Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Dinas Perikanan Kabupaten Malang Targetkan Kontribusi Tuna

  • Selasa, 23 April 2019 | 19:06
  • / 17 Sya'ban 1440
Dinas Perikanan Kabupaten Malang Targetkan Kontribusi Tuna
Gudang Gold Stored di Desa Tawang Rejeni Turen. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

Memontum Malang–Kabupaten Malang merupakan salah satu  wilayah kemaritiman. Oleh karena itu, potensi alam di sektor perikanan sangat besar. Hal itu juga sejalan dengan target Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu negera eksportir tuna.

  Kepala  Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Endang Retnowati mengatakan,pihaknya akan mendukung penuh kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat.

  Dikatakan Endang, saat  ini pihaknya sedang mengupayakan hal tersebut, mengingat salah satu komoditas unggulan wilayah perairan Pantai Sendang Biru Kecamatan Sumbermanjing Wetan(Sumawe) Kabupaten Malang adalah ikan tuna.

“Salah satu komoditas unggulan di kabupaten terutama di wilayah perairan Pantai Sendang Biru adalah tuna, karena itu sekarang kami sedang berupaya untuk meningkatkan pendampingan pada para nelayan,” ujarnya.

   Selain untuk memenuhi kebutuhan ekspor, Pemkab Malang juga harus mencukupi kebutuhan konsumsi untuk mendukung program gemar ikan. Sebab,jelas Atik, program gemar ikan yang dicanangan juga bertujuan untuk menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Malang lewat asupan makanan yang bergizi.

  Juga dijelaskan, untuk pendampingan yang diberikan pada nelayan juga ditekankan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan. Karena menurutnya, untuk komoditas ekspor, hal yang diperhatikan bukan hanya beratnya saja. “Untuk pendampingan pada nelayan terus kami pantau, terutama dalam hal mutu hasil tangkap karena untuk komoditas ekspor bukan hanya beratnya saja yang diperhitungkan,” jelasnya.

  Sesuai ketentuan jenis tuna yang masuk kategori ekspor minimal harus memiliki berat 50 kilogram. Dari  segi fisikpun tuna ekspor juga harus minim cacat fisik baik berupa luka terbuka maupun pecah perut untuk menghindari resiko pembusukan saat proses distribusi.

  Namun, untuk bulan ini,diakui, bahwa stok tuna yang dimiliki saat ini kekurangan bahkan bisa dikatakan kosong. “Ya, beberapa bulan belakangan ini baik dari perairan selatan maupun utara memang turun hasil tangkapannya, makanya cold storage kami juga kurang isinya,” beber mantan kepala dinas perpustakaan dan arsip daerah tersebut.

  Berdasarkan pantauan di lapangan, di Cold Storage yang terletak di Desa Tawang Rejeni Kecamatan Turen, persediaan ikan tuna tidak ada sama sekali. Turunnya produktifitas nelayan tersebut disebabkan faktor cuaca di laut yang hingga saat ini masih belum stabil.

 Akibatnya,dari kapasitas 100 ton cold storage Turen saat ini menyimpan 5 ton ikan saja. Ikan-ikan tersebut rencananya akan didistribusikan ke Surabaya dan Muncar, Banyuwangi. “Kalau tuna sekarang sedang kosong, adanya cakalang dan tongkol,” kata Mahmud Zaini Kepala Gudang Cold Storage Turen. (Sur/oso)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional