Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Bocah Trenggalek Kena Kikuk

  • Kamis, 25 April 2019 | 17:56
  • / 19 Sya'ban 1440
Bocah Trenggalek Kena Kikuk

Memontum Trenggalek—-Setubuhi anak dibawah umur, seorang pria paru baya berurusan dengan aparat kepolisian Resort Trenggalek. Pelaku diketahui bernama Juwari (50) warga Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

Menurut informasi yang diterima, sebelum melakukan aksi bejatnya tersebut, pelaku merayu korban dengan berjanji akan menikahinya. Dari hubungan yang dilakukan tersebut, diketahui saat ini korban tengah berbadan dua.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S membenarkan adanya kasus persetubuhan anak dibawah umur yang mengakibatkan kehamilan tersebut. “Pencabulan anak dibawah umur hingga mengakibatkan korban hamil ini terungkap pada (04/04/2019) kemarin, ” ungkap Didit saat dikonfirmasi, Kamis (25/04/2019).

Dijelaskan Didit, kejadian tersebut bermula dari kecurigaan orang tua korban yang mengaku aneh melihat perubahan yang ada dalam diri anaknya. Karena tak ingin terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, orang tua korban memeriksakan anaknya tersebut ketimbang medis desa setempat.

Benar saja, dari hasil pemeriksaan diketahui korban tengah hamil. Tak tinggal diam, orang tua pelaku mencoba mengusut siapa yang telah menghamili anaknya tersebut.

“Setelah dilakukan penelusuran, orang tua korban mengetahui siapa yang telah menghamili anaknya. Dan melaporkan kejadian tersbut ke pihak yang berwajib. Hingga saat ini pelaku masih harus menjalani proses hukum sesuai apa yang telah dilakukan, ” imbuhnya.

Dari pengakuan pelaku, dirinya melakukan hubungan layaknya suami istri tersebut di kawasan hutan Tenggong Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo. Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kepada pelaku akan dikenakan pasal 81 ayat 2 Undang – Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang – Undang RI Nomor 23 Tahun 2092 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang – Undang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, ” pungkas Didit. (mil/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional