Connect with us

Banyuwangi

Pengen Setubuhi Istri Teman, Pemuda Desa Macan Putih Masuk Bui

Diterbitkan

||

Tersangka Eko Wahyu Pambudi usai menjalani pemeriksaan

Memontum Banyuwangi—– Sial bener nasib Eko Wahyu Pambudi alias Ongsron (23) warga Banyuputih, Desa Macanputih, Kecamatan Kabat in. Dia dijebloskan di Rutan Polsek Rogojampi gara-gara kepingin menyetubuhi istri temennya sendiri. Kejadian yang cukup memalukan tersebut terjadi pada Minggu (13/1/2019) lalu.

Saat itu korban Riska Indriyani (19) warga Dusun Malar, Desa Macanputih, Kecamatan Kabat bertemu dengan tersangka dipinggir jalan. Dan tersangka bertanya kepada korban hendak pergi kemana, setelah mendapat penjelasan dari korban, kemudian mereka menuju ke pantai Blimbingsari.

Kapolsek Rogojampi, AKP. Agung Setyabudi mengatakan, sesampai di Blimbingsari, sambil makan korban mengungkapkan sedang ada permasalahan, dan tersangka menawarkan diri membantunya, agar cepat selesai persoalan tersebut.

“Kemudian, tersangka mengajak korban, dan sepeda motor milik korban dititipkan di warung yang ada di pantai Blimbingsari,” ujar Kapolsek Rogojampi AKP Agung Setyabudi, Minggu (3/3/2019) siang. Setelah menitipkan sepeda motor milik korban, lanjut Kapolsek Rogojampi, korban tidak curiga dengan tersangka, karena tersangka sahabat suaminya.

barang bukti uang berhasil diamankan Polsek Rogojampi.

barang bukti uang berhasil diamankan Polsek Rogojampi.

“Tanpa curiga sedikitpun, korban ikut tersangka, menuju Losmen Mukti Sari dengan alasan akan memanggil teman-temannya,” papar AKP. Agung Setyabudi.

Sesampai di Losmen Mukti Sari, kata AKP Agung, tersangka memesan satu kamar dan membayar uang Losmen sebesar Rp 70 ribu. Kemudian tersangka mengajak korban masuk kamar.

“Korban mulai curiga, dan menolak ajakan tersangka masuk kamar Losmen tersebut, bahkan mengancam akan melaporkan kasus ini ke suaminya,” ujarnya.

Karena sudah gelap mata dan sudah memesan kamar, tersangka mulai beringas, dan mendorong tubuh korban ke kasur seraya menindih tubuh korban sembari menggerayangi buah dada korban dan mengajaknya bersetubuh, dan tidak akan menceritakan kejadian ini kepada siapapun.

Namun korban terus meronta melepaskan diri dari dekapan tersangka, setelah berhasil melepaskan diri, korban mengancam tersangka akan menelpon suaminya.
“Korban terus meronta dan mengancam tersangka, kalau perbuatan ini terus dilakukan, korban akan menelpon suaminya, jika tidak diantarkan pulang,” kata mantan Kasat Narkoba Polres Banyuwangi ini.

Lebih lanjut AKP. Agung Setyabudi menjelaskan, setelah kejadian itu, korban diantar pulang oleh tersangka. Namun dalam perjalanan korban loncat dari kendaraan dan meminta tolong kepada warga setempat, dan tersangka melarikan diri, takut mendapat pengeroyokan massa.
Dan tersangka Eko Wahyu Pambudi ditangkap tim Reskrim Polsek Rogiy, pada Sabtu (2/3/2019) sekitar pukul 16.00 saat berada di rumah salah satu sahabatnya.

“Tersangka langsung kami bawa ke Mapolsek Rogojampi, dan langsung dijebloskan ditahanan Polsek Rogojampi,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka diancam pasal 285 Jo 53 ayat (1) KUHP tentang percobaan pemerkosaan. Dan Polsek Rogojampi mengamankan barang bukti, berupa, 1 potong pakaian kaos lengan panjang warna putih bertuliskan TAEKWONDO warna biru, 1 potong celana panjang warna biru, 1 potong BH warna pink, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio warna merah No Pol DK 8724 II tahun 2005 dan 1 unit Hp Samsung J2 warna hitam. (gus/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banyuwangi

Ini Susunan Lengkap AKD DPRD Kabupaten Banyuwangi 2019 – 2024

Diterbitkan

||

H.Susiyanto (Ketua BADAN KEHORMATAN)

Memontum Banyuwangi – Alat Kelengkapan DPRD Kabupaten Banyuwangi periode 2019 – 2024 telah disahkan dalam rapat paripurna internal, Rabu (25/09/2019) siang.

Rapat paripurna pengesahan AKD dipimpin Wakil Ketua DPRD, Ruliyono,SH, didampingi Ketua DPRD, I Made Cahyana Negara, SE dan dua Wakil DPRD lainnya, H Muhammad Ali Mahrus serta Michael Edy Hariyanto,SH.

Irianto,SH (Ketua KOMISI I) copy

Irianto,SH (Ketua KOMISI I)

Hj.Mafrochatin Ni'mah (Ketua KOMISI II )

Hj.Mafrochatin Ni’mah (Ketua KOMISI II )

Emy Wahyuni Sri Lestari (Ketua KOMISI III)

Emy Wahyuni Sri Lestari (Ketua KOMISI III)

Salimi (Ketua KOMISI IV)

Salimi (Ketua KOMISI IV)

Sofiandi Susiadi,A.Md (Ketua BAPEMPERDA)

Sofiandi Susiadi,A.Md (Ketua BAPEMPERDA)

 

Berikut susunan lengkap AKD di DPRD Kabupaten Banyuwangi. KOMISI I, Membidangi Hukum, Pemerintahan, Politik dan Ormas :

 

1. Irianto.SH (F-PDI-Perjuangan) Ketua.
2. Priyo Santoso.SH (F-PKB) Wakil Ketua.
3. Drs. Moh. Padil (F-Nasdem) Sekretaris.
4. Petemo (F-PDI-Perjuangan) Anggota.
5. Ficky Septalinda (F-PDI-Perjuangan)
6. H.A.Munif Syafa’at.L.C.M.EI (F-PKB)
7. Riccy Antar Budaya,SH.M.Kn (F-Demokrat)
8. Marifatul Kamilah.SH (F-Golkar-Hanura)
9. Abdul Ghofur (F-Gerindra-PKS)
10. Drs.H.Suprayogin (F-Gerindra-PKS)
11. Syamsul Arifin.SH (F-PPP)

KOMISI II, Membidangi Perekonomian dan Pertanian :

1. Hj.Siti Mafrochatin Ni’mah, S.Pd.MM (F-PKB) Ketua
2. Hj. Yusieni (F-Demokrat) Wakil Ketua.
3. Drs,Suyatno (F-Golkar-Hanura) Sekretaris.
4. Hadi Widodo SP (F-PDI-Perjuangan) Anggota.
5. H.Sugirah SPd Msi (F-PDI-Perjuangan)
6. Ahmad Masrohan (F-PDI-Perjuangan)
7. H.Susiyanto (F-PKB)
8. Fadhan Nur Aripin (F-Demokrat)
9. Sri Wahyuni (F- Gerindra-PKS)
10. Ali Mustofa, AMd (F-Nasdem)
11. Agung Setyo Wibow0 (F-Nasdem)
12. Drs. Syarohni (F-PPP)

KOMISI III, Membidangi Keuangan dan Kesejahteraan Rakyat :

1. Emy Wahyuni Dwi Lestari (F-Demokrat) Ketua.
2. H. Hasanuddin (F-PPP) Wakil Ketua.
3. Wagianto (F-PDI-Perjuangan) Sekretaris.

 

Lanjutkan Membaca

Banyuwangi

AKD DPRD Banyuwangi 2019 – 2024 Ditetapkan

Diterbitkan

||

Suasana Sidang Paripurna Alat Kelengkapan DPRD Banyuwangi. (ist)

Memontum Banyuwangi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi secara resmi menetapkan susunan keanggotaan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), melalui rapat paripurna internal, Rabu (25/09/2019) siang. Pembagian pimpinan AKD lebih mengutamakan azas kebersamaan dan dibagi secara proporsional.

Wakil Ketua DPRD, Ruliyono,SH mengatakan, meski sempat terjadi debatable, pembentukan AKD DPRD Banyuwangi berjalan cukup demokratis. Tujuh fraksi di DPRD Banyuwangi lebih mengutamakan musyawarah mufakat dan kebersamaan dalam pembagian pimpinan AKD.

“Rapat paripurna pembentukan AKD tadi cukup bagus, demokratis dan proporsional, “ ucap Ruliyono saat dikonfirmasi awak media.

Menurut Ruliyono, berdasarkan petunjuk dari Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Setda Propinsi Jawa Timur. Penetapan AKD tidak harus menunggu pengesahan Peraturan DPRD tentang tatib, namun harus disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 12 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan tata tertib DPRD kabupaten, kota dan DPRD propinsi.

Dan peraturan DPRD tentang tatib juga tidak bisa disahkan sebelum mendapatkan rekomendasi dari pemerintah Propinsi Jawa Timur.

“ Sesuai petunjuk Biro Administrasi Pemerintahan dan Otda Pemprop Jatim di Surabaya, penetapan AKD tidak harus menunggu pengesahan tatib, tapi harus disesuaikan PP No. 12 tahun 2018, “ jelas Ruliono.

Setelah AKD ditetapkan, langkah selanjutnya Badan Musyawarah (Banmus) akan menggelar rapat perdana untuk menjadwalkan kegiatan dewan, seperti penyusunan Rancana kerja (Renja) DPRD, pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran.

Sementara (PPAS) APBD tahun 2020 dan beberapa program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun 2019 yang belum sempat dibahas. (tut/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Banyuwangi

Menyikapi Tuntutan Bacakades, DPRD Wacanakan Pembentukan Pansus

Diterbitkan

||

Bacakades saat hearing dengan Ketua sementara DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara didampingi Michael Edy Hariyanto. (ist)

Memontum Banyuwangi – Pimpinan Sementara DPRD Banyuwangi wacanakan dibentuknya Pansus untuk menyikapi polemik seleksi Calon Kepala Desa.

Hal ini disampaikan Ketua Sementara DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara saat menemui puluhan Bakal Calon Kepala Desa yang berunjuk rasa di gedung dewan, Senin (16/09/2019) siang.

“Kalau memang dibutuhkan dan disepakati oleh semua fraksi, kita akan bentuk pansus Pilkades serentak,” katanya.

Pansus, kata Made, baru bisa dibentuk setelah alat kelengkapan dewan terbentuk. “Alat kelengkapan dewan kan belum terbentuk dan pimpinan masih sementara. Baru kalau sudah terbentuk semua, Pansus bisa diusulkan,” katanya.

Terkait tuntutan Bacakades yang meminta transparansi atas lembar jawaban hasil tes tulis, Made berharap agar Pemkab Banyuwangi bisa menyampaikan secara terbuka apa yang menjadi tuntutan tersebut.

Sebab, jika hal ini dibiarkan dan tidak ada kejelasan, pihaknya khawatir akan berdampak terhadap pelaksanaan Pilkades serentak yang akan diselenggarakan 9 Oktober mendatang.

“Harapan kita sebagai wakil rakyat, eksekutif bisa secara terbuka, ajak ngomong. Kita tidak ingin Pilkades serentak terganggu atau bahkan gagal dilaksanakan,” pungkasnya. (ras/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler