Connect with us

Kota Malang

Biayai Hidup, Seorang Remaja di Malang Ngecer Togel

Diterbitkan

||

Tersangka Hermansyah & FZ (ist)

Memontum Kota Malang—–Meskipun usianya masih di bawah umur, Fz (17) warga Jl KH  Malik Dalam, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, sudah 2 tahun menjadi pengecer togel. Dia menjadi anak buah dari seorang pengepul togel online yakni  Hermansyah (32) warga Jl KH Malik Dalam.

Aksi Fz harus berakhir pada Rabu (15/5/2019) siang,  setelah petugas Polsekta Kedungkandang berhasil membekuknya di kawasan Jl Tendano Raya, Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Fz ditangkap dengan BB (Barang Bukti) berupa 1 HP berisi SMS no  togel dan uang Rp 200 ribu hasil dari penjualan online. Sedangkan Hermansyah ditangkap dengan BB berupa tabungan BCA,  akun judi togel online www .liontoto.com,  3 lembar rekapan setoran togel.

Informasi Memontum, menyebutkan bahwa Fz telah menjadi pengecer togel sejak 2 tahun ini. Dia mencari penombok kemudian nomer tombokan diserahkan kepada Hermansyah melalui pesan WA. Untuk sistem pembayarannya dilakukan Seminggu sekali. Fz sendiri cukup lihai dalam mencari penombok. Dikarenakan setiap bukaan togel, dia mendapatkan keuntungan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Sementara itu, Hermansyah menunggu setoran dari Fz. Uang tombokan itu kemudian disetorkan ke bandar judi online www.liontoto.com. Pembayarannya melalui debet rekening dengan cara tranfer atau E Banking. Meskipun hanya punya 1 pengecer, namun Hermansyah memiliki omset yang lumayan. Setiap bukaan, omsetnya mencapai Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta dengan komisi sebesar 29 persen.

Kapolsekta Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi mengatakan bahwa kedua tersangka terlibat dalam kasus judi togel ” Keduanya kami kenakan Pasal 303 KUHP. Untuk Fz katena masih bawah umur, segera kami limpahkan ke PPA Polres Malang Kota,” ujar kompol Suko.(gie/yan)

Kota Malang

Sego Pecel Mepet Sawah, Semangat Kerja Bapenda Kota Malang

Diterbitkan

||

Pimpinan Cabang Bank Jatim Malang, Herry Setya Yudakka (kiri) menerima Buku '50 Inovasi Peningkatan PAD dari Sektor Pajak' dari Kepala Bapenda Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT dalam kunjungannya ke kantor Bapenda, siang kemarin
Pimpinan Cabang Bank Jatim Malang, Herry Setya Yudakka (kiri) menerima Buku '50 Inovasi Peningkatan PAD dari Sektor Pajak' dari Kepala Bapenda Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT dalam kunjungannya ke kantor Bapenda, siang kemarin

Memontum Kota Malang – Bukan prasmanan mewah. Tanpa gebyar yang meriah. Hangat dengan obrolan renyah, meski menu hanya sego pecel mepet sawah. Begitulah suasana syukuran sederhana di ruang rapat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) siang kemarin. Seiring pergantian identitas dari sebelumnya mengusung nama Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D), semangat baru diusung OPD yang masih dikomandani Ir H Ade Herawanto MT, tersebut.

Jika sebelumnya tugas BP2D sesuai nomenklatur dan tusi dalam Perda serta Perwal terdahulu hanya menangani pelayanan masyarakat dan pemungutan terhadap pajak daerah, kini tugas Bapenda bertambah. Sesuai peraturan perundangan, sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah & Retribusi Daerah, Bapenda Kota Malang tetap bertugas menangani pelayanan dan pemungutan terhadap sembilan jenis pajak daerah.

Suasana makan siang dan syukuran sederhana di ruang rapat Bapenda Kota Malang

Suasana makan siang dan syukuran sederhana di ruang rapat Bapenda Kota Malang

“Serta ditambah fungsi-fungsi koordinasi dan akuntansi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang yang meliputi pemungutan dan pembukuan pajak daerah. Semua retribusi daerah dan pendapatan asli daerah lain yang sah seperti sewa aset dan lain-lain,” beber Wakil Walikota Malang, Ir H Sofyan Edi Jarwoko.

Wawali yang akrab disapa Bung Edi itu berharap agar amanat UU No 28 Tahun 2009 dapat dilaksanakan dengan baik oleh Bapenda.

“Harapan kedua, terkait peran tugas fungsi koordinasi dan akuntasi PAD supaya semakin jelas siapa berwenang dan bertanggung jawab sehingga tidak terjadi over lapping antar perangkat daerah,” jelasnya.

Ketiga, Edi berharap Bapenda di bawah komando Sam Ade tetap optimal dalam melakukan upaya intensifikasi maupun ekstensifikasi demi meningkatkan PAD dari sektor pajak. Untuk tahun 2020, target PAD Kota Malang sebesar lebih dari Rp 731 Milyar. Bapenda sendiri ditarget mampu membukukan pendapatan dari sektor pajak hingga Rp 621 Milyar alias naik 23% dari target tahun 2019 sebesar Rp 501 Milyar. Sementara nilai retribusi berkisar Rp 110 Milyar lebih.

“Dengan tugas yang semakin bertambah dan target yang kian meningkat, artinya segenap awak Bapenda harus makin bekerja keras dan harus tetap optimis mampu memenuhi target,” tandas Sofyan Edi.

Pendapat senada diamini Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, H Asmualik. Pihaknya berharap seiring perubahan nama dan nomenklatur BP2D menjadi Bapenda, kinerja ke depannya dapat lebih maksimal dalam upaya memenuhi target.

“Spirit perubahan ini harus bisa dibawa dalam setiap kerja-kerja nyata Bapenda dalam menghimpun uang pajak dari masyarakat, sehingga peningkatan pendapatan daerah melalui sektor pajak dan retribusi dapat terus digenjot,” ujar Asmualik.

“Harapan kita bersama bahwa dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, dapat memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat dalam bentuk program pembangunan dan kesejahteraan rakyat oleh Pemkot Malang,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bapenda Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT memastikan segenap jajarannya akan tetap bekerja dengan giat, gembira dan integritas tinggi.

“Kami akan berusaha lebih baik. Para petugas pajak juga harus lebih tertib dalam menjalankan tugasnya sehingga memberi contoh nyata bagi para Wajib Pajak,” seru Sam Ade d’Kross, sapaan akrab pria yang juga dikenal sebagai tokoh Aremania itu.

Meski punya ‘bendera’ baru dan mengusung paradigma anyar dengan tugas dan fungsi yang lebih diperkaya, kinerja Bapenda akan terus dikawal dan disupervisi ketat oleh Tim Korsupgah KPK RI Wilayah VI yang sejak tahun lalu melakukan pendampingan terhadap BP2D dan Pemkot Malang.

Sebagai langkah gerak cepat, Rabu (29/1/2020) siang, Sam Ade dan jajarannya langsung menggelar rapat koordinasi bersama para stakeholder untuk aktualisasi sistem pajak online.

“Harapannya mulai awal Februari nanti kita sudah bisa menerapkan sistem pajak online atau e-Tax yang lebih update dan terintegrasi,” tuturnya. Pria yang juga dikenal sebagai tokoh olahraga nasional itu menambahkan, yang dimaksud antara lain e-Tax meliputi pelayanan online terhadap pajak hotel/ kost, resto, pajak parkir, e-BPHTB dan e-Reklame bekerjasama dengan Bank Jatim sesuai MoU serta mengacu arahan-arahan dari Tim Korsupgah KPK.

“Sehingga dapat mengcover para pelaku usaha yang terdaftar sebagai Wajib Pajak, baik itu Wajib Pajak lama yang sudah ada ataupun yang baru terdaftar,” papar Sam Ade.

Pimpinan Cabang Bank Jatim Malang, Herry Setya Yudakka menegaskan, pihaknya selaku mitra kerja bakal mengapresiasi dan mendukung penuh program-program Bapenda.

“Selain menjalankan tugas sebagai bank persepsi, kami juga siap mensupport pajak online atau e-Tax yang diterapkan Bapenda melalui aplikasi dan sistem inovatif kami,” terangnya di Kantor Bapenda. Herry bahkan langsung menerjunkan tim IT Bank Jatim untuk proaktif dan hadir langsung dalam rapat koordinasi yang berlangsung tadi siang.

“Upaya optimalisasi dan sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan bagi masyarakat serta menunjang upaya Pemkot Malang untuk meningkatkan PAD dari sektor pajak,” pungkasnya.(*yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Dindik Kota Malang Raih Tiga Penghargaan Dalam Ajang AIKID 2019

Diterbitkan

||

Dindik Kota Malang Raih Tiga Penghargaan Dalam Ajang AIKID 2019

Memontum Kota Malang – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang berhasil menyabet sederet penghargaan dalam ajang Anugerah Inovasi dan Kreatifitas Informasi Digital (AIKID) 2019 yang digelar pada Rabu (16/10/2019). Ajang tersebut merupakan event yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) untuk menilai media sosial dan website di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang.

Total ada sebanyak 3 piala yang berhasil disabet oleh Dindik Kota Malang. Antara lain juara 2 pada kategori Media Sosial Terbaik, juara 1 pada kategori Website Terbaik OPD dan Sekretariat dan Website Terfavorit kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Malang.

Piala juga diserahkan langsung oleh Walikota Malang Sutiaji kepada Dindik Kota Malang, Zubaidah. Sedangkan untuk website terfavorit diserahkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Widayati Sutiaji.

Saata ditemui di ruang kerjanya, Zubaidah mengatakan bahwa dirinya sangat bangga dan senang atas prestasi yang diraihnya tersebut. Ia menyebut, penghargaan yang diperoleh merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak.

“Itu semua kan bukan kita yang menilai. Tanpa kerja keras dari kami (staf dan jajaran) Dindik Kota Malang, prestasi tersebut juga tidak akan bisa diraih,” ujae Zubaidah.

Zubaidah juga mengatakan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Kota Malang, hingga penghargaan tersebut dapat diraih. Menurutnya, dalam ajang tersebut, masyarakat juga sangat berperan penting hingga Dindik Kota Malang dapat meraih prestasi.

“Itu kan penilaian masyarakat. Dan saya sendiri juga kaget, ternyata website dan akun media sosial milik kami (Dindik) juga dapat membantu masyarakat dalam mencari informasi seputar pendidikan. Bahkan kami juga membuka semacam portal untuk menampung keluhan masyarakat seputar dunia pendidikan,” jelasnya kepada Memo X.

Namun begitu, Zubaidah mengatakan, bahwa dengan prestasi yang telah diraih kini, tidak lantas membuat dirinya beserta seluruh staf dan jajajaran Dindik Kota Malang berpuas diri. Ia mengatakan, bahwa pihaknya harus tetap membuat inovasi-inovasi baru yang bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan masyarkat terlebih dalam dunia pendidikan.

“Sudah jelas kami semua sangat bangga dengan prestasi ini. Namun saya berharap hal itu tidak cukup sampai disini dan tidak membuat kami mudah berpuas diri. Ini harus bisa menjadi motivasi bagi kami untuk tetap berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Kota Malang,” jelasnya.

Ia mengaku, capaian tersebut bukan berarti diraih tanpa tantangan. Namun menurutnya, hal itu menjadi koreksi dan memotivasi dirinya untuk tetap menjadi lebih baik.

“Yang namanya tantangan pasti ada, namun semuanya kembali kepada masyarakat. Prestasi yang kita raih kan juga penilaian masyarakat,” pungkasnya. (*gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Sebanyak 1056 Wisudawan Polinema Siap Kibarkan Sayap

Diterbitkan

||

WISUDAWAN : Direktur Polinema Drs Awan Setiawan MM saat proses wisuda. (ist)

Memontum, Kota Malang – Sebanyak 1056 mahasiswa Polinema (Politeknik Negeri Malang) diwisuda, Sabtu (28/9/2019) pagi di Gedung Graha Polinema. Dengan bekal selama menempuh perkuliahan, diharapkan lulusan ini nantinya bisa mandiri dan sukses di kehidupan bermasyarakat.

Menginggat para alumni-alumni sebelumnya sangat banyak yang sukses di perusahaan-perusahaan BUMN dan juga perusahaan-perusahaan besar lainnya di Indonesia. Apalagi selama ini Polinema juga menjaga hubungan kerjasama yang baik dengan perusahaan-perusahaan besar yang telah mempercayai kehebatan lulusan Polinema.

LULUS : Para Wisudawan Polinema.(ist)

LULUS : Para Wisudawan Polinema.(ist)

Direktur Politeknik Negeri Malang Drs Awan Setiawan MM mengatakan bahwa lulusan ini adalah wisudawan Polinema Tahun 2019 Tahap I.

“Ini adalah wisudawan Tahap I Tahun 2019. Nantinya Tahap II dan III diperkirakan pada awal November 2019,” ujar Awan.

Wisudawan ini dengan rincian, Program Sarjana Terapan/ Diploma IV sebanyak 543 orang dan Program Diploma III sebanyak 513 orang. Wisudawan berpredikat cumloude dan terbaik tingkat Politeknik Negeri Malang sejumlah 2 orang, terdiri program Diploma IV sebanyak 1 orang dan Program Diploma III sebanyak 1 orang.

Wisudawan berpredikat cumlaude dan terbaik tingkat kerjasama sebanyak 3 orang, terdiri dari kerjasama PLN 1 orang, Kerjasama GMF 1 orang dan kerjasama Kemitraan 1 orang.

Wisudawan predikat cumloude dan terbaik tingkat program study sebanyak 17 orang, yang terdiri dari Diploma IV sebanyak 9 orang dan program Diploma III sebanyak 8 orang. Sedangkan Wisudawan berpredikat cumloude dari masing-masing jurusan / program study sebanyak 522 orang.

“Wisuda kali ini luar biasa karena dihadiri juga oleh para pengurus Ikatan Alumni Politeknik Negeri Malang. Besok juga ada pengukuhan pengurus Ikatan Alumniperiode 2019-2023. Hari ini mereka hadir semua. Mereka semua sukses-sukses dan sudah malang melintang di BUMN dari banyak bidang,” ujar Awan.

Menurutnya Ikatan Alumni Polinema juga memiliki ikatan yang kuat dengan Polinema.

“Ikatan Alumni Polinema telah memberikan kontribusi luar biasa. Turut melakukan evaluasi apa yang kurang dan mengambil adik-adik kelasnya juga lulusan Politeknik Negeri Malang untuk bersama di dunia kerja. Bukan hanya membantu mencarikan kerja, para alumni juga memberikan beasiswa,” ujar Awan.

Dalam wisudawan ini juga ada 5 orang dari PT Bukit Asam Tbk. Mereka adalah putra-putra daerah yang ada di ring 1 PT Bukit Asam yang bergerak dalam pertambangan di Sumatra Selatan. Warga sekitar yang ada di ring 1, disejahterakan dengan kuliah di Polinema. Mereka mendapat seluruh biaya perkuliahan dari PT Bukit Asam. Hal ini sudah berjalan dari tahun ke tahun untuk mengikuti perkuliahan di Polinema.

BUKIT ASAM : Mahasiswa yang dikuliahkan oleh PT Bukit Asam Tbk. (ist)

BUKIT ASAM : Mahasiswa yang dikuliahkan oleh PT Bukit Asam Tbk. (ist)

“Kita menghadiri adik adik kita yang diwisuda di Polinema dari sumatra selatan. PT Bukut Asam berbentuk BUMN. Kami memiliki yanggung jawab sosial dan lingkungan. Salah satu itemnya mengentaskan kemiskinan melalui dunia pendidikan. Setiap tahunnya ada 5000 anak dari SD sampai perguruan tinggi, ” ujar Roy Ubaya, manajer Perencanaan CSR PT Bukit Asam Tbk.

“Untuk pergurian tinggi kami bekerjasama dengan Polinema dan Politeknik Industri,” urai Roy Ubaya kepada Memontum.com, usai menghadiri wisuda di Polinema. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler