso Insyaalah satu paket, saya sebagai bakal calon Wali Kota, Pak Santoso wakil wali kota. Kami satu visi misi meskipun kemarin kita datang mengambil formulis sendiri-sendiri Insyaallah nanti kami satu paket,” kata Henry Pradipta Anwar usai mengembalikan formulir.

Sementara Plt Wali Kota Blitar Santoso mengaku tidak keberatan untuk mendampingi Henry aebagai bakal calon wakil wali kota. Dia mengaku sebagai petugas partai harus siap menjalankan tugas yang diberikan.

“Saya sebagai petugas partai kalau nanti dari DPP menugaskan seperti itu (bacalon wakil wali kota mendampingi Henry) saya mengijuki. Tugas itu harus dipatuhi Insyaallah akan saya jalankan,” tandas Santoso.

Pengembalian formulir Henry dan Santiso ke kantor DPC PDIP Kota Blitar ini sempat mengundang perhatian warga dan para pengendara. Karena ratusan kader dan simpatisan konvoi berjalan kaki dari kediaman Henry di Jalan Kelud menuju kantor DPC PDIP di Jalan Dr Wahidin. (jar/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler