Connect with us

Kabupaten Malang

Digelontor Dana Rp 50juta, BUMDes Mitra Abadi Rembun Dampit Lembarkan Sayap

Diterbitkan

||

H.Suliadi Kepala Desa Rembun. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)
Memontum Malang —Setelah digelontor dana Rp 50 juta dari Provinsi JawaTimur, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Abadi Desa Rembun Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, kini mulai “melebarkan sayap”.
Namun, belum ada kejelasan, kapan tepatnya bantuan tersebut diserahkan? Yang jelas, dana bantuan sebesar itu nantinya dapat dipergunakan untuk tambahan modal usaha. Bantuan serupa juga bakal diserahkan kepada 10 BUMDes di wilayah Kabupaten Malang.
Istilah Wati Sekretaris BUMDes Mitra Abadi. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)

Istilah Wati Sekretaris BUMDes Mitra Abadi. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)

  Istilah Wati, Sekretaris BUMDes Mitra Abadi Rembun menjelaskan, sebagian dana tersebut nantinya akan dipergunakan untuk membeli mesin paking plastik untuk kemasan kopi. Hal itu dilakukan, setelah pihaknya bekerjasama dengan kopi Dampit dalam hal pengelolaan manajemen sekaligus pemasaran.
Ditambahkan, selain kopi bubuk, BUMDes yang berdiri tahun 2018 lalu ini juga akan kelola jamu bubuk, jamu gendong dan mengembangkan  berbagai usaha yang sudah ia kelola.
Gedung BUMDes Mitra Abadi Rembun. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)

Gedung BUMDes Mitra Abadi Rembun. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)

“Ke depan, kami juga akan cari terobosan ke pabrik Semen Gresik untuk duduk sebagai distributor. Selain nantinya dapat dijual kepada pemerintahan Desa Rembun, juga untuk persediaan  warga sekitar. Tetapi kami  fokuskan kepada pemerintahan desa.Untuk warga,kami rasa lebih banyak membelinya di toko-toko terdekat, ” terang Istilah Wati Selasa (26/3/2019) siang.
  Selain itu, guna lebih memaksimalkan modal usahanya, BUMDes Mitra Abadi juga akan mengajukan profosal permohonan dana sebesar Rp 150 juta kepada Kepala Desa. Rincinya, permohonan dana sebesar tersebut, Rp75 juta untuk membangun gedung unit usaha diatas lahan milik kas desa Dusun Sentong.Selanjutnya sisanya untuk tambah modal usaha.
  Sementara, Kepala Desa Rembun H Suliadi yang duduk sebagai pengawas berharap, ke depan BUMDes ini agar lebih dikembangkan. Dikatakan, dengan modal awal sebesar Rp 50 juta, BUMDes ini sudah mengelola sejumlah usaha. Seperti halnya e-warung dan berbagai usaha jasa.
“BUMDes Mitra Abadi sudah mengelola beberapa usaha,baik berupa barang maupun jasa.Karena dengan tahapan modal,itu sebagai perkenalan saja. Ke depan, kami berharap, BUMDes ini menjadi sentral perbelanjaan warga desa seperti halnya BUMDes lain yang sudah maju dan berkembang pesat, ” beber Abah Suliadi. (sur/oso)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabupaten Malang

Sasar Warga Usia Produktif, Disnaker Beri Pelatihan Tata Rias Wajah dan Rambut

Diterbitkan

||

Penyerahan alat latihan secara simbolis. (Ist)
Penyerahan alat latihan secara simbolis. (Ist)

Memontum Malang – Dinas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang kembali memberikan pelatihan kepada warga dan masyarakat. Kali ini memberikan pelatihan tata rias dan tata kecantikan rambut.

Kepala Seksi Pelatihan dan Produktivitas, Lilik Faridah menjelaskan, tata rias dan tata kecantikan rambut dipilih karena lebih mudah diaplikasikan. Sehingga lebih mampu lebih cepat memberikan pemasukan bagi warga peserta pelatihan.

Dijelaskan Lilik,tujuan dari digelarnya kegiatan yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini adalah untuk memberikan kemampuan bagi warga masyarakat. Sehingga diharapkan bisa membantu menciptakan lapangan kerja baru dengan berwirausaha.

Lanjut Lilik, sesuai dengan program dari Pemerintah Kabupaten Malang. Yakni mengentaskan angka kemiskinan, lingkungan hidup dan optimalisasi pariwisata.

“Dengan memberikan bekal dan kemampuan bagi masyarakat, harapannya dapat mengentaskan kemiskinan karena membantu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” terang Lilik, saat pembukaan kegiatan di LPK Sandra Rashika, Kromengan, Kamis (14/11/2019) siang.

Juga dijelaskan Lilik, kegiatan ini digelar di tiga LPK yang berbeda. Yakni LPK Sandra Rashika, Kromengan, LPK Saraswati, Kepanjen dan LPK Rasmita Asri, Singosari.

“Kalau belajar tata rias dan tata rambut kan bisa langsung diaplikasikan. Memotong rambut tetangga misalnya, kan lumayan busa dapat income. Usaha itu tidak harus bermodal besar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kromengan, Bambang Zazuli meminta kepada Disnaker agar sering menggelar kegiatan pelatihan di desanya. Dia berharap agar warganya memiliki lebih banyak kemampuan.

“Jika ada kegiatan pelatihan lain, mungkin bukan hanya untuk tata rias tapi juga pelatihan yang lain,” katanya.

Bambang juga berpesan agar para warga peserta pelatihan mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. Karena selain bermanfaat bagi warga, juga mampu membantu warga membuka lapangan pekerjaan baru.

“Diikuti dengan serius, jangan sampai absen. Tren kecantikan, tata rias dan tata rambut selalu berkembang. Jadi harus diikuti dengan benar,” tegasnya.

Sementara itu, pemimpin LPK Saraswati, Sandra Permana menjelaskan ada beberapa materi yang diberikan. Diantaranya, make up dasar, tata rambut dasar dan creambath.

“Termasuk potong rambut sehingga lebih mudah diaplikasikan,” katanya. (Sur/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Kabupaten Malang

Pemkab Malang Jajaki Kerjasama Literasi Keuangan dengan BNI

Diterbitkan

||

Pemkab Malang Jajaki Kerjasama Literasi Keuangan dengan BNI

Memontum Malang – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Tenaga Kerja menjajaki literasi keuangan dengan BNI. Hal itu dilakukan untuk Menjalin kerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dalam rangka literasi keuangan bagi para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI)dari Wilayah Kabupaten Malang.

Tegap Hardjadmo SH dari PT Tegar Ayu Mandiri menjelaskan, melalui program literasi keuangan ini para Calon PMI diharapkan akan mendapatkan pengetahuan dan pengenalan tentang produk dan jasa perbankan.

Selain itu juga bagaimana mengatur keuangan sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Pasal 35.

Isinya, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya wajib melakukan pelindungan ekonomi bagi Calon Pekerja Migran Indonesia dan atau Pekerja Migran Indonesia melalui pengelolaan remitansi dengan melibatkan lembaga perbankan atau lembaga keuangan non bank dalam negeri dan negara tujuan penempatan, edukasi keuangan agar Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya dapat mengelola hasil remitansinya dan edukasi kewirausahaan.

Sebagai informasi, PT Tegar Ayu Mandiri merupakan Konsultan Koperasi Simpan Pinjaman Karsa Mandiri, yang merupakan Mitra Linkage Bank BNI dalam penyaluran KUR Penempatan TKI.

“Kami akan bekali para Calon PMI dengan pengetahuan tentang jasa perbankan, mengatur keuangan dari pendapatan selama menjadi PMI serta tata cara pengiriman uang dan beberapa fungsi lembaga keuangan. Jadi selama PMI bekerja di luar negeri, hasil kerja dapat disimpan dan atau di investasikan. Kebanyakan selama ini para PMI yang bekerja di luar negeri belum mampu mengelola penghasilannya secara bijaksana sehingga uangnya habis untuk kebutuhan konsumtif,” urai Tegap, Kamis (3/10/2019) siang.

Rapat Literasi Keuangan Pekerja Migran Indonesia. (ist)

Rapat Literasi Keuangan Pekerja Migran Indonesia. (ist)

Dijelaskan Tegap, melalui kerjasama literasi keuangan antara Pemkab Malang dengan BNI, nantinya akan memberikan kemudahan akses bagi para Calon PMI atau PMI maupun keluarga dalam pengajuan pembiayaan baik pembiayaan penempatan maupun purna penempatan dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang berbunga rendah dengan persyaratan yang tidak memberatkan.

Guna mematangkan program kerjasama literasi keuangan antara Pemkab. Malang dengan salah satu bank BUMN terkemuka tersebut, Dinas Tenaga Kerja, BNI serta Pemkab Malang telah melakukan Rapat Koordinasi dengan para pemangku kebijakan yang dilakukan di Hotel Atria pada Kamis (26/9/2019 lalu.

Tidak berhenti disitu, lanjut Tegap, Pihak BNI dan Pemkab Malang juga melakukan study banding ke Pemkab Cirebon untuk mempelajari lebih detil pola kerjasama serta mekanisme implementasi atas kerjasama yang akan mereka lakukan nantinya. Rombongan Pemkab Malang bertolak ke kabupaten yang khas dengan empal gentongnya itu pada Kamis (3/10/2019) kemarin.

“Pemkab Cirebon telah lebih dahulu melakukan kerjasama tentang Literasi keuangan bagi Calon PMI atau PMI dan keluarganya dengan Bank BNI,” katanya.

Pria yang aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan ini menambahkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan baik teknis maupun administrasi, serta persiapan terkait prosedur maupun sistem pendukung untuk registasi para Calon PMI dalam program tersebut. Termasuk diantaranya dalam pembukaan rekening, permohonan KUR, payment secara non tunai maupun transaksi perbankan lainnya termasuk dalam hal pengurusan dokumen para Calon PMI.

Melalui program Literasi keuangan,Tegap kepada PMI maupun keluarganya yang akan dikerjasamakan antara Pemkab. Malang dengan BNI dapat memberi kesejahteraan bagi para PMI dan keluarganya warga Kabupaten Malang.

Adapun target berikutnya tandas Tegap, bahwa melalui PT Tegar Ayu Mandiri akan menarik investor asing untuk melakukan investasi peningkatan kualitas SDM untuk mengisi peluang kerja baik di dalam negeri maupun negara penempatan PMI. (Sur/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler