Connect with us

Kota Malang

Indosat Ajak Mahasiswa UMM Pecahkan Masalah Melalui Teknologi Digital

Diterbitkan

||

Praktisi Indosat mengajak mahasiswa UMM pecahkan masalah melalui peluang teknologi digital. (rhd)

Memontum Kota Malang—–Generasi milenial dianggap lebih melek teknologi dan tertantang dalam mengambil peluang revolusi industri 4.0. Tentunya melalui literasi digital, para milenial akan lebih mudah menemukan jalan dalam memenuhi passion-nya. Meski tak dapat dipungkiri, ditengah dengungan start-up yang cukup dahsyat, generasi milenial sebagai pengguna internet di Indonesia, sebagian diantaranya masih buta huruf secara digital untuk mendapatkan potensi penuh dari Internet.

“Kemajuan teknologi yang cepat perlu diimbangi oleh kecerdasan pengguna. Dimana netizens sebagai pengguna harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi keandalan sumber online dan memerangi berita palsu, tipuan, dan diskriminasi online. Dalam literasi digital, pengguna internet perlu memahami pentingnya melindungi informasi pribadi dan detail pribadi, agar tidak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkap President Director dan CEO IndosatM2 Hari Sukmono, saat memberi kuliah tamu bertemakan “Startup Milenial Berkemajuan”, di Theater Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (18/3/2019).

 Para mahasiswa UMM, berani menerima tantangan

Para mahasiswa UMM, berani menerima tantangan

Kehadiran pimpinan perusahaan internet dan multimedia ini sebagai tindak lanjut kerjasama UMM dan IndosatM2 beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan ini, Hari memberi kuliah seputar literasi digital kepada mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Teknik UMM. “Internet telah mengubah dunia yang manusia tempati saat ini, termasuk mengubah cara kita bekerja. Lebih jauh lagi, literasi digital sangat penting untuk pekerjaan di masa depan. Nah, kami ingin merangsang mahasiswa untuk menggali ide dan menerjemahkan dalam start-up. Ternyata sebagian besar mahasiswa berpikir terlalu jauh. Sebenarnya cukup diawali dari hal kecil di sekitar kita, atau pengalaman pribadi untuk memecahkan masalah,” terang Hari.

Beberapa start-up yang dibina Indosat, meniti kesuksesan karena berawal dari memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat. Literasi digital terdiri dari tiga aktivitas, yaitu menemukan, mengevaluasi dan mengonsumsi konten digital; membuat konten digital; serta berkomunikasi atau membagikannya. “Seperti Bukalapak, Go-Jek, itu kan dari literasi masalah sederhana. Dan ternyata peminatnya cukup aktif, hingga sukses seperti ini. Sehingga mahasiswa dituntut kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, membuat, dan mengkomunikasikan yang membutuhkan keterampilan kognitif dan teknis,” papar Hari.

Senada, Performance and Service Monitoring Manager PT Indosat Ooredoo, Denni Murthi, mengatakan ada jutaan perangkat yang bisa mengakomodasi kebutuhan manusia. Namun sebagian civitas akademika sebagai generasi milenial belum mampu mewujudkan. “Tercatat penggunaan internet itu 70 persen, sisanya untuk medsos. Memang bisnis model memerlukan riset yang cukup rumit. Intinya jangan ada perhitungan langsung untung. Perlu role dan step agar start-up diminati lebih banyak orang. Sehingga ketika pengguna banyak, keuntungan akan datang sendiri. Kemudian kita bisa melemparkan start-up lain kepada pemodal,” jelas Denni.

Belum usai Revolusi Industri 4.0, dunia mulai dihadapkan dengan Industry 5.0 atau era masyarakat cerdas (smart society). Dimana perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan juga harus masuk dan mulai melakukan penyesuaian ke era ini. Pun Smart University tidak hanya menunjang proses belajar-mengajar, tapi juga mendukung decision support system (DSS) dalam membantu seorang pimpinan membuat keputusan. “Karena semakin luas rentang kendali para pimpinan, tentu dibutuhkan waktu dan pengambilan keputusan yang sangat cepat. Sehingga sistem ini akan sangat membantu dan perkembangan dunia di luar kampus juga teramat cepat, sehingga kita juga harus melakukan penyesuaian,” kata Dr. Ahmad Mubin, ST., MT. Dekan Fakultas Teknik.

Kerjasama Indosat-UMM, meliputi dukungan penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan vokasi dengan menyediakan tenaga pengajar; pembangunan dan peningkatan infrastruktur jaringan ICT; penyusunan kurikulum pendidikan vokasi; penyiapan tempat praktik kerja lapangan/pemagangan; penyediaan supervisor dan tugas akhir, penyediaan laboratorium; serta pengembangan IPTEK dan Sains. (adn/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Terpopuler