Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Depresi Ditagih Hutang, Napi di Trenggalek Ditemukan Tewas Gantung Diri

  • Rabu, 15 Mei 2019 | 17:47
  • / 10 Ramadhan 1440
Depresi Ditagih Hutang, Napi di Trenggalek Ditemukan Tewas Gantung Diri
proses evakuasi mayat warga binaan Rutan Kelas 2B Trenggalek yang meninggal secara gantung diri

Memontum Trenggalek—-Diduga mengalami tekanan, seorang warga binaan Rumah Tahanan Kelas 2B Trenggalek ditemukan gantung diri di kamar mandi. Menurut informasi yang diterima, diketahui Warga binaan tersebut yakni Wiji Setiawan (31) salah seorang napi asal Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar.

Sebelum mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Wiji sempat melakukan sholat Ashar di dalam kamar karantina dengan pintu terkunci. Saat itu, sesama warga binaan lain yang berada selakar dengan Wiji tengah melakukan aktivitas diluar kamar. Namun usai menyelesaikan aktivitasnya, seorang warga binaan lain Agus Riyadi, menemukan Wiji bersandar di kamar mandi dengan kondisi leher yang terlilit kain sarung sepanjang 2 meter.

Kepala Keamanan Rutan Kelas 2B Trenggalek, Gulang Rinanto membenarkan adanya kejadian tersebut. “Korban ditemukan pertama kali oleh teman sekamarnya sekitar pukul 17.00 WIB sore. Mengetahui hal tersebut, temannya ayang bernama Agus melaporkan ke pihak Rutan untuk segera dilakukan penanganan, ” ucap Gulang saat dikonfirmasi, Rabu (15/05/2019).

Dikatakan Gulang, Wiji merupakan warga binaan pindahan dari Lapas Kelas 2B Tulungagung. Wiji dipindah ke Rutan Kelas 2B Trenggalek sejak (11/01/2019).

Setelah mengetahui kondisi korban, pihak Rutan segera menghubungi aparat kepolisian untuk dilakukan evakuasi.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana menerangkan bahwa dari hasil visum yang dilakukan terhadap korban, tidak ditemukan adanya tanda – tanda kekerasan dalam tubuh korban.

“Tidak ada tanda – tanda kekerasan, korban murni meninggal dunia karena gantung diri menggunakan kain, ” terang Sumi.

Dari keterangan saksi, seminggu sebelumnya, korban (Wiji) juga sempat melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan meminum cairan pembersih pakaian. Hingga akhirnya, korban dilakukan di RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk menjalani perawatan.

Bahkan, korban harus menjalani perawatan di rumah sakit selama 3 hari.

“Diduga korban bunuh diri lantaran depresi dan tertekan karena memiliki hutang kepada warga binaan lainnya yang juga pindahan dari Lapas yang sama, ” pungkasnya.

Perlu diketahui, Wiji merupakan salah satu warga binaan kasus penipuan dan penggelapan di Rutan Kelas 2B Trenggalek yang menghuni Ruang Karantina Blok C nomor 15. (mil/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional