Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Agar Bagi-Bagi Takjil Tak Timbulkan Kemacetan, Dishub Sediakan Tempat

  • Minggu, 19 Mei 2019 | 15:57
  • / 14 Ramadhan 1440
Agar Bagi-Bagi Takjil Tak Timbulkan Kemacetan, Dishub Sediakan Tempat
LANGKA : Jajan Banjar di Bulan Ramadhan Hanya di Ampel Surabaya, Sabtu (18/5).

Memontum Surabaya—–Saat Bulan Ramadhan di Indonesia sangat identik dengan bagi-bagi Takjil di pinggir jalan. Sayang, kegiatan baik untuk berbagi ke sesama ini justru menimbulkan kemacetan atau semakin menambah padatnya jalan raya. Seperti di Kota Surabaya.

Demi keselamatan, keamanan dan kenyamanan, baik pengguna jalan maupun pembagi takjil, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menghimbau agar tidak bagi-bagi takjil di pinggir jalan raya. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu, membahayakan, dan menimbulkan kemacetan.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Dishub memberikan solusi, yakni menyediakan fasilitas tempat kepada masyarakat yang ingin merencanakan bagi-bagi takjil. Seperti terminal, Gedung Park and Ride yang dikelola Dishub dapat digunakan masyarakat untuk bagi takjil.

“Kita kan ada 14 terminal, tempat parkir juga. Seperti di Jalan Arif Rahmad Hakim, di tempat umum yang tidak menambah atau menimbulkan macet,” kata Kepala Dishub Surabaya, Irvan Wahyu Drajad saat diwawancara melalui telepon, Sabtu (19/5/2019).

Ia juga menegaskan, Dishub tidak mengharuskan untuk di terminal atau tempat parkir. Namun dengan satu ketentuan, yakni di tempat yang lebih luas dan tidak menimbulkan atau menambah kemacetan di Surabaya.

“Kalau ada gedung yang punya parkir di dalam atau drop off itu bisa,” singkatnya.

Sementara itu, jika masih terdapat pembagi takjil yang mengganggu kenyamanan jalan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya juga akan memberikan himbauan. Hal ini juga berlaku kepada penjual makanan atau minuman takjil di pinggir jalan.

“Kita himbau untuk komunitas, sedangkan untuk pedagang nanti kita tertibkan. Kita menghimbau, jangan sampai menimbulkan kemacetan. Otomatis kan karena pembagian takjil itu pengguna jalan yang lainnya itu dirugikan,” kata Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan Widyanto.

Oleh karena itu, ia meminta kesadaran dari masyarakat Surabaya. Jika niat baiknya di bulan puasa ini jangan sampai membuat kemacetan di jalan.

Selama himbauan dari Satpol PP maupun Dishub sudah disampaikan kepada masyarakat, ia menyampaikan jika akan terus monitoring hingga jelang lebaran.

“Kita monitor, kalau pun kemacetan sifatnya tidak yang betul-betul membuat berhenti, cuman aktivitas jalannya menjadi lebih lambat. Masih bisa ditoleransilah, masih bisa kondusif,” pungkasnya. (est/ano/yan)

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional