Connect with us

Kota Batu

Kota Batu Stop Bosda SMA/MA/SMK/SLB

Diterbitkan

||

Eny Rahyuningsih (kiri) Kadindik Kota Batu

Batu, Memo X–Sejak Januari 2019 Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) sudah ditiadakan, Pemkot Batu pun mencari solusi untuk membantu murid SMA/SMK/MA/SLBN di kotanya sendiri. Program bernama bantuan siswa yang sudah dimasukkan ke APBD 2019 menjadi solusinya.

Perlu diketahui bantuan Bosda diberikan untuk siswa sebesar Rp 120 ribu per siswa SMA dan untuk siswa SMK menerima Rp 200 ribu per siswa. Sesuai peraturan Provinsi Jatim, pemda tidak bisa memberikan bantuan kepada lembaga sekolah di wilayahnya.

“Itu menjadi solusinya, karena regulasi memang tidak memperbolehkan. Kami tidak ingin menyalahi aturan,” ungkap Kadis Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih, Rabu (20/2/2019).

Komitmen Pemkot Batu yaitu membantu proses belajar mengajar dan membantu wali murid serta peserta didik, bantuan tersebut akan diterima oleh murid melalui rekening pribadi mereka.

” Total ada 27 SMA/SMK/MA dan SLBN yang akan menerima bantuan langsung. Pemkot sudah menganggarkan Rp 20 Miliar untuk mewujudkannya,” papar Eny.

Terpisah Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso solusi ini harus ada sesuai perintah wali kota dan melanjutkan program sejak era kepemimpinan Eddy Rumpoko. Dengan program ini pemerintah ingin membantu proses belajar mengajar dan target pendidikan 12 tahun di Batu.

” Regulasinya memang seperti itu sejak SMA sederajat diambil alih oleh provinsi. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyarankan bisa saja anggaran itu tetap diberikan, namun langsung ke murid melalui rekening dan dimasukkan ke APBD. Jadi tidak boleh melalui lembaga sekolah,” jelas Punjul.

Hal itulah yang menjadi acuan pemkot agar tetap bisa menjalankan program tanpa bersinggungan dengan aturan yang ada.

” Masa kami ingin membiayai siswa tidak boleh, saya rasa bantuan siswa menjadi jalan keluarnya,” pungkasnya. (lih/jun)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Batu

Humas Pemkot Batu Gelar Workshop Peran Media Sosial

Diterbitkan

||

Acara workshop peran media sosial peduli covid-19 di Kota Batu.
Acara workshop peran media sosial peduli covid-19 di Kota Batu.

Memontum Kota Batu – Workshop dengan tema ‘Peran media sosial peduli covid-19’ digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, di Ruang Pertemuan PKK Balai Kota Among Tani Gedung A Lantai 1, Kota Batu, Senin (26/10) pagi. Pelaksanaan tersebut, sebagai bentuk apresiasi terhadap peran media di masa pandemi.

Humas sekaligus Dosen Komunikasi Universitas Merdeka Malang, Ana Mariani, yang menjadi salah satu pembicara dalam acara itu, mengatakan peran kolaboratif humas dan media massa sangat penting di masa pandemi ini. “Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Pemerintah memerlukan kepanjangan tangan media masa untuk menyampaikan informasi-informasi penting kepada masyarakat,” katanya.

Exit strategi Kota Batu dari darurat covid-19, tambahnya, menjadi strategi yang harus diperhatikan untuk menghadapi pandemi Covid-19. Dirinya berpendapat, belum adanya riset yang detail terkait kasus Covid-19, memicu stigma negatif di masyarakat. Karena, bisa memunculkan pemberitaan yang simpang siur.

“Ini merupakan darurat perang. Masyarakat perlu diedukasi melalui pesan-pesan media,” ujarnya.
Pemberitaan yang simpang siur, ujarnya, justru akan memperkeruh keadaan. Karena bisa memicu kepanikan di tengah masyarakat.

“Bukan kewaspadaan, tapi justru ketakutan. Ada juga yang mengatakan, virus ini bisa sembuh sendiri, sampai ada anggapan menteri kesehatan tidak memiliki kemampuan menangani Covid-19. Semua itu, karena pemberitaan yang tersebar di media,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, juga bisa berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan. “Tahun 2019, kunjungan wisatawan sebanyak 7,2 juta, sedangkan pada tahun 2020 sebanyak 1,1 juta. Penurunan tersebut juga merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Jadi, sektor wisata paling terdampak covid-19,” imbuhnya seraya berharap, media juga mampu memberikan edukasi sehingga turut membantu memulihkan kembali kondisi tingkat kunjungan di tahun 2021.

Dinas Kesehatan Kota Batu, dr Fauzan, pada kesempatan itu mengatakan perlu adanya pembekalan pada media masa terkait penyampaian berita Covid-19. Seperti diantaranya, pola penyebaran dan gejala-gejalanya. “Pihak Dinkes perlu pembekalan pada media masa, terkait apa itu Covid-19 dan bagaimana penyebarannya,” imbuhnya. (bir/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Kota Batu

PD Perpamsi Jatim Semarakkan Dirgahayu Kota Batu

Diterbitkan

||

Peserta di lokasi penanaman bibit yang dipusatkan di Desa Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu.
Peserta di lokasi penanaman bibit yang dipusatkan di Desa Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu.

Sebar 150 Bibit dalam Program ‘Satu Nama Satu Pohon’

Memontum Kota Batu – Antusiasme peserta program ‘Satu Nama Satu Pohon’ dalam peringatan Hari Jadi ke-19 Kota Batu, tidak hanya nampak dari jajaran Forkopimda, OPD (organisasi perangkat daerah) Kota Batu, elemen masyarakat dan warga Kota Batu.

Namun, Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi), yang dinahkodai langsung Ketua PD Perpamsi Jatim, Syamsul Hadi, yang juga Direktur Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang bersama Direktur PDAM Kota Malang, M Nur Muhlas dan PDAM Kota Batu, Edy Sunaedi, turut ambil bagian dalam menyemarakkan peringatan dirgahayu plus program penanaman, Sabtu (17/10) sore tadi.

Mengawali pelaksanaan, kegiatan diisi dengan upacara pembukaan. Selanjutnya, sejumlah peserta secara bersama-sama menuju ke lokasi penanaman bibit yang dipusatkan di Desa Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu.

Ketua PD Perpamsi Jatim, Syamsul Hadi.

Ketua PD Perpamsi Jatim, Syamsul Hadi.

Dalam prosesi tersebut, tidak kurang dari 150 bibit tanaman, yang disebar oleh Perpamsi Jatim bersama pengurus dan anggota. Bahkan, sesuai jargon dirgahayu Kota Batu, masing-masing direktur PDAM di Malang Raya, menanam satu-satu bibit tanaman.

“Ada beragam bibit tanaman, yang disiapkan dalam mendukung langkah program ‘Satu Nama Satu Pohon’ Pemkot Batu. Mulai dari bibit tanaman Buah Manecu hingga Nangka. Termasuk, ada juga bibit tanaman yang mampu memberikan andil besar dalam menjaga kelestarian sumber mata air,” kata Ketua PD Perpamsi Jatim, Syamsul Hadi.

Partisipasi yang dilakukan ini, tambah pria yang juga Direktur Perumda Tirta Kanjuruhan, adalah sebagai wujud atau bentuk mendukung penuh program Wali Kota. Karena, dengan semakin banyak tanaman atau pohon yang ditanam, maka akan kian optimal dalam menjaga kelestarian sumber mata air. Sehingga, secara tidak langsung, program ini juga menjadi bagian dari pada tanggung-jawab kami bersama.

“Apa yang dilakukan ini, adalah bentuk dari pada sinergitas kami, khususnya di Malang Raya, dalam menjaga dan melestarikan sumber mata air. Karenanya, kami langsung melakukan aksi bersama-sama dengan menanam pohon,” imbuhnya. (sit)

 

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler