Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Bawa Nama Indonesia, Mahasiswa UMM Raih 3 Medali Trinity College USA

  • Selasa, 23 April 2019 | 18:55
  • / 17 Sya'ban 1440
Bawa Nama Indonesia, Mahasiswa UMM Raih 3 Medali Trinity College USA
Rohmansyah, Ken Dedes Maria Khunty, dan Alfan Achmadillah Fauzi, menunjukkan penghargaan dan robot andalannya. (rhd)

Memontum Kota Malang—–Tim Robotik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapatkan raihan gemilang dalam gelaran Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) di Trinity College Hartford Connecticut, Amerika Serikat, (13-15/4/2019). Ketiga tim kebanggaan UMM dan Indonesia ini meraih juara pertama (Dome_INA) dan kedua (Zhafarul) untuk kategori robot pemadam api berkaki, serta juara dua (Muforina) untuk kategori robot pemadam api beroda.

Adalah Rohmansyah, Alfan Achmadillah Fauzi (keduanya menangani robot pemadam api berkaki), dan Ken Dedes Maria Khunty (menangani robot pemadam api beroda), dimana tiga tim Robotik UMM ini ditunjuk menjadi perwakilan Indonesia. Secara tim, Alfan Achmadillah Fauzi (mahasiswa Teknik Elektro) didapuk sebagai perancang pemrograman, Rohmansyah (mahasiswa D3 Teknik Elektro) sebagai perakit perangkat keras, dan Ken Dedes Maria Khunty (mahasiswi Teknik Elektro) mengurusi bagian mekanik.

 Tim UMM, didampingi dosen pembimbing dan Rektor UMM. (rhd)

Tim UMM, didampingi dosen pembimbing dan Rektor UMM. (rhd)

Sebelumnya, mereka berhasil keluar sebagai juara nasional Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) dalam gelaran Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018. Berdasarkan surat penugasan Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Republik Indonesia no. T/274/B3.1/KM/02.04/2019, tim ini didelegasikan untuk bersaing dengan 37 tim dari berbagai negara, seperti Amerika, Israel, China, Kanada, dan lainnya, di ajang Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) di Trinity College Hartford Connecticut, Amerika Serikat.

“Saya tidak menyangka bisa sampai tahap ini dan berhasil membawa pulang juara dua untuk kategori robot pemadam api beroda. Meski secara kecepatan, robot saya mampu mencatatkan waktu tercepat menuju dan memadamkan titik api kurang dari 20 detik. Namun saya menyadari ada satu tahapan dari tiga tantangan final yang tidak bisa diselesaikan, yaitu menyelamatkan boneka sebagai simbol manusia. Secara akumulasi masih di bawah China, sehingga mendapatkan juara kedua,” jelas Ken, sapaan akrab Ken Dedes Maria Khunty.

Mereka mengakui, selain China, saingan terberat lainnya yaitu Amerika Serikat sekaligus tuan rumah. “Alhamdulillah, ada beberapa tim besar sempat mengalami kendala teknis. Setidaknya hal ini sudah sempat kita antisipasi, sehingga tak ada kendala berarti saat lomba. Dan akhirnya tim UMM berhasil meraih hasil sempurna, ketiganya mendapatkan juara,” jelas Alfan, diamini Romansyah dan Ken.

Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd, mengapresiasi raihan yang dibawa oleh ketiga mahasiswa UMM ini dan memenuhi janjinya yang bakal membebaskan skripsi jika tim UMM berhasil memenangi kontes ini. Fauzan menyambut tim yang baru menginjakkan kakinya kembali di bumi pertiwi UMM. “Sesuai surat keputusan Rektor UMM, bagi mahasiswa berprestasi internasional akan mendapatkan reward akademik dan finansial. Dan Alhamdulillah, tim UMM berhasil juara 1 robot berkaki enam, juara 2 robot berkaki empat, dan juara 2 robot beroda. Apa yang dilakukan tidak sekedar juara, tapi memiliki tanggung jawab moral dengan menularkan dan mengantarkan adik-adik menjadi juara,” jelas Fauzan.

Semua robot, baik kategori berkaki atau beroda memiliki misi memadamkan api dengan cepat di titik pada satu ruangan atau kamar yang menyerupai rumah. Posisi titik api diletakan secara acak oleh dewan juri, sehingga robot dituntut harus cekatan untuk mencari api tersebut. Setelah memadamkan api, robot di-setting untuk kembali ke titik awal. Robot dengan catatan tercepat bakal keluar sebagai pemenang. (adn/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional