Connect with us

Jember

Bupati Gugah Sahur Bareng Musisi Jember

Diterbitkan

||

Bupati Gugah Sahur Bareng Musisi Jember

Jember, Memontum – Siapa yang tidak kenal dengan musik Patrol, kesenian musik tradisional yang menggunakan alat musik sederhana yaitu kentongan, Kentongan yang digunakan bermacam – macam dengan berbagai ukuran ada yang sedang, besar dan kecil dan dibunyikan secara teratur sehingga menghasilkan suara yang indah dan enak untuk didengar.

Musik Patrol ini merupakan salah satu kesenian rakyat yang sangat terkenal dan tersebar di berbagai tempat seperti di Kabupaten Jember misalnya, bukan hanya di sebagai pertunjukkan di atas pentas saja, namun musik ini juga dijadikan ajang perlombaan setiap tahunnya.

AKRAB : Bupati Jember dr Hj Faida MMr bersama musisi Music Patrol memainkan Musik Patrol

AKRAB : Bupati Jember dr Hj Faida MMr bersama musisi Music Patrol memainkan Musik Patrol

Bukan hanya itu saja, biasanya, Kesenian Musik Patrol ini digunakan oleh warga atau sudah menjadi tradisi warga Jember pada bulan Ramadhan musik ini digunakan untuk membangunkan warga muslimin dan muslimat untuk bersantab saur.

Seperti halnya apa yang dilakukan oleh Bupati Jember dr Hj Faida MMR, Minggu (12/5/2019) dini hari, Dia tak segan segan ikut memainkan (manabuh) musik patrol dengan diiringi akunan musik dari dua grup music patrol yakni group Touris dan Hastra.

Dengan busana muslim serba Putih Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jember ini berbaur bersama musisi music patrol di depan Pendopo Wahyawibawagraha, terlihat masyarakat antusias sekali melihat Bupati Faida bermain music patrol.

“Karenanya musik patrol ini juga bagian dari ibadah, kenapa tidak musik ini yang membangunkan orang untuk melaksanakan ibadah puasa,” ujar Bupati usai memainkan music patrol saat di konfirmasi memontum.com sembari melayani warga untuk berswa foto.

Bupati mengatakan selain kesenian yang perlu dilestarikan, musik patrol yang lirik lagu – lagunya identik menggunakan bahasa daerah seperti bahasa Madura dan bahasa Jawa itu menjadi hiburan tersendiri.

“Ya ini tadi kebetulan ada warga yang membunyikan musik patrol lewat pendapa, Hitung-hitung untuk hiburan, Ya ikut bergabunglah, sekalian ikut membangunkan warga untuk sahur, ” ungkapnya.

Lagi pula sambungnya, musik patrol ini sudah menjadi khas Kabupaten Jember, jadi selain melestarikan budaya musik daerah juga membangunkan warga muslimin serta muslimat untuk santab sahur dan juga sebagai sarana hiburan.

Orang nomor satu di Kabupaten Jember ini juga mengapresiasi semangat warga dalam melestarikan budaya musik patrol dan masih banyak aktivitas positif yang dilakukan oleh warga selama malam di bulan Ramadan.

“Seperti membaca ayat suci Alquran (taddarus), Ada juga yang menggunakan cara dengan menghibur lewat musik patrol, kegiatan semacam ini lebih baik daripada kegiatan lainnya yang banyak mudaratnya,” pungkasnya (yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *