Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Inisiator Kampung 3G, Bambang Irianto Tampik Tudingan Miring, Tantang Balik Upaya Hukum

  • Selasa, 30 April 2019 | 18:17
  • / 24 Sya'ban 1440
Inisiator Kampung 3G, Bambang Irianto Tampik Tudingan Miring, Tantang Balik Upaya Hukum
Bambang Irianto menunjukkan laporan pertanggungjawaban pengurus RW 23 tahun 2015-2018. (rhd)

Memontum Kota Malang—-Inisiator Glintung Go Green, sekaligus mantan Ketua RW 23 Kelurahan Purwantoro Blimbing Kota Malang periode 2012 – 2018, Bambang Irianto menyampaikan beberapa hal kepada awak media, terkait terjadinya kesalahpahaman antara dirinya, masyarakat, dan pemerintah. Muncul berbagai isu tudingan miring kepada Bambang Irianto, bahwa telah menjual kampung RW 23 untuk mencari kekayaan pribadi. Untuk itu, Bambang memberikan pernyataan terbuka demi kebaikan bersama.

“Perlu kami tegaskan, sumber-sumber pemasukan yang diberikan Pemkot Malang seluruhnya berupa barang dan atau program, tanpa ada uang tunai sedikitpun sesuai peraturan perundang-undangan. Pun bantuan CSR dari perusahaan / BUMN, baik itu dari PT. Indana Paint, PT. Bank BRI, ITDC, PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Ratuboko, Patrajasa dan Perum Jasa Tirta I, seluruhnya berupa barang dan tidak ada uang tunai sepeserpun, sebagaimana undang-undang CSR. Sebagai konsekuensinya, pemberi bantuan memasang logo perusahaan di area RW 23,” beber Bambang Ir, sapaan akrabnya.

Berbagai prestasi kejuaraan yang pernah diraih, Kampung Glintung Go Green (3G) mendapatkan penghargaan berupa sertifikat penghargaan, tropi, dan uang akomodasi/pembinaan yang jumlahnya sangatlah kecil. Bahkan seringkali dirinya menggunakan uang pribadi untuk menutupi kekurangan. “Jadi tidak benar kalau ada tuduhan dengan berbagai penghargaan itu saya mendapatkan hadiah uang tunai sampai ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Bahkan semua pemasukan dari pengunjung, maupun mahasiswa yang melakukan penelitian itu semuanya dikelola oleh koperasi dan bendahara RW 23. Saya selaku Ketua RW 23 sama sekali tidak pernah memegang/mengelola keuangan,” sambung pria yang pernah menghantar Kampung 3G masuk 15 besar dari 301 kota di dunia dalam Guangzhou Urban Innovation Award 2016.

Semua kegiatan kepengurusan selama dirinya menjadi Ketua RW telah dilaporkan dalam bentuk laporan pertanggungjawaban Ketua RW yang telah disampaikan pada forum pemilihan dan pengukuhan Ketua RW pada 9 Desember 2018. “Laporan itu telah diperiksa oleh Akuntan Publik, sehingga dengan demikian laporan pertanggungjawaban itu secara yuridis sah dan diterima oleh segenap warga,” jelas Konsultan Teknik ini.

Melalui pernyataan terbuka ini, jika masih ada pihak-pihak yang menyebarkan informasi Bambang Irianto menjual kampung untuk kepentingan pribadi di masyarakat maupun ujaran kebencian di media sosial, Bambang mempersilahkan pihak tersebut menggugat dengan bukti-bukti yang otentik. “Sebaliknya, jika tidak bisa membuktikan, maka saya akan melakukan upaya hukum balik berdasarkan alat bukti (jejak digital), para saksi dari pihak terkait, baik dari unsur pemerintah, BUMN, maupun pihak swasta yang akan siap menjadi saksi di persidangan,” tegas pegiat lingkungan Kota Malang 2014 ini.

Dituturkannya, selama menjadi Ketua RW 23 Kelurahan Purwantoro, Glintung Go Green merupakan program yang menjadi satu kesatuan kegiatan dibawah naungan RW 23 Kelurahan Purwantoro selama 2 periode kepemimpinannya sejak 9 Desember 2012 – 9 Desember 2018. “Sederet prestasi telah diraih, baik skala lokal hingga tingkat internasional, melalui penilaian, pengamatan, dan penelitian secara mendalam oleh para juri independen dan profesional. Apabila ada pihak-pihak yang meragukan bahkan tidak mengakui atas semua prestasi tersebut diatas, maka sama halnya tidak mengakui keberadaan maupun profesionalisme lembaga pemberi prestasi,” ungkap penerima Penghargaan Kalpataru kategori Pembina Lingkungan 2018 dari Presiden RI.

Terkait pengurus RW 23 Kelurahan Purwantoro telah mendeklarasikan Glintung Kultur. Bambang memberikan apresiasi dan penghormatan pada pengurus RW 23 dan warga. “Saya tegaskan, Glintung Go Green tidak ada sangkut paut dan tidak ada hubungan dengan Glintung Kultur, baik secara geografis maupun kepengurusan RW 23 Kelurahan Purwantoro. Saat ini, Glintung Go Green menempatkan diri sebagai pusat pelatihan dan pengembangan kampung yang berbasis partisipatif untuk membangun kampung-kampung di seluruh Indonesia,” tandas Bambang, yang kini tinggal di RW 6 ini. (adn/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional