Connect with us

Tak Berkategori

Miftahul Huda Bantah Penyekapan Loper Koran, Hanya Mengamankan

Diterbitkan

||

Memontum Gresik—- Terkait isu ada dugaan penyekapan terhadap salah seorang penyebar koran media cetak mingguan di Desa Kandangan Kecamatan Duduksampeyan yang dilakukan oleh bakal calon Kepala Desa Kandangan Miftahul Huda pihaknya mengatakan tidak benar. Menurutnya dalam kejadian tersebut pihaknyanya malah mengamankan jangan sampai timbul permasalahan.

 

“Tidak ada penyekapan, yang ada hanyalah mengamankan seorang pelaku penyebar koran yang intinya apa yang tertulis dalam berita tersebut tidak benar sehingga warga gerah. Takut ada apa apa sehingga pelaku kami amankan,” ujar Miftahul Huda, Rabu (18/10/2017).

 Miftahul Huda saat di Polsek Duduksampeyan

Miftahul Huda saat di Polsek Duduksampeyan

 

Sebab lanjut Huda kami para calon disini sudah sepakat membuat perjanjian pilkades nantinya berjalan damai. Bakal calon Kepala Desa Kandangan nomer urut satu ini berharap pilka­des yang akan digelar dalam waktu dekat ini tidak menjadikan masyarakat desa mereka terkotak-kotak.

 

Huda yang juga mantan Kades Kandangan ini menuturkan, jangan sampai nanti gara-gara pilkades masyarakat menjadi terkotak-kotak dan bermusuhan di antara sesama warga.

 

“Karena sebenarnya kami para calon justru saling berangkulan satu sama lain, menjadi pemimpin di desa itu meru­pa­kan sebuah amanah, bukan untuk sebuah pekerjaan, popularitas apalagi mencari kekayaan, melainkan sebuah bentuk pengabdian untuk melayani masyarakat, menjadi kades adalah menjadi pelayan masyarakat,” ujarnya.

 

Selain itu Huda juga mengatakan, bahkan beberapa hari kemarin para bakal calon juga di berikan kesempatan menyampaikan visi dan misi kepada warganya apa yang akan menjadikan agenda nantinya jika terpilih nanti, termasuk dirinya.

 

“Memang kami ada beberapa visi dan misi yang nantinya kami utamakan untuk warga diantaranya, bedah rumah miskin, penyempurnaan infastruktur, peningkatan jalan usaha tani, penyempurnaan air bersih untuk warga, termasuk memanfaatkan embung, telaga, dan pengeboran sumur baru,” tambahnya.

 

Selain itu pihaknya juga akan menciptakan lowongan pekerjaan melaluhi sebuah outsorching di mana nantinya bisa menyalukan tenaga kerja bagi yang belum mendapatkan pekerjaan

 

“Ketika kita bisa mendirikan sebuah outrsoching di situ kita nanti bisa menyalurkan banyak tenaga kerja bagi warga kami yang belum mendapatkan pekerjaan. Meneng kalah itu wajar asalkan program pokok itu sekiranya bisa di laksanakan dengan baik, selain itu masyarakat juga merasa nyaman dalam melakukan aktifitas lebih lebih apa yang menjadi keinginan warga terpenuhi,” pungkas Miftahul Huda. (sgg/zen/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tak Berkategori

Pemilik Tanah Setujui Hasil Pengukuran Lahan Stadion

Diterbitkan

||

Tim pembebasan lahan stadion saat melakukan pengukuran tanah di Desa Batu Karang Kecamatan Camplong. (zyn)

Memontum Sampang – Dianggap tidak ada permasalahan terkait dengan hasil pengukuran tanah yang akan dibangun stadion, sebanyak 58 bidang tanah milik warga sedang dilakukan appraisal harga tanah.

Kabid Olahraga Disporabudpar Sampang Ainur Rofik saat ditemui Memontum.com di ruangannya mengatakan bahwa pertanggal 30 Agusutus 2019 batas pengumuman hasil pengukuran tanah yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional Sampang kepada pemilik tanah telah berakhir.

“Selanjutnya dalam jangka waktu 15 hari, Kantor Jasa Penilai Publik yang akan menentukan harga tanah,’ ungkapnya.

Setelah ditentukan harga tanah, Rofik menjelaskan akan langsung melakukan pembayaran kepada pemilik tanah sesuai dengan anggaran yang ada yakni 15 miliar.

“Nantinya akan dilakukan pembayaran, namun belum diketahui tanah mana yang harus dibayar terlebih dahulu, mengingat keterbatasan anggaran, yang jelas akses jalan akan dilakukan pembayaran terlebih dulu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rofik menuturkan dengan anggaran 15 miliar sudah cukup untuk pembangunan stadion. Namun hal itu tidak dengan fasilitas lainnya sehingga menjadi kawasan.

“8 hektar itu cukup untuk pembangunan stadion, tapi kalau dengan fasilitas lainnya menjadi kawasan itu harus nambah,” tuturnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Tak Berkategori

Persesa Sampang Resmi Daftarkan 24 Pemain, Siap Bertarung di Liga 3 Jawa Timur 2019

Diterbitkan

||

Persesa Sampang Resmi Daftarkan 24 Pemain, Siap Bertarung di Liga 3 Jawa Timur 2019

Memontum Sampang – Batas akhir pendaftaran pemain yang diberikan oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur yakni 30 juni 2019, akhirnya manajemen Persesa mendaftarkan sebanyak 24 Pemain untuk mengarungi Liga 3 Jawa Timur tahun 2019.

Sejak maret lalu manajemen Persesa telah melakukan persiapan guna mengarungi Liga 3, mulai dari seleksi pemain hingga latihan rutin.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Manajemen Persesa Edy Purnawan yang menjelaskan bahwa pihaknya telah mendaftarkan pemain untuk mengarungi Liga 3 Jawa Timur.

“Betul kami telah mendaftarkan 24 pemain untuk mengarungi Liga 3 Jawa Timur tahun 2019” ujar Edi Sabtu (29/6/2019).

Edy Purnawan menambahkan 24 pemain yang didaftarkan ke Asprov PSSI Jawa Timur merupakan pemain hasil pantauan pelatih pada saat latihan. Jadi dengan sistem promosi degradasi dilakukan guna mencari komposisi pemain yang pas untuk kebutuhan tim.

“Kami gunakan sistem promosi degradasi, sehingga kami dapat menentukan pemain sesuai kebutuhan tim nantinya” tambahnya.

Perlu diketahui, dari 24 pemain yang didaftarkan manajemen Persesa, sebanyak 5 pemain merupakan pemain senior.(hus/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Tak Berkategori

Kenalkan Batik Sejak Dini, Disperindag Lamongan gelar Lomba Membatik

Diterbitkan

||

Kenalkan Batik Sejak Dini, Disperindag Lamongan gelar Lomba Membatik

Memontum Lamongan — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan menggelar “Lomba Design Motif Batik Khas Lamongan” tingkat SLTP dan SLTA sederajat di Alun-alun Kabupaten Lamongan, Minggu (1/4/2018). Lomba tersebut, menurut Kepala Disperindag sebagai salah satu upaya untuk mengenalkan budaya batik secara dini kepada generasi muda di Lamongan.

“Lomba tematik ini bertujuan untuk menunjukkan kecintaan mulai sejak dini,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Lamongan Mohammad Zamroni, Minggu (1/4/2018).

 Antusiasme pelajar saat mengikuti Lomba Design Motif Batik Khas Lamongan tingkat SLTP dan SLTA sederajat di Alun-alun Kabupaten Lamongan

Antusiasme pelajar saat mengikuti Lomba Design Motif Batik Khas Lamongan tingkat SLTP dan SLTA sederajat di Alun-alun Kabupaten Lamongan

Dalam kegiatan tersebut, sebelum terjun ke lomba, para peserta terlebih dahulu menjalankan kegiatan menarik dan unik untuk dapat mengenal batik lebih dalam dengan belajar membatik. Sehingga, dikatakan Zamroni melalui kegiatan ini anak-anak akan dapat mengetahui bagaimana proses pembuatan batik dari awal hingga akhir.

“Jadi mulai kita tumbuhkan dari anak-anak dari tingkat SMP maupun dari SLTA,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zamroni berharap dengan diadakan lomba membatik ini para pelajar Lamongan dapat menuangkan kreatifitasnya ke dalam desain membatik.

“Harapannya mereka mampu menuangkan, menginspirasikan apa-apa potensi yang ada di Lamongan ini yang ikon-ikon yang ada di Lamongan ke dalam suatu wadah yaitu desain batik,” ucapnya.

Selain cukup efektif untuk mengenalkan, menumbuh kembangkan kecintaan terhadap batik, Zamroni menyebutkan dalam lomba ini para pelajar juga akan mendapatkan penghargaan atas hasil karya mereka.

“Total hadiah sampai dengan 30 juta. Yang jelas juara 1, selain kita beri piala dan piagam, kita juga memberikan penghargaan sebesar 3 juta. Di tingkatan SMP ada sampai 15 juara dan SMA juga ada sampai 15 juara,” tutur Zamroni.

Bahkan, lanjutnya tak berhenti sampai di situ. Beberapa kreasi yang mereka hasilkan bisa dituangkan dalam desain baju Dinas Pendidikan Lamongan atau desain seragam sekolah asal mereka.

“Jadi nanti kita sampaikan kepada pengrajin, bahwa ini menjadi tolak ukur. Ini loh desain batik dari anak-anak yang wajib kita ikutkan bahkan dari dinas sendiri itu dari Dinas Pendidikan kita sudah komunikasikan, yang juara nanti itu akan dijadikan desain batik untuk anak-anak sekolah,” terangnya.

Namun, tambah Zamroni untuk bisa keluar sebagai pemenang, 285 peserta yang berasal dari tingkat SLTP dan SLTA ini, harus melalui ketentuan-ketentuan berbagai kreatifitas yang mereka tuangkan di atas kertas gambar untuk mendesain batik.

“Kategori penilaiannya yang jelas keserasian warna, terus teknik dari pembuatan desainnya itu, sehingga nanti bisa menjadi tolak ukur untuk menjuarai dari pelaksanaan lomba desain ini, yang jelas orisinil itu juga pasti,” pungkasnya. (ifa/zen/nay)

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler