Connect with us

Kota Malang

Sutiaji Bantah Wacana Pembongkaran Median Jalan Bandung, Tap Trotoar Depan MIN

Diterbitkan

||

Bukan median jalan ini, namun trotoar jalan depan MIN. (rhd)

Memontum Kota MalangMenanggapi isu yang beredar akan pembongkaran median di jalan Bandung dalam mengatasi kemacetan, Walikota Malang Sutiaji membantah rumor tersebut. Menurutnya, informasi tersebut salah paham. “Kita tidak pernah sama sekali ingin menghilangkan median. Mungkin salah ucap antara median dan trotoar. Kalau median kan di tengah jalan, nah yang benar itu trotoar pinggir jalan yang akan dibongkar,” jelas Sutiaji.

Ide pembongkaran trotoar jalan Bandung itu, lanjut Sutiaji, justru muncul dari Kepala MIN 1 Drs. Suyanto, MPd. “Beliau bilang, pak gimana kalau trotoar itu digeser ke dalam. Nanti pagarnya biar digeser ke belakang 2 atau 3 meter, sehingga tempat dan badan jalannya agak luas untuk dropzone. Dan usulan tersebut masuk ke forum lalu lintas. Jadi tidak ada itu bongkar median jalan. Itu salah persepsi antara median dan trotoar,” tegas Sutiaji.

Walikota Malang Sutiaji, membantah isu yang berkembang. (rhd)

Walikota Malang Sutiaji, membantah isu yang berkembang. (rhd)

Berdasarkan UU 26 tahun 2007, disebutkan Kepala Daerah wajib menyediakan RTH privat dan RTH publik. “Kewajiban kita 30 persen, 20 persen adalah RTH publik, 10 persen RTH privat. Kita baru 4 persen belum sampai 5 persen. Empat koma sekian itu sudah termasuk median, dan taman-taman itu sudah kita data. Ketika kita bongkar, kita kena Permen PU 20 tahun 2011 yang mengatur tentang RTH. Walikota akan dikenai sanksi dipidana ketika melanggar itu,” ungkapnya.

Menurutnya, median jalan yang akan dibongkar yaitu median di Basuki Rahmat. “Median akan dialihkan ke samping, karena Basuki Rahmat itu nantinya akan dibuat satu jalur, seperti Braga, Kota Bandung,” tambahnya.¬†Sementara, telah viral petisi online yang menolak rencana pembongkaran median jalan Bandung. Lebih dari 2.000 akun telah menandatangani petisi tersebut. Merespon petisi penolakan yang telah viral, Sutiaji mengatakan jika petisi tersebut salah kirim. “Meskipun salah kirim, saya mengucapkan terimakasih. Karena masyarakat kita selalu menyumbangkan pemikiran, dan mengingatkan Pemkot Malang jika salah atau menyalahi aturan,” tandasnya. (rhd/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *