Connect with us

Lumajang

Jelang Pemilu Maling Sapi di Lumajang Marak

Diterbitkan

||

Memontum LumajangJelang Pemilu 2019 Kasus Pecurian di Kabupaten Lumajang Jawa Timur marak lagi, Sapi betina milik Nurul(32) Warga Dusun Bekah Desa Sawaran Lor Kecamatan Klakah digondol Maling pada Rabu(10/4/2019). kejadian diketahui pukul 06.00 WIB pagi, Sapi sudah dikeluarkan Induk dan anaknya dari kandang, namun anak sapi ditinggal dibelakang rumah, kemudian Korban segera minta tolong warga dan melaporkan kejadian ke Polsek Klakah. Selanjutnya secara bersama-sama melakukan pengengejaran, akhirnya Sapi berhasil ditemukan di Desa Wonoasri Kec Kuripan Kabupaten Probilinggo.

Kejadian ini tentu sangat meresahkan masyarakat, betapa tidak, ditengah gencar-gencarnya upaya aparat kepolisian memerangi tindak kriminalitas, Maling Sapi masih saja nekat. Padahal tidak sedikit pelaku yang sudah ditembak. Sejak 31 Maret 2019 hingga sekarang tercatat beberapa TKP menjadi korban keganasan Maling Sapi hingga berhasil menggasak belasan ekor, beruntung beberapa di antaranya berhasil diketemukan setelah masyarakat bersama aparat berupaya melakukan pencarian.

Dikutip dari ANTARA News Jawa Timur, Berdasarkan data yang dihimpun Polres Lumajang, baik dari yang dilaporkan maupun yang tidak, Selama Oktober hingga Desember 2018 saja tercatat sebanyak 36 kasus pencurian sapi. Terobosan demi terobosan untuk menanggulangi juga terus dilakukan dengan bersinergi bersama masyarakat diantaranya dengan pembangunan garasi ternak yang dikenal dengan “gaster”, penggunaan rantai sapi, pembentukan satgas keamanan di setiap desa dengan jumlah 30-50 orang per desa yang diinisiasi oleh Kapolres AKBP Arsal Sahban. Bahkan pasca ada kejadian kapolres nyatakan, Penggerebekan dan penggeledahan kandang dari kampung ke kampung akan terus dilakukan.

“jika terjadi pencurian sapi, maka kami akan langsung melakukan penggrebekan di kampung-kampung sekitar,” ujarnya saat itu.

Peristiwa maraknya Kasus pencurian sapi jelang pemilu kali ini mengingatkan masyarakat lumajang pada kejadian menjelang Pilkada tahun lalu, Jelang pilkada tahun lalu aksi kriminalitas khususnya curwan juga marak, dalam satu kecamatan saja saat itu ada 9 ekor sapi yang digarong. Sebanyak 5 ekor terjadi di Desa Penawungan dan 4 ekor di Desa Ranuyoso Kecamatan Ranuyoso kabupaten lumajang.(adi/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lumajang

Safari TNI-KB-Kesehatan Lumajang Tembus 6.455 Akseptor

Diterbitkan

||

Safari TNI-KB-Kesehatan Lumajang Tembus 6.455 Akseptor

Memontum Lumajang – Sebanyak 6.455 Akseptor berhasil dicapai dalam program pelayanan TNI-KB-Kesehatan untuk periode Juli hingga September 2019, yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang.

Hal tersebut disampaikan oleh Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf Ahmad Fauzi, S.E., saat menutup secara resmi pelaksanaan Program Safari TNI KB Kesehatan tahun 2019, bertempat di Aula Raden Wijaya Makodim 0821 Lumajang, Jawa Timur, Kamis (26/9/2019).

Fauzi juga mengatakan, bahwa Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah yang telah dilaksanakan sejak beberapa tahun yang lalu, dan sampai saat ini masih terus dilakukan, sebagai upaya untuk menekan lajunya angka pertumbuhan penduduk.

“Dalam pelaksanaannya, Kodim 0821 Lumajang bermitra dengan Disdalduk KB & PP (Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, red) untuk membangun kependudukan agar tumbuh seimbang dengan daya dukung yang tersedia,” katanya.

Selain itu, dikatakan Fauzi, bahwa kesadaran masyarakat Lumajang akan pentingnya program KB Kesehatan sangat tinggi, hal tersebut dibuktikan dengan jumlah capaian Akseptor yang cukup bagus di periode Juli hingga September 2019.

“Ini semua adalah hasil kerja keras dari semua jajaran TNI yang bersinergi dengan petugas PLKB (Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana,red) dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya keluarga pra sejahtera di Kabupaten Lumajang.

Dalam kesempatan tersebut, Fauzi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran progran Safari TNI KB Kesehatan tahun 2019. Ia juga beharap dengan dilakukannya program ini dapat mendukung upaya pemerintah daerah dalam menyejahterakan masyarakat, khususnya keluarga pra sejahtera di wilayah Kabupaten Lumajang. (adi/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Lumajang

Semeru Kebakaran, Wabup Lumajang Imbau Jangan Lakukan Pendakian

Diterbitkan

||

Semeru Kebakaran, Wabup Lumajang Imbau Jangan Lakukan Pendakian

Memontum Lumajang – Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., menghimbau agar para pendaki tidak melakukan aktifitas pendakian jalur Gunung Semeru dalam beberapa waktu ini. Hal itu disampaikan Wabup saat melakukan peninjauan dan koordinasi terkait upaya pemadaman kebakaran diwilayah TNBTS. Kamis sore (26/9/2019).

“Jalur pendakian dari Ranupani ke Ranu Kumbolo sudah ditutup total sampai batas waktu dinyatakan aman dan api sudah tidak ada lagi, Kepada teman-teman pendaki, jangan coba-coba untuk melanggar aturan ini, karena itu sudah diluar tanggung jawab pemerintah,” himbau Wabup.

Ditemui saat bersama Komandan Kodim 0821 Lumajang, Kolonel Inf. Ahmad Fauzi, S.E., di Ranupani, Wabup mengatakan untuk melakukan upaya pemadaman api, sudah disiagakan 60 personil gabungan dari TNI, POLRI, BPBD Kabupaten Lumajang, Personil TNBTS, relawan dan masyarkat sekitar dengan menggunakan gepyok.

“Semua bergerak setiap hari, di empat titik dengan alat seadanya, karena tidak mungkin menggunakan mobil, dengan alat gepyok,” ujar Wabup.

Wabup menjelaskan sekitar 80 haktere lahan terbakar. Api cepat menyebar melalui alang-alang kering dan semak-semak yang sudah banyak yang kering.

Dari data BPBD Kabupaten Lumajang, per 26 September 2019, Titik api bertambah menjadi 35, masih belum bisa dikendalikan yang tersebar di beberapa Blok Ranu Kembang, Pusung Gendero, Ayek-ayek dan Watu pecah, dan Resort PTN Ranupani. Pengaruh angin yg sangat kencang, lokasi bertebing dan berbukit, menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman. Untuk kondisi di pos Ranupani maupun Ranu Kumbolo sudah tidak ada aktifitas pendakian. (adi/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler