Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Mutilasi Pasar Besar, Sugeng Berkepribadian Agresif dan Emosi Tidak Stabil

  • Sabtu, 18 Mei 2019 | 12:04
  • / 13 Ramadhan 1440
Mutilasi Pasar Besar, Sugeng Berkepribadian Agresif dan Emosi Tidak Stabil
Rustam Aji, Unit Manager Communication & CSR MOR V - Jatimbalinus Pertamina (gie)

Memontum Kota MalangDari hasil pemeriksaan tim Labfor Polda Jatim dan tim firensik RSSA, diduga korba mengalami sakit paru-paru akut. Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH, belum memastikan apakah sakit paru-paru akut tersebut yang mengakibatkan tewasnya korban atau kah karena dibunuh oleh Sugeng Santoso. ” Tewasnya korban akibat sakitnya tersebut atau sebab………lain, masih kita dalami,” ujar AKBP Asfuri, Jumat (17/5/2019) siang.

Terkait pemeriksaan psikiater terhadap Sugeng ditemukan hasil bahwa pelaku melakukan mutilasi tidak dalam gangguan jiwa, namun ada gangguan prilaku. ” Hasil pemeriksaan Psikiater bahwa pelaku memiliki kepribadian agresif, emosi tidak stabil, perasaan tidak cocok dan isolir, perasan malu dan posesif. Psikiater memberikan rujukan supaya Sugeng diperiksa di RS jiwa. Untuk penanganan kejiwaanya kita bawa ke RS Jiwa,” ujar AKBP Asfuri.

Indentitas korban juga belum ditemukan msskipun sketsa wajah korban sudah disebar di media sosial sejak Selasa (14/5/2019) sore. ” Identitas korban sampai saat ini belum diketahui,” ijar Asfuri. Kejiwaan Sugeng dalam dalam penyelidikan, namun pastinya dia pernah dip3njara selama 3 tahun karena .menyayat lidah pasangan nya.

Sugeng juga pernah mengaku bahwa korban dimutilasi setelah 3 hari kematian nya. “Pelaku sempat mengaku kalau korban dimutilasi dengan memggunakan gunting. Namun kenyataanya tidak ditemukan bercak darah dalam gunting. ” Gunting hang sudab kita amankan tidak ada bercak darah. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” ujar AKBP Asfuri.

Pihaknya masih melakukan penyelidikan termasuk untuk menyiapkan Pasal yang pas buat Sugeng. ” Apabila korban meninggal karena sakit dan dimutilasi 3 Hari kemudian, Sugeng terancam.Pasal.181 KUHP, namun apabila dia mengalami gangguan jiwa maka tidak bisa diproses hukum,” ujar AKBP Asfuri.

seperti yang diberitakan sebelumnya, Mayat perempuan korban pembunuhan ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang Jl Pasar Besar, Kota Malang, Selasa (14/5/2019) pukul 13.30. Sepasang kaki dan sepasang tangan ditemukan di bawah tangga, badan ditemukan di kamar mandi dan kepala ditemukan dalam bungkus kresek hitam di bawah tangga.

Petugas Polsekta Klojen dan Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan dan membawa potongan tubuh korban ke kamar mayat RSSA Malang. Kondisi Mrs X belum bisa dikenali dikarenakan kondisinya sudah membusuk. Diperkirakan umur wanita tersebut kisaran 30 tahun.

Informasi Memontum.com menyebutkan bahwa lokasi kejadian lantai 2 Pasar Besar Kota Malang adalah bekas bangunan Matahari Plaza. Namun sejak Matahari Plaza berpindah, lokasi tersebut tidak terawat dan tampak kotor.

Petugas Polres Malang Kota akhirnya berhasil menangkap pelaku mutilasi Pasar Besar, pada Rabu (15/5/2019) sore. Pelaku bernama Sugeng (49) warga Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dia ditangkap saat sedang tiduran di depan area Persemayaman Panca Budi Jl Laksamana Martadinata. Kepada petugas, Sugeng mengaku kalau korban sudah terlebih dahulu meninggal baru 3 hari kemudian dimutilasi atas bisikan-bisikan gaib.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH, pukul 19.45, mengatakan bahwa pihaknya sudah berhasil mengamankan orang yang diduga sebagai pelakunya. ” Berawal dari tulisan di kaki korban ada nama Sugeng. Anggota kemudian mencari nama Sugeng yang sering datang ke Pasar Besar,” ujar AKBP Asfuri..(gie)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional