Connect with us

Bangkalan

Sempat Dilaporkan Polisi, Pemukulan Satpam RSUD Syamrabu Berujung Damai

Diterbitkan

||

Mediasi antara pelaku dan korban pemukulan di RSUD Syamrabu Bangkalan, Rabu (10/4/2019).

Memontum Bangkalan—-Terjadinya peristiwa pemukulan yang dilakukan warga Katol Timur kecamatan Kokop berujung damai. Musfikon (40) mengaku kalap atas peristiwa pemukulan Satpam RSUD Syarifah Ambami Rato Ebuh (Syamrabu). Pelaku pun meminta maaf. M Toha (51) selaku korban menerima penyelesaian secara kekeluargaan yang dilakukan pelaku. Meskipun, sempat terjadi pelaporan ke Polres Bangkalan atas peristiwa yang terjadi Senin (8/4/2019) pukul 10.00 WIB.

Musfikon mengungkapkan peristiwa pemukulan yang terjadi di area IGD RSUD Syamrabu di luar kendalinya. Dirinya mengaku khilaf dan tanpa sadar memukul seorang Satpam RSUD. Saat itu, dirinya mengaku dalam kondisi tertekan dan bingung atas apa yang terjadi. Sehingga, saat satpam menegur, dirinya langsung bereaksi spontan.

“Saya panik karena kondisi orang tua yang sedang sakit. Satpam menegur saya, tanpa pikir panjang saya langsung bereaksi memukul. Saya sadar itu salah. Saya meminta maaf dan berusaha menyelesaikan ini secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sertu Budiono selaku Pembina Keamanan RSUD Syamrabu menyampaikan, persoalan tersebut merupakan kejadian buruk yang seharusnya tidak dilakukan oleh masyarakat. Apalagi, saat itu Satpam sedang menjalankan tugasnya. Ada aturan serta mekanisme yang perlu diperhatikan masyarakat agar kejadian serupa tak terulang kembali.

“Saya selaku pembina security menginginkan sikap terbaik dan tidak ada sikap kolot, bertindak secara kriminal dan sebagainya. Karena sudah ada kemauan bersama antara korban dan pelaku untuk diselesaikan secara kekeluargaan, maka kejadian ini akan diselesaikan secara persuasif,” terangnya.

Mengenai laporan penganiayaan yang telah masuk ke polres Bangkalan, pihaknya mengaku akan mencabut laporan tersebut. Sebab, sudah ada iktikad baik. Pelaku mengaku menyesal atas peristiwa yang telah terjadi, sehingga persoalan tersebut tak perlu diselesaikan secara hukum.

“Berdasarkan petunjuk pimpinan. Persoalan ini, jika bisa diselesaikan secara kekeluargaan agar tidak diteruskan dengan jalur hukum. Namun, harus ada efek jera kepada masyarakat agar tidak bisa bertindak semaunya sendiri. Sebab, ada aturan dan mekanisme sendiri dalam sebuah lembaga,” ujarnya.

Selain itu, Wakil Direktur RSUD Syamrabu, Farhat Surya Ningrat yang tengah memediasi persoalan tersebut mengaku memasrahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan rumah sakit. Sebab, pihaknya sudah melakukan MoU dengan Kodim Bangkalan.

“Kita sudah saling memaafkan. Namun, secara hukum kita limpahkan kepada pihak keamanan rumah sakit. Langkah apa yang harus dilakukan. Harapan kita, bagi masyarakat yang memanfaatkan fasilitas RSUD Syamrabu untuk lebih berhari-hati dan saling menghargai. Kalau dirasa ada pelayanan yang kurang baik mohon untul ditanyakan kepada bagian pelayanan,” harapnya.

Menurutnya, pemicu peristiwa tersebut karena kesalahpahaman. Aturan dalam UGD RSUD Syamrabu keluarga pasien dilarang berada di area sekitar UGD, karena jalur keluar masuknya ambulance. Satpam menyarankan agar tidak berada di lokasi. Akhirnya, terjadilah peristiwa pemukulan tersebut. (rd/nhs/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bangkalan

Tak Ada Transparansi, Warga Banyuning Laok Minta Pendaftaran BPD Diulang

Diterbitkan

||

Perwakilan masyarakat Desa Banyuning Laok Kecamatan Geger melakukan hearing ke komisi A DPRD Bangkalan,(1/10/2019).

Memontum Bangkalan – Pembentukan panitia untuk pemilihan Badan Musyawarah Desa (BPD) di Desa Banyuning Laok Kecamatan Geger,Bangkalan dinilai tak transparan. Sebab, sebagian masyarakat menganggap tak mengetahui pembentukan tersebut, maka mereka mendatangi DPRD Bangkalan dan meminta pendaftaran diulang,(1/10/2019).

Selain tak dilibatkan dalam pembentukan, masyarakat menilai pengumuman pendaftaran pun tak sepenuhnya dilakukan secara terbuka. Bahkan ada dua dusun dari desa tersebut yang tidak memiliki perwakilan.

“Desa kami itu luas dan masyarakatnya banyak. Seharusnya dari tiap dusun ada yang mewakili, tapi ini tidak. Dua dusun di Dusun Beralagibugan, platok budur tidak memiliki perwakilan. Bahkan, pengumuman pendaftaran juga tak jelas,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Mujiburrohman menyampaikan pembentukan dilakukan dengan dua cara. Yakni langsung dan tak langsung. Selain itu, ia mengaku juga akan melakukan komunikasi dua arah ke pihak terkait.

“Kami akan sikapi ini secara prosedural dan tidak bisa langsung menentukan. Yang pasti, kami akan panggil pihak terkait,” paparnya.

Diketahui, tak hanya sekali ini saja pembentukan panitia BPD dilakukan secara tertutup. Sebelumnya, masyarakat juga telah melakukan aksi demonstrasi di DPMD mengenai tak adanya transparansi mengenai hal tersebut. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Tanpa Identitas, Mayat Pria Paruh Baya Ditemukan Dipinggir Laut

Diterbitkan

||

Terbujur kaku : mayat tanpa identitas ditemukan di sekitar dermaga Lanal Batu Poron, Kecamatan Kamal, Kamis (26/9/2019)
Terbujur kaku : mayat tanpa identitas ditemukan di sekitar dermaga Lanal Batu Poron, Kecamatan Kamal, Kamis (26/9/2019)

Bangkalan, Memontum – Petugas Angla Arsenal dikagetkan oleh penemuan mayat pria paruh baya disekitar dermaga Lanal Batu Poron, Kecamatan Kamal pada siang tadi, Kamis (26/9/2019). Mayat pria yang tidak dikenali identitasnya itu kemudian diamankan oleh anggota Polsek Kamal.

Mayat pria ini ditemukan dengan mata membelalak dan mulut terbuka. Pada tubuh mayat tersebut juga terdapat tato yang terletak di sisi kiri dadanya.

Dari saku pria paruh baya ini, ditemukan sebuah ponsel, uang tunai Rp 201 ribu serta beberapa obat ampisilin dan dextim plus. Mayat kemudian dibawa ke RSUD Syamrabu untuk diotopsi.

Kasubbag Humas Polres Bangkalan, Iptu Suyitno membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Dikatakan, perkiraan usia mayat pria tersebut sekitar 50 tahun.

“Kami bawa ke RSUD Syamrabu untuk diotopsi. Masih dikembangkan untuk identitas dan penyebab meninggalnya korban tenggelam ini,” ucapnya. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Lihat Pengerukan Tanah, Dibabat Clurit dan Parang 8 Orang

Diterbitkan

||

Terkapar, Abdul Aziz mengalami luka bacok sedang dirawat di RSUD Syamrabu

Memontum Bangkalan – Nasib naas menimpa Abdul Aziz (50) Desa Jung Anyar Kecamatan Socah,Bangkalan hari ini (25/9/2019). Ia dibacok oleh 8 orang saat mengawasi pengerukan tanah di Dusun Jung Anyar Pesisir Desa Jung Anyar Kecamatan Socah,Bangkalan.

Mulanya pada pukul 10.00, Aziz beserta Ali anaknya dan ARS kerabatnya melakukan pemantauan pengerukan tanah. Kemudian datang dan menanyakan tanah yang dikeruk apakah milik H Rawi. Namun ketiganya tak menjawab.

Selisih beberapa menit, ARW beserta 7 rekannya datang kembali dengan membawa clurit dan parang. Mereka langsung menyerang Abdul Aziz, hingga mengalami luka parah di bagian kepala.

Setelah melihat korban terluka, sekelompok orang itu kabur meninggalkan Aziz yang telah terkapar. Kemudian Ali dan ARS membawa Aziz ke Puskesmas setempat kemudian dirujuk ke RSUD Syamrabu bersama kepala desa Jung Anyar, Nazir.

“Iya, korban dikeroyok oleh ARW cs dengan parang dan clurit. Saya berharap pelaku segera ditangkap,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Socah AKP Hartanta menyampaikan kasus ini telah ditangani oleh polres Bangkalan. Diakuinya, seluruh pelaku saat ini masih dalam pengejaran.

“Pelaku masih dalam pengejaran. Untuk korban saat ini sudah dirawat di RSUD Syamrabu dan mengalami luka dibagian kepala, punggung serta wajah,” ucapnya. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler