Memontum.Com

Pengukuhan Guru Besar Polinema

Warga Keluhkan Minimnya PJU di Kecamatan Pakis

  • Rabu, 20 Februari 2019 | 09:38
  • / 14 Jumadil Akhir 1440
Warga Keluhkan Minimnya PJU di Kecamatan Pakis
Kondisi PJU di Kecamatan Pakis. (Ist)

Memontum Malang–Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang dikeluhkan warga. Sejumlah warga menilai untuk PJU di wilayah tersebut masih kurang. Akibatnya, di malam hari, di ruas jalan tersebut terdapat beberapa titik yang gelap dan rawan akan terjadinya kecelakaan.

Berdasarkan keterangan yang diberikan salah seorang warga Mangliawan bernama Adi, dirinya mengaku bahwa setiap hari melalui jalan Terusan Sentani. Menurut Adi, di jalan tersebut saat ini sangat membutuhkan PJU yang memadai. Karena meskipun sudah ada PJU yang terpasang, ia menyebut tidak berfungsi maksimal.

“Apalagi, kondisi PJU itu tergolong sudah lama, bahkan ada yang tidak menyala, tapi, hingga saat ini belum ada pemeliharaan atau perbaikan,” ungkapnya.

Menurutnya, hal yang lebih disayangkan adalah, ruas jalan tersebut sangat ramai dilalui oleh pengguna jalan, dan pada malam hari, akibat PJU yang tidak berfungsi maksimal, ruas jalan tersebut cenderung menjadi gelap. Terlebih juga dikhawatirkan terjadinya kecelakaan dan aksi kejahatan.

“PJU nya ada, tapi yang nyala gak semua. Dengan kondisi itu, yang dikhawatirkan kalau terjadi aksi kejahatan atau kecelakaan,” ujarnya.

Keluhan juga disampaikan oleh Fery, salah seorang warga Pakis Kembar. Fery mengatakan, di sepanjang jalan raya dari Taman Wisata Air Wendit hingga Tumpang terlihat gelap. Menurutnya hal tersebut juga diakibatkan hal yang sama. Dari sekian banyak lampu jalan, hanya beberapa saja yang menyala.

“Banyak PJU yang mati. Keberadaan lampu PJU ini sangat penting untuk warga yang beraktivitas malam hari,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu terang saja membuat warga yang melalui jalan tersebut menjadi kurang nyaman dan resah akibat kondisi jalan yang gelap pada malam hari. Hal tersebut juga diperparah dengan adanya jalan rusak dan berlubang di beberapa titik akibat kendaraan besar yang melewatinya.

Menanggapi keluhan ini, Camat Pakis Firmando Hasiholan Matondang mengatakan permasalahan PJU ini tidak dimasukkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pakis.

“Dalam Musrenbang, setiap desa rata-rata mengajukan dua usulan, yaitu jalan dan drainase,” ungkapnya.

Namun, lanjut Firmando, saat ini yang dinilai sangat penting adalah mengajukan peningkatan dan perbaikan jalan akibat adanya pintu Exit tol.

“Di Pakis banyak jaaln Kabupaten yang rusak akibat volume kendaraan berat yang lewat untuk mensuplai material pengerjaan jalan tol, Seperti di Desa Bunut Wetan,” pungkasnya. (sur/oso)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional