Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Jelang Pemilu, Tingkat Partisipasi Politik Masyarakat Tinggi Namun Labil Sikap

  • Kamis, 7 Maret 2019 | 18:59
  • / 29 Jumadil Akhir 1440
Jelang Pemilu, Tingkat Partisipasi Politik Masyarakat Tinggi Namun Labil Sikap
Mahatva Yoga, menyampaikan paparannya, disaksikan Komisioner KPU Kota Malang, Ashari Husen. (rhd)

Memontum Kota Malang – Adiwangsa Research dan Consultant memberikan gambaran umum tingkat partisipasi politik masyarakat dalam Pemilu 2019. Adiwangsa menyoroti dua hal, yakni pertama, Survey Partisipasi Politik. Kedua, Elektabilitas dan Popularitas Presiden dan Wakil Presiden, Caleg DPR RI Dapil Jatim V serta DPRD Provinsi Jatim Dapil VI.

Berdasarkan survei yang dilakukan sejak November 2018 hingga Februari 2019, dengan tingkat pengukuran margin error 4,8 persen, dan tingkat kepercayaan 98 persen, pemilih mengambil sikap politik untuk ikut Pemilu 2019 karena 4 faktor, yaitu lembaga pemerintah 56 persen, organisasi sosial 28 persen, media sosial 10 persen, dan kontak pribadi 9 persen.

“Artinya, public trust politic kepada pemerintah masih tinggi. Disusul organisasi sosial yang mereka ketahui dan ikuti. Sementara media sosial tidak terlalu tinggi, karena koresponden didominasi di wilayah pinggiran atau pelosok. Termasuk kedekatan emosional pemilih dengan calon legislatif, dan tingkat pengetahuan terkait capres/cawapres,” jelas ungkap Mahatva Yoga, AP, SIP, M.Sos, Ketua Lembaga Adiwangsa Research dan Consultant, kepada awak media.

Dengan mengambil sampling acak 480 responden di Malang Raya, yang terdiri 230 responden perempuan, dan 250 responden laki-laki, jika dipilah lagi, dari sisi media sosial, platform teks atau tulisan sangat disukai oleh 235 responden, disusul foto 158 responden, video 52 responden, dan audio 21 responden, sisanya undecided voters atau tidak memilih.

“Kami hanya mengelompokkan untuk Caleg DPR RI Dapil Jatim V, dan DPRD Provinsi Jatim Dapil VI. Tidak untuk Caleg DPRD Kabupaten/Kota, karena terlalu banyak. Masyarakat lebih suka membaca tulisan/artikel program yang disodorkan Caleg. Bukan seperti flyer atau spanduk pilihlah saya, saya akan bla-bla. Pesan itu tidak jelas. Meski tak bisa dipungkiri, ketokohan dan artis, itu cukup berpengaruh. Misalnya, popularitas paling tinggi diraih Krisdayanti,” tambah Yoga.

Dari beberapa jawaban responden, alasan memilih, dikarenakan partai politik caleg sejalan dengan pikiran dan ideologi; caleg terkenal, figur tokoh nasional, dikenal, dan dipercaya; caleg loyal dan suka memberi bantuan; keluarga atau yang dituakan memilih caleg tersebut; satu kelompok dengan pemilih, dan lainnya.

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional