Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Polinema Tampung 1.138 Camaba Jalur UMPN, 5 Kelas internasional

  • Selasa, 21 Mei 2019 | 09:21
  • / 16 Ramadhan 1440
Polinema Tampung 1.138 Camaba Jalur UMPN, 5 Kelas internasional
Camaba diwajibkan menjalani tes masuk PMB Polinema. (rhd)

Memontum Kota MalangDalam Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Negeri Malang (Polinema) tahun akademik 2019/2020, Polinema memberikan kuota 3.248 calon mahasiswa baru (camaba)  Jumlah camaba tersebut merupakan akumulasi penerimaan dari jalur Penelusuran Minat Dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN), Ujian Masuk Politeknik Nasional (UMPN), dan jalur Mandiri.

“Kami menerima 3.248 calon mahasiswa baru (camaba) untuk tahun ini, baik dari kelas reguler, kerjasama, dan internasional. Khusus jalur UMPN 1.138 camaba, sedikit peningkatan dibandingkan tahun lalu 1.000 maba atau hanya naik 2 persen.
UMPN dibuka 20 Mei hingga 20 Juni 2019. Tes 22 Juni 2019, dan akan diumumkan 27 Juni 2019. Penerimaan jalur UMPN, akan membuka 23 prodi, yang terbagi 11 prodi program D3, dan 12 prodi program D4,” jelas Pembantu Direktur I, Supriatna Adi Suwignjo, ST., MT, saat preskon  Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Polinema jalur UMPN, Senin (20/5/2019).

Diakui Priatna, sapaan akrabnya, kuota tersebut merupakan proporsional jumlah mahasiswa dan dosen, dengan pola PMB jalur PMDK-PN 35 persen, UMPN 35 persen, dan Mandiri 30 persen. “Peminat di Polinema ini cukup tinggi. Misalnya, jalur PMDK-PN Polinema termasuk paling tinggi se-Politeknik Indonesia dengan 28.435 peminat. Padahal yang diterima hanya 1.112 camaba. Itu termasuk mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi 320 camaba,” beber Priatna, sembari menambahkan masih ada kuota 330 untuk penerima Bidikmisi jalur UMPN.

 Direktur Polinema, Drs Awan Setiawan, MM. (rhd)

Direktur Polinema, Drs Awan Setiawan, MM. (rhd)

Dalam jalur UMPN ditawarkan kelas internasional untuk memberi kesempatan mahasiswa asing dan mahasiswa dalam negeri. Di tahun ini, telah dibuka 5 prodi kelas internasional, diantaranya 3 jurusan Rekayasa, yaitu prodi D4 Teknik Informatika, D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi, D4 Sistem Kelistrikan. Dan 2 jurusan Tata Niaga, yaitu D4 Akuntansi Manajemen, dan D4 Manajemen Pemasaran. “Kesempatan untuk mahasiswa asing sudah ditutup, karena prosesnya telah usai. Sengaja memang didahulukan karena mereka harus mengurus VISA dan KITAS agar prosesnya nanti bisa selesai saat daftar ulang yang disamakan dengan camaba jalur UMPN. Sementara untuk mahasiswa lokal yang ingin masuk kelas internasional, aturannya sama dengan jalur UMPN secara umum. Namun harus memiliki sertifikasi TOEFL,” jelas Supriatna.

Beberapa aktivitas mahasiswa prodi favorit. (ist)

Beberapa aktivitas mahasiswa prodi favorit. (ist)

Disebutkan, jumlah peminat kelas internasional ada 62 camaba asing yang berasal dari 7 negara. Sementara yang diterima hanya 26 camaba, dari Madagaskar, Zimbabwe, Sudan, Gambia, Yaman, Tajikistan, dan South Sudan. Dalam kelas internasional, mahasiswa asing juga mendapatkan keistimewaan 3 jenis beasiswa, yaitu beasiswa biaya hidup dan bebas UKT (full); bebas UKT; dan biaya sendiri. “Peminat terbanyak prodi D4 Teknik Informatika 6 camaba asing, D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi 6 camaba asing, D4 Sistem Kelistrikan 5 camaba asing, D4 Manajemen Pemasaran 5 camaba asing, dan D4 Akuntansi Manajemen 4 camaba asing,” terang Supriatna, didampingi Kepala Humas Polinema, Gatot Joelianto.

Graha Polinema ikonik Politeknik Negeri Malang. (ist)

Graha Polinema ikonik Politeknik Negeri Malang. (ist)

Sementara, keuntungan yang ditawarkan bagi mahasiswa dalam negeri dalam program internasional, di antaranya Summer Camp, program kredit transfer sistem dengan universitas di luar negeri, double degree dengan kampus luar negeri, dan lainnya. “Terkait pembiayaan, ada pola berapa yang dibayar mahasiswa, dan berapa oleh mitra. Untuk dobel degree, kami menerapkan pola 3 – 1. Artinya, mahasiswa menempuh kuliah 3 tahun di Polinema, dan 1 tahun di luar negeri. Bahkan berkesempatan bisa melanjutkan S2 di luar negeri,” jelas Supriatna.

Gelombang terakhir yaitu jalur Mandiri. Dimana waktu pendaftaran 28 Juni hingga 25 Juli 2019. Pelaksanaan tes 27 Juli 2019 dan diumumkan 29  Juli 2019. “Memang waktu pendaftaran tiap jalur mepet karena tersekat oleh agenda lebaran. Setidaknya ada jeda 1 minggu antar jalur. Kami menghimbau, agar masyarakat atau camaba yang ingin masuk Polinema, benar-benar memperhatikan waktu pendaftaran dan antar waktu tiap jalur agar tidak terlewatkan. Pasalnya perkuliahan akan dimulai 26 Agustus 2019,” papar Supriatna.

Dalam jalur Mandiri, tetap dibuka kelas kerjasama untuk Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMF Aeroasia) 1 kelas, dan kelas PT PLN yang sudah dibuka sebelumnya. “Sementara sudah berjalan 2 kelas kerjasama. Selain itu, ada kelas non kerjasama dengan PT Bukit Asam. Dimana CSR beasiswa Bidik Siba diberikan bagi 25 camaba dari masyarakat sekitar,” tandas Supriatna.

Disinggung terkait jumlah peminat Polinema yang cukup tinggi, Polinema telah membuat jajak pendapat di tahun-tahun sebelumnya. Diantaranya, faktor geografis Malang yang nyaman sebagai tempat kuliah dan tempat tinggal; biaya hidup relatif ekonomis; perkembangan kota Malang yang cukup signifikan dan menarik; Kampus Polinema berada di lokasi yang strategis; ragam Prodi yang disesuaikan bakat minat; keterserapan kerja sebelum lulus lebih dari 70 persen, dan program kelas kerjasama. (adn/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional