Connect with us

Kota Batu

Heli Suyanto Siap Kawal Bantuan Keluarga Sumarto

Diterbitkan

||

Heli Suyanto

Memontum Kota Batu – Heli Suyanto anggota DPRD Kota Batu mengatakan sangat prihatin dengan kehidupan keluarga Sumarto. Betapa tidak, Sumarto bersama istri dan 2 anaknya masih belum beruntung dan terpaksa menempati bekas kandang kambing sebagai rumah tinggal.

“Pastinya saya akan mengawal bantuan buat keluarga ini. Saya sudah melihat kondisi yang sebenarnya,” kata Heli Suyanto yang kini menjadi calon legislatif (caleg) nomor urut 1 Partai Gerindra dengan daerah pilihan Bumiaji.

Ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi rumah Sumarto yang jauh dari kelayakan sebagai rumah tinggal. Dimana, rumah Sumarto ini berada di areal kebun yang sebelumnya milik Amir warga Dusun Banaran Krajan Desa/Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

“Saya sempat komunikasi langsung, bahwa kandang atau rumah itu merupakan hibah atau dibeli dengan cara dicicil dari Bapak Amir. Kabarnya sudah memberi Rp 25 juta. Ini menandakan sudah layak kalau dapat bantuan bedah rumah, ” kata Heli, Minggu (7/4/2019).

Untuk sementara, lanjut Heli, bantuan sementara segera diberikan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Pemkot Batu. Hal itu setelah Dinsos ditelepon langsung.

“Iya saya sudah hubungi ibu Lilik (Kadinsos Batu). Kabarnya akan memberikan bantuan yang sifatnya sementara segera bisa dilakukan, ” tutur Heli yang punya kegemaran olahraga jalan kaki atau hash ini.

Dia juga ungkapkan, pastinya akan ada bantuan yang lebih bisa membantu keluarga Sumarto. Yakni sebuah rumah layak huni. “Setidaknya anak daripasangan suami istri (Sumarto dan Kastiani) tidak minder, ” ujar Heri dengan optimis.

Baca : Kisah Keluarga Sumarto, Warga Banaran Bumiaji Kota Batu, Dua Tahun Tidur di Bekas Kandang Kambing

Sebagaimana diketahui Heli Suyanto dikenal sangat peduli dengan masyarakat. Apalagi ketika menjadi anggota dewan, peduli dan selalu siap membantu masyarakat yang membutuhkan tenaga dan kewenangannya selaku anggota dewan atau wakil rakyat.

Sementara itu, Sumarto sangat berharap bantuan dari pemerintah setempat. Baik dari desa, kecamatan maupun pemerintah kota. Dan, sangat bersyukur dengan anggota dewan, seperti Heli Suyanto yang siap membantu.

“Saya bersama keluarga hanya bisa sampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Heli yang sudah peduli kepada kami. Semoga semua dewan seperti Pak Heli ini, ” pungkasnya. (jun)

 

Kota Batu

Puluhan Siswa SLB Negeri ABD Kedung Kandang Kunjungan ke Museum Tubuh Komplek Jatim Park 1

Diterbitkan

||

Puluhan Siswa SLB Negeri ABD Kedung Kandang Kunjungan ke Museum Tubuh Komplek Jatim Park 1

Memontum Batu – Puluhan murid dari Sekolah Luar Biasa (SLB) ABD, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang, mengunjungi The Bagong Adventure ‘Museum Tubuh’, Jatim Park I, Kota Batu, Kamis (26/9/2019) siang.

Program outing class ini, menurut Plt Kepala Sekolah SLB ABD Iskandar sebagai upaya pihak sekolah memberikan pengalaman langsung kepada murid serta menambah pengetahuan guna membangun karakter Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

“ABK perlu penangganan khusus, agar tidak jenuh belajar di sekolah kami inisiasi program outing class. Ini merupakan agenda tahunan selain Persami (perkemahan sabtu minggu ). Murid sangat senang, karena bisa belajar dan melihat langsung apa saja fungsi tubuh kita,” terang Iskandar.

Meski kunjungan pertama ke Museum Tubuh, Iskandar mengaku murid sangat senang karena bisa mendapatkan wawasan secara jelas sekaligus penjelasan fungsi tubuh.

” Tubuh kita adalah anugerah yang sempurna pemberian Tuhan YME. Pembelajaran ini membuat kita mengerti serta bisa mensyukurinya,” tambahnya.

Kemudian, ini merupakan salah satu cara pihak sekolah menggali niat bakat murid. Karena selaku guru pendamping dan orang tua wajib terus menggali dan mendorong potensi ABK.

” Beberapa program pendukung selain outing class yaitu ekstrakulikuler pengembangan bakat, misal melukis, menari dan musik. Kita harus mendampingi mereka supaya tidak berkecil hati dibanding anak-anak lainnya. Mereka kita yakinkan pasti memiliki potensi yang luar biasa,” ucap Iskandar kembali.

Salah satu guru SLB ABD, Gunawan Multi Alam mengatakan, total ada 60 murid tingkat SD-SMA dan 15 guru pendamping mengikuti kegiatan ini. Tiap tahun program ini dilakukan namun berpindah-pindah tempat.

Harapannya kegiatan bisa memberikan satu pelajaran langsung, bukan hanya teori. Karena pembelajaran abstrak sulit diterima oleh ABK.

” Murid Tuna Rungu, Tuna Wicara dan Tuna Daksa semua senang. Murid tuna rungu misalnya bisa mengetahui organ tubuh bahaya merokok untuk paru-paru. Lalu, tuna daksa yang memilik gangguan gerak bisa mengetahui fungsi kaki, tangan dll,” tutup Gunawan. (bir/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Heboh Koin Peninggalan Dinasti Ming di Kota Batu

Diterbitkan

||

Heboh Koin Peninggalan Dinasti Ming di Kota Batu

Memontum Kota Batu – Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Batu digegerkan dengan temuan koin cina disaat melakukan pembangunan dua kelas di sekolah tersebut. Koin tersebut ditemukan oleh Prapto Sutrisno, 45 tahun warga Temas kecamatan Batu Kota Batu saat tengah menggali lubang untuk pondasi hingga akhirnya membuat warga sekolah heboh dengan temuan tersebut.

“Tanah disini cukup keras, namun ada satu tempat yang cukup gembur. Ketika titik itu saya cangkul malah mengenai benda logam hingga mengeluarkan suara gemerincing,” ungkap Prapto. Mengetahui hal tersebut ia segera memberitahukan pihak sekolah dan mengumpulkan koin tersebut dalam sebuah wadah.

Sementara itu Noerad AP Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan menerangkan bahwa koin yang ditemukan tersebut diperkirakan dari Dinasti Ming. Hal ini dikarenakan pada koin tersebut masih ditemukan gambar lapisan pati nasi.

“Jumlahnya belum kami hitung karena akan kami konsultasikan dengan BPCB Trowulan,” terang Noerad. Ia juga menambahkan pihaknya memperkirakan koin tersebut sengaja ditimbun sebagai tabungan mengingat pada saat itu menabung uang dengan memendamnya di tanah merupakan salah satu kebiasaan dari warga cina dahulu kala.

Disinggung terkait pengembangan temuan, Noerad membeberkan pihak Dinas Pariwisata Kota Batu tidak akan melakukannya karena tanah tersebut merupakan aset dari SLBN Kota Batu.

“Kalau adapun mungkin di titik lain karena tempat ditemukannya koin tersebut masih memiliki jarak yang dekat dengan Mbah Batu yang dipercaya sebagai bedah kerawanan (membuka lahan pemukiman untuk pertama kali) Kota Batu,” tandasnya. (bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Batu

Gali Potensi Wisata Budaya, Dinas Pariwisata Kota Batu Gelar Bimtek 50 Guide Lokal

Diterbitkan

||

Gali Potensi Wisata Budaya, Dinas Pariwisata Kota Batu Gelar Bimtek 50 Guide Lokal

Memontum Kota Batu – Kunjungan wisata di Kota Batu yang selalu meningkat membuat Kota Pariwisata tersebut mulai kewalahan. Pasalnya 43 tempat wisata di Kota Batu hingga saat ini masih belum memiliki guide lokal. Maka, Dinas Pariwisata menggelar Bimtek kepada pegiat seni budaya di Balaikota Among Tani, Selasa siang (24/9/2019).

“28 Destinasi Wisata Buatan dan 15 Wisata Desa di Kota Batu. Oleh sebab itu kami membimbing pemuda dan pegiat seni di Kota Batu untuk menjadi Guide Wisata dan Budaya,” ungkap Elok Tri Wahyuni Staff Bidang Pengembangan SDM Pariwisata. Ia mengungkapkan sengaja mengambil Guide Lokal dari pegiat seni dan budaya dikarenakan masih minimnya pengetahuan seni dan budaya baik dari pengelola maupun wisatawannya.

Elok menambahkan dalam bimbingan ini, selain dididik menjadi guide lokal, peserta diharapkan dapat memperdalam dan menemukan 12 unsur agar Kota Wisata Batu bisa menjadi Kota Pariwisata seutuhnya. Rincian unsur tersebut diantaranya bahasa, tradisi, kerajinan tangan, makanan dan kebiasaan pangan, musik dan kesenian, sejarah tempat, cara kerja teknologi, agama, bentuk dan karakteristik arsitektur, tata cara berpakaian, aktifitas, serta sistem pendidikan.

“Contohnya di Bali, kedua belas unsur tersebut telah terpenuhi sehingga wisatawan yang datang tahu kalau tari kecak adalah kesenian Bali, histori dan bentuk arsitektur bangunan yang hanya ditemukan di Bali, dan ayam betutu adalah makanan khas Bali. Oleh sebab itu Guide lokal harus bisa menemukan unsur-unsur ini,” ungkap Elok. Sedangkan di Kota Batu sendiri saat ini hanya memenuhi 3 unsur saja dan yakni bahasa, tradisi, serta kesenian dan kebudayaan.

Ia menambahkan Kota Batu sendiri saat ini telah memiliki 440 unsur kesenian dan kebudayaan seperti bantengan, jaranan, jamasan dan lain sebagainya. “PR nya tinggal menggali Potensi lainya saja agar Kota Batu bisa seutuhnya menjadi Kota Pariwisata tingkat Dunia setelah Bali dan Yogyakarta,” tandasnya. (bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler