Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Ratusan Rumah Warga di Lamongan Terendam Luapan Bengawan Solo

  • Minggu, 10 Maret 2019 | 22:10
  • / 3 Rajab 1440
Ratusan Rumah Warga di Lamongan Terendam Luapan Bengawan Solo

Memontum Lamongan – Meluapnya air Bengawan Solo menyebabkan ratusan rumah warga di wilayah Kabupaten Lamongan terendam. Yuhronur Effendi, Ketua Satlak Penanggulangan Bencana Daerah Lamongan mengatakan ratusan rumah warga yang terendam tersebut tersebar di lima kecamatan, diantaranya berada Kecamatan Babat, Laren, Maduran, Sekaran dan Babat.

“Rumah yang terendam sekitar 400 an dari lima kecamatan, akan tetapi tujuh kecamatan yang rawan banjir tetap kita pantau,” kata Yuhronur yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten Lamongan. Minggu (10/3/2019).

BPBD Lamongan saat melakukan peninjauan rumah warga yang terendam banjir akibat luapan air bengawan solo

BPBD Lamongan saat melakukan peninjauan rumah warga yang terendam banjir akibat luapan air bengawan solo

Berdasarkan data BPBD Lamongan, ada sebanyak 16 desa di 5 kecamatan yang terimbas banjir dintaranya Kelurahan Banaran di Kecamatan Babat, Desa Jangkungkusumo di Kecamatan Maduran, Desa Mertani di Kecamatan Karanggeneng. Di Kecamatan Glagah, banjir merendam 4 desa, yaitu Desa Meluwur, Karangturi, Konang dan Mendolo.

“Dan untuk kecamatan Laren terbanyak yang terkena imbas luapan Bengawan Solo, yaitu Desa Durikulon, Keduyung, Pesanggrahan, Bulutigo, Mojoasem, Plangwot, Laren, Siser dan Centini,” ujarnya. Menurutnya, untuk mengantisipasi adanya banjir ini, BPBD Lamongan telah mempersiapkan sejak awal musim penghujan.

“Di sejumlah tempat di Lamongan mejadi siklus banjir, mengalami banjir, jadi kami sudah persiapkan lebih awal. Beberapa hal sudah kami persiapkan diantaranya alat berat, gedek sesek dan sak yang di isi pasir,” jelas Yuhronur. Misalnya, sambung Yuhronur, kemarin di Desa Meluwur Kecamatan Glagah. Setelah mendapatkan laporan dari warga, petugas BPDB langsung disiagakan alat berat sampai dengan saat ini.

“Selain itu, saat ini juga Pompa air sudah mengaktifkan. Dan terkait bantuan sudah kami persiapkan tinggal pendistribusiannya,” ungkapnya. Sementara untuk lahan pertanian, Yuhronur menyebutkan pihaknya hingga saat ini masih melakukan pendataan.

“Terkait lahan pertanian yang terendam, kami masih terus melakukan pendataan sehingga belum ada data pasti. Diperkirakan ada ratusan lahan pertanian,” tutur Yuhronur. (ifa/zen/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional