Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

STTS Kenalkan Inovasi SimaPro dan Reverse Osmosis untuk Manajemen Lingkungan Industri

  • Kamis, 4 April 2019 | 12:11
  • / 28 Rajab 1440
STTS Kenalkan Inovasi SimaPro dan Reverse Osmosis untuk Manajemen Lingkungan Industri
Rustam Aji, Unit Manager Communication & CSR MOR V - Jatimbalinus Pertamina (gie)

Memontum SurabayaSekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS) memperkenalkan inovasi SimaPro dan Reverse Osmosis untuk upaya perbaikan kinerja perusahaan. Inovasi ini bertujuan agar pelaku usaha juga turut serta dalam menjaga lingkungan dengan mengelola limbah yang dihasilkan industri.

“Jadi SimaPro adalah perangkat lunak yang memungkinkan penggunanya menggunakan data global untuk melakukan analisis siklus hidup produknya,” kata Ketua Pelaksana Sri Rahayu dalam acara Semiloka Sehari Penerapan EMA dan LCA untuk Memperbaiki Kinerja Perusahaan di Auditorium STTS, Selasa (2/4/2019).

Penggunaan inovasi ini harus dibarengi dengan manajemen lingkungan dengan menerapkan dua hal yakni Environment Management Accounting (EMA) seabagai alat ukur kinerja lingkungan perusahaan, baik bersifat jangka panjang maupun jangka pendek, dari perspektif keuangan maupun fisik. Selanjutnya Life Cycle Management (LCA) merupakan bagian dari EMA yang khusus menilai dan mengukur total dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh sebuah produk dan pengemasannya.

Alumni EMA Small to Medium Entreprises (SEA), Tigor Tambunan menyampaikan Reverse Osmosis berfungsi untuk menyaring berbagai macam air yang meliputi air PDAM, air sumur, air sungai yang disaring menjadi air berkualitas tinggi. “Alat ini disediakan untuk berbagai skala, termasuk dalam skala kecil yang bisa digunakan untuk rumah tangga,” kata dia.

Jadi technology filter air industrial reverse osmosis ini dapat digunakan untuk menyaring air mulai dari rumah tangga, industri menengah hingga industri besar. Menurutnya teknologi filter air industrial sangat bermanfaat untuk mendapatkan sumber daya air berkualitas tinggi yang sangat vital untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi produksi sektor manufaktur tertentu.

Tigor menyampaikan untuk penunjang reserve osmosis dilengkapi dengan Teknologi 3D Scanner yang merupakan salah satu teknologi digital tercanggih untuk membantu proses perhitungan siklus hidup sebuah produk. “Jadi kedua inovasi ini untuk melihat kegiatan Industry mulai dari aspek bahan, proses pembuatan, penggunaan produk, dan lain-lain sepanjang siklus industrinya,” ujarnya.

Inovasi dan manajemen ini dilatarbelakangi dengan data World Economic Forum yang menyatakan bahwa Indonesia penyumbang limbah plastik terbesar di dunia. Ditambah paradigma manajemen lingkungan tradisional yang menganggap manajemen lingkungan identik dengan manajemen limbah (waste) yang harus dibuang. Karena dalam pengelolaanya harus menggunakan biaya yang mahal.

Hal tersebut menyebabkan perusahaan enggan mengelola limbah. Menurutnya hal ini harus diubah, karena jika tidak keberlanjutan daya topang masa depan bumi terhadap kehidupan manusia akan semakin mengkhawatirkan.

Sementara itu, Founder PT. Life Cycle Indonesia, Jessica Hanafia mengungkapkan, sebenarnya acara semiloka ini yang penting. Sebab akan tahu cara pengaplikasian rasa assessment dalam memperbaiki kinerja perusahaan. Dan di acara ini, ia ingin membuka perspektif dari industri dan partisipan.

“Tujuannya untuk membuka perspektif , supaya perusahaan dapat mengetahui dampak lingkungan mereka itu apa saja, baik dari dalam perusahaan maupun di dalam konsumsi dari produk yang mereka hasilkan ataupun akhir hidup dari produk yang mereka hasilkan. Membuka perspektif itu,” tutupnya. (est/ano/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional