Connect with us

Kota Malang

Polinema Tampung 1.138 Camaba Jalur UMPN, 5 Kelas internasional

Diterbitkan

||

Camaba diwajibkan menjalani tes masuk PMB Polinema. (rhd)

Memontum Kota MalangDalam Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Negeri Malang (Polinema) tahun akademik 2019/2020, Polinema memberikan kuota 3.248 calon mahasiswa baru (camaba)  Jumlah camaba tersebut merupakan akumulasi penerimaan dari jalur Penelusuran Minat Dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN), Ujian Masuk Politeknik Nasional (UMPN), dan jalur Mandiri.

“Kami menerima 3.248 calon mahasiswa baru (camaba) untuk tahun ini, baik dari kelas reguler, kerjasama, dan internasional. Khusus jalur UMPN 1.138 camaba, sedikit peningkatan dibandingkan tahun lalu 1.000 maba atau hanya naik 2 persen.
UMPN dibuka 20 Mei hingga 20 Juni 2019. Tes 22 Juni 2019, dan akan diumumkan 27 Juni 2019. Penerimaan jalur UMPN, akan membuka 23 prodi, yang terbagi 11 prodi program D3, dan 12 prodi program D4,” jelas Pembantu Direktur I, Supriatna Adi Suwignjo, ST., MT, saat preskon  Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Polinema jalur UMPN, Senin (20/5/2019).

Diakui Priatna, sapaan akrabnya, kuota tersebut merupakan proporsional jumlah mahasiswa dan dosen, dengan pola PMB jalur PMDK-PN 35 persen, UMPN 35 persen, dan Mandiri 30 persen. “Peminat di Polinema ini cukup tinggi. Misalnya, jalur PMDK-PN Polinema termasuk paling tinggi se-Politeknik Indonesia dengan 28.435 peminat. Padahal yang diterima hanya 1.112 camaba. Itu termasuk mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi 320 camaba,” beber Priatna, sembari menambahkan masih ada kuota 330 untuk penerima Bidikmisi jalur UMPN.

 Direktur Polinema, Drs Awan Setiawan, MM. (rhd)

Direktur Polinema, Drs Awan Setiawan, MM. (rhd)

Dalam jalur UMPN ditawarkan kelas internasional untuk memberi kesempatan mahasiswa asing dan mahasiswa dalam negeri. Di tahun ini, telah dibuka 5 prodi kelas internasional, diantaranya 3 jurusan Rekayasa, yaitu prodi D4 Teknik Informatika, D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi, D4 Sistem Kelistrikan. Dan 2 jurusan Tata Niaga, yaitu D4 Akuntansi Manajemen, dan D4 Manajemen Pemasaran. “Kesempatan untuk mahasiswa asing sudah ditutup, karena prosesnya telah usai. Sengaja memang didahulukan karena mereka harus mengurus VISA dan KITAS agar prosesnya nanti bisa selesai saat daftar ulang yang disamakan dengan camaba jalur UMPN. Sementara untuk mahasiswa lokal yang ingin masuk kelas internasional, aturannya sama dengan jalur UMPN secara umum. Namun harus memiliki sertifikasi TOEFL,” jelas Supriatna.

Beberapa aktivitas mahasiswa prodi favorit. (ist)

Beberapa aktivitas mahasiswa prodi favorit. (ist)

Disebutkan, jumlah peminat kelas internasional ada 62 camaba asing yang berasal dari 7 negara. Sementara yang diterima hanya 26 camaba, dari Madagaskar, Zimbabwe, Sudan, Gambia, Yaman, Tajikistan, dan South Sudan. Dalam kelas internasional, mahasiswa asing juga mendapatkan keistimewaan 3 jenis beasiswa, yaitu beasiswa biaya hidup dan bebas UKT (full); bebas UKT; dan biaya sendiri. “Peminat terbanyak prodi D4 Teknik Informatika 6 camaba asing, D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi 6 camaba asing, D4 Sistem Kelistrikan 5 camaba asing, D4 Manajemen Pemasaran 5 camaba asing, dan D4 Akuntansi Manajemen 4 camaba asing,” terang Supriatna, didampingi Kepala Humas Polinema, Gatot Joelianto.

Graha Polinema ikonik Politeknik Negeri Malang. (ist)

Graha Polinema ikonik Politeknik Negeri Malang. (ist)

Sementara, keuntungan yang ditawarkan bagi mahasiswa dalam negeri dalam program internasional, di antaranya Summer Camp, program kredit transfer sistem dengan universitas di luar negeri, double degree dengan kampus luar negeri, dan lainnya. “Terkait pembiayaan, ada pola berapa yang dibayar mahasiswa, dan berapa oleh mitra. Untuk dobel degree, kami menerapkan pola 3 – 1. Artinya, mahasiswa menempuh kuliah 3 tahun di Polinema, dan 1 tahun di luar negeri. Bahkan berkesempatan bisa melanjutkan S2 di luar negeri,” jelas Supriatna.

Gelombang terakhir yaitu jalur Mandiri. Dimana waktu pendaftaran 28 Juni hingga 25 Juli 2019. Pelaksanaan tes 27 Juli 2019 dan diumumkan 29  Juli 2019. “Memang waktu pendaftaran tiap jalur mepet karena tersekat oleh agenda lebaran. Setidaknya ada jeda 1 minggu antar jalur. Kami menghimbau, agar masyarakat atau camaba yang ingin masuk Polinema, benar-benar memperhatikan waktu pendaftaran dan antar waktu tiap jalur agar tidak terlewatkan. Pasalnya perkuliahan akan dimulai 26 Agustus 2019,” papar Supriatna.

Dalam jalur Mandiri, tetap dibuka kelas kerjasama untuk Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMF Aeroasia) 1 kelas, dan kelas PT PLN yang sudah dibuka sebelumnya. “Sementara sudah berjalan 2 kelas kerjasama. Selain itu, ada kelas non kerjasama dengan PT Bukit Asam. Dimana CSR beasiswa Bidik Siba diberikan bagi 25 camaba dari masyarakat sekitar,” tandas Supriatna.

Disinggung terkait jumlah peminat Polinema yang cukup tinggi, Polinema telah membuat jajak pendapat di tahun-tahun sebelumnya. Diantaranya, faktor geografis Malang yang nyaman sebagai tempat kuliah dan tempat tinggal; biaya hidup relatif ekonomis; perkembangan kota Malang yang cukup signifikan dan menarik; Kampus Polinema berada di lokasi yang strategis; ragam Prodi yang disesuaikan bakat minat; keterserapan kerja sebelum lulus lebih dari 70 persen, dan program kelas kerjasama. (adn/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Malang

Sego Pecel Mepet Sawah, Semangat Kerja Bapenda Kota Malang

Diterbitkan

||

Pimpinan Cabang Bank Jatim Malang, Herry Setya Yudakka (kiri) menerima Buku '50 Inovasi Peningkatan PAD dari Sektor Pajak' dari Kepala Bapenda Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT dalam kunjungannya ke kantor Bapenda, siang kemarin
Pimpinan Cabang Bank Jatim Malang, Herry Setya Yudakka (kiri) menerima Buku '50 Inovasi Peningkatan PAD dari Sektor Pajak' dari Kepala Bapenda Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT dalam kunjungannya ke kantor Bapenda, siang kemarin

Memontum Kota Malang – Bukan prasmanan mewah. Tanpa gebyar yang meriah. Hangat dengan obrolan renyah, meski menu hanya sego pecel mepet sawah. Begitulah suasana syukuran sederhana di ruang rapat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) siang kemarin. Seiring pergantian identitas dari sebelumnya mengusung nama Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D), semangat baru diusung OPD yang masih dikomandani Ir H Ade Herawanto MT, tersebut.

Jika sebelumnya tugas BP2D sesuai nomenklatur dan tusi dalam Perda serta Perwal terdahulu hanya menangani pelayanan masyarakat dan pemungutan terhadap pajak daerah, kini tugas Bapenda bertambah. Sesuai peraturan perundangan, sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah & Retribusi Daerah, Bapenda Kota Malang tetap bertugas menangani pelayanan dan pemungutan terhadap sembilan jenis pajak daerah.

Suasana makan siang dan syukuran sederhana di ruang rapat Bapenda Kota Malang

Suasana makan siang dan syukuran sederhana di ruang rapat Bapenda Kota Malang

“Serta ditambah fungsi-fungsi koordinasi dan akuntansi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang yang meliputi pemungutan dan pembukuan pajak daerah. Semua retribusi daerah dan pendapatan asli daerah lain yang sah seperti sewa aset dan lain-lain,” beber Wakil Walikota Malang, Ir H Sofyan Edi Jarwoko.

Wawali yang akrab disapa Bung Edi itu berharap agar amanat UU No 28 Tahun 2009 dapat dilaksanakan dengan baik oleh Bapenda.

“Harapan kedua, terkait peran tugas fungsi koordinasi dan akuntasi PAD supaya semakin jelas siapa berwenang dan bertanggung jawab sehingga tidak terjadi over lapping antar perangkat daerah,” jelasnya.

Ketiga, Edi berharap Bapenda di bawah komando Sam Ade tetap optimal dalam melakukan upaya intensifikasi maupun ekstensifikasi demi meningkatkan PAD dari sektor pajak. Untuk tahun 2020, target PAD Kota Malang sebesar lebih dari Rp 731 Milyar. Bapenda sendiri ditarget mampu membukukan pendapatan dari sektor pajak hingga Rp 621 Milyar alias naik 23% dari target tahun 2019 sebesar Rp 501 Milyar. Sementara nilai retribusi berkisar Rp 110 Milyar lebih.

“Dengan tugas yang semakin bertambah dan target yang kian meningkat, artinya segenap awak Bapenda harus makin bekerja keras dan harus tetap optimis mampu memenuhi target,” tandas Sofyan Edi.

Pendapat senada diamini Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, H Asmualik. Pihaknya berharap seiring perubahan nama dan nomenklatur BP2D menjadi Bapenda, kinerja ke depannya dapat lebih maksimal dalam upaya memenuhi target.

“Spirit perubahan ini harus bisa dibawa dalam setiap kerja-kerja nyata Bapenda dalam menghimpun uang pajak dari masyarakat, sehingga peningkatan pendapatan daerah melalui sektor pajak dan retribusi dapat terus digenjot,” ujar Asmualik.

“Harapan kita bersama bahwa dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, dapat memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat dalam bentuk program pembangunan dan kesejahteraan rakyat oleh Pemkot Malang,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bapenda Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT memastikan segenap jajarannya akan tetap bekerja dengan giat, gembira dan integritas tinggi.

“Kami akan berusaha lebih baik. Para petugas pajak juga harus lebih tertib dalam menjalankan tugasnya sehingga memberi contoh nyata bagi para Wajib Pajak,” seru Sam Ade d’Kross, sapaan akrab pria yang juga dikenal sebagai tokoh Aremania itu.

Meski punya ‘bendera’ baru dan mengusung paradigma anyar dengan tugas dan fungsi yang lebih diperkaya, kinerja Bapenda akan terus dikawal dan disupervisi ketat oleh Tim Korsupgah KPK RI Wilayah VI yang sejak tahun lalu melakukan pendampingan terhadap BP2D dan Pemkot Malang.

Sebagai langkah gerak cepat, Rabu (29/1/2020) siang, Sam Ade dan jajarannya langsung menggelar rapat koordinasi bersama para stakeholder untuk aktualisasi sistem pajak online.

“Harapannya mulai awal Februari nanti kita sudah bisa menerapkan sistem pajak online atau e-Tax yang lebih update dan terintegrasi,” tuturnya. Pria yang juga dikenal sebagai tokoh olahraga nasional itu menambahkan, yang dimaksud antara lain e-Tax meliputi pelayanan online terhadap pajak hotel/ kost, resto, pajak parkir, e-BPHTB dan e-Reklame bekerjasama dengan Bank Jatim sesuai MoU serta mengacu arahan-arahan dari Tim Korsupgah KPK.

“Sehingga dapat mengcover para pelaku usaha yang terdaftar sebagai Wajib Pajak, baik itu Wajib Pajak lama yang sudah ada ataupun yang baru terdaftar,” papar Sam Ade.

Pimpinan Cabang Bank Jatim Malang, Herry Setya Yudakka menegaskan, pihaknya selaku mitra kerja bakal mengapresiasi dan mendukung penuh program-program Bapenda.

“Selain menjalankan tugas sebagai bank persepsi, kami juga siap mensupport pajak online atau e-Tax yang diterapkan Bapenda melalui aplikasi dan sistem inovatif kami,” terangnya di Kantor Bapenda. Herry bahkan langsung menerjunkan tim IT Bank Jatim untuk proaktif dan hadir langsung dalam rapat koordinasi yang berlangsung tadi siang.

“Upaya optimalisasi dan sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan bagi masyarakat serta menunjang upaya Pemkot Malang untuk meningkatkan PAD dari sektor pajak,” pungkasnya.(*yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Dindik Kota Malang Raih Tiga Penghargaan Dalam Ajang AIKID 2019

Diterbitkan

||

Dindik Kota Malang Raih Tiga Penghargaan Dalam Ajang AIKID 2019

Memontum Kota Malang – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang berhasil menyabet sederet penghargaan dalam ajang Anugerah Inovasi dan Kreatifitas Informasi Digital (AIKID) 2019 yang digelar pada Rabu (16/10/2019). Ajang tersebut merupakan event yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) untuk menilai media sosial dan website di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang.

Total ada sebanyak 3 piala yang berhasil disabet oleh Dindik Kota Malang. Antara lain juara 2 pada kategori Media Sosial Terbaik, juara 1 pada kategori Website Terbaik OPD dan Sekretariat dan Website Terfavorit kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Malang.

Piala juga diserahkan langsung oleh Walikota Malang Sutiaji kepada Dindik Kota Malang, Zubaidah. Sedangkan untuk website terfavorit diserahkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Widayati Sutiaji.

Saata ditemui di ruang kerjanya, Zubaidah mengatakan bahwa dirinya sangat bangga dan senang atas prestasi yang diraihnya tersebut. Ia menyebut, penghargaan yang diperoleh merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak.

“Itu semua kan bukan kita yang menilai. Tanpa kerja keras dari kami (staf dan jajaran) Dindik Kota Malang, prestasi tersebut juga tidak akan bisa diraih,” ujae Zubaidah.

Zubaidah juga mengatakan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Kota Malang, hingga penghargaan tersebut dapat diraih. Menurutnya, dalam ajang tersebut, masyarakat juga sangat berperan penting hingga Dindik Kota Malang dapat meraih prestasi.

“Itu kan penilaian masyarakat. Dan saya sendiri juga kaget, ternyata website dan akun media sosial milik kami (Dindik) juga dapat membantu masyarakat dalam mencari informasi seputar pendidikan. Bahkan kami juga membuka semacam portal untuk menampung keluhan masyarakat seputar dunia pendidikan,” jelasnya kepada Memo X.

Namun begitu, Zubaidah mengatakan, bahwa dengan prestasi yang telah diraih kini, tidak lantas membuat dirinya beserta seluruh staf dan jajajaran Dindik Kota Malang berpuas diri. Ia mengatakan, bahwa pihaknya harus tetap membuat inovasi-inovasi baru yang bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan masyarkat terlebih dalam dunia pendidikan.

“Sudah jelas kami semua sangat bangga dengan prestasi ini. Namun saya berharap hal itu tidak cukup sampai disini dan tidak membuat kami mudah berpuas diri. Ini harus bisa menjadi motivasi bagi kami untuk tetap berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Kota Malang,” jelasnya.

Ia mengaku, capaian tersebut bukan berarti diraih tanpa tantangan. Namun menurutnya, hal itu menjadi koreksi dan memotivasi dirinya untuk tetap menjadi lebih baik.

“Yang namanya tantangan pasti ada, namun semuanya kembali kepada masyarakat. Prestasi yang kita raih kan juga penilaian masyarakat,” pungkasnya. (*gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler