Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Persema Kembali ke Pangkuan Askot PSSI Kota Malang

  • Sabtu, 2 Maret 2019 | 12:39
  • / 24 Jumadil Akhir 1440
Persema Kembali ke Pangkuan Askot PSSI Kota Malang
Wali Kota Malang, Sutiaji, turut menyaksikan kembalinya Persema Malang ke pangkuan Askot PSSI Kota Malang. (rhd)

Memontum Kota MalangKembalinya Persema Malang secara utuh ke Askot PSSI Kota Malang, mendapat apresiasi dari publik sepakbola Bhumi Arema, tak terkecuali Walikota Malang Sutiaji. Sebab Walikota Malang Sutiaji dan beberapa pihak lainnya juga terlibat dalam upaya tersebut, usai Persema Malang dan Persema 1953 berjalan sendiri-sendiri selama enam tahun.

Walikota Malang Sutiaji, menjembatani, merangkul dan turut menyaksikan kedua belah pihak manajemen bergandengan tangan, di kantor Askot PSSI Kota Malang, Stadion Gajayana, Jumat (1/3/2019) sore, usai menyaksikan pertandingan Sepakbola Pra Porprov Grup C antara Tim Kota Malang versus Tim Kabupaten Mojokerto, dengan skor akhir unggul 4-0.

Mengapresiasi hal ini, Sutiaji mengajak seluruh pihak untuk kembali memaksimalkan tim Persema Malang, dimulai dari Kompetisi Liga-3 musim 2019 Zona Jawa Timur. Harapannya, publik bola juga mendukung langkah-langkah PSSI menuju pembinaan pemain muda dan pemain profesional. “Ibaratnya, Persema Malang kini telah kembali ke pangkuan kami. Ini kabar bagus yang menggembirakan untuk persepakbolaan di Malang, bahkan nasional. Kami akan mendesain Persema Malang bisa kembali ke habitatnya Liga-1 seperti tahun-tahun sebelumnya,” sambut Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji.

Penandatanganan akte penyerahan Persema Malang kepada Askot PSSI Kota Malang, dihadiri dan juga disaksikan oleh Ketum KONI Kota Malang Edy Wahyono, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Malang, Nuzul Nurcahyono, Ketum Askot PSSI Kota Malang sekaligus Ketum Persema 53, Haris Thofly, dan CEO PT Singosari Sakti (Persema Malang) Didied Poernawan Affandi.

Perlu diketahui, kasus Persema Malang dan Persema 1953 tak sama dengan kasus tim lainnya. Keduanya bukan produk dualisme, namun lebih kepada back up team ketika Persema Malang dijatuhi sanksi oleh PSSI tahun 2011. Vakumnya Persema Malang dari aktivitas sepak bola nasional, kemudian diiniasi oleh Askot PSSI Kota Malang dengan mendirikan Persema 1953 pada 2013, untuk mewadahi talenta-talenta muda pesepakbola Kota Malang. Sejak 2013, Persema 1953 berkiprah di Liga Nusantara hingga Liga-3 Babak 32 Besar Nasional musim 2018 lalu. Sedangkan Persema Malang, pasca sanksinya diputihkan tahun 2017, kembali berkompetisi di Liga-3 Jatim, namun absen pada musim 2018.

“Dalam Liga-3 Jatim 2019 nanti, Askot PSSI Kota Malang hanya membawa satu tim saja, yaitu Persema Malang. Pasalnya, tim ini memiliki catatan historis panjang dalam sepak bola nasional, sehingga lebih kami prioritaskan untuk kembali bisa masuk Liga-1. Persema 1953 sendiri mungkin nantinya akan menjadi wadah pembinaan untuk bakat-bakat muda pesepakbola di Malang, bisa saja namanya menjadi Malang Muda atau lainnya,” beber Ketum Askot PSSI Kota Malang, Haris Thofly.

Sementara itu, CEO PT Singosari Sakti (Persema Malang) Didied Poernawan Affandi, mengatakan penyerahan pengelolaan Persema Malang sebagai langkah agar restorasi PSSI berjalan lancar dan fokus pada profesionalitas. “Pengelolaan Persema Malang secara resmi kami serahkan kepada Askot PSSI Kota Malang. Selanjutnya, Askot yang akan mengelola dan mengatur sendiri soal keikutsertaan Persema Malang dalam Kompetisi Liga-3 Jawa Timur musim 2019, dan lainnya,” ungkap Didied Poernawan Affandi, yang sedang menempuh S3 di China. (adn/gie)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional