Memontum.Com

Politeknik Negeri Malang
STIE PERBANAS

Tuding Pemilu Curang, AMPD Situbondo Teriakkan Pernyataan Sikap

  • Selasa, 21 Mei 2019 | 09:24
  • / 16 Ramadhan 1440
Tuding Pemilu Curang, AMPD Situbondo Teriakkan Pernyataan Sikap
Massa AMPD unjuk rasa di Kantor Bawaslu Kabupaten Situbondo. (im)

Memontum Situbondo Ribuan massa yang tergabung bersama AMPD (Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi) Kabupaten Situbondo, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor BAWASLU Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin (20/5/2019). Dalam aksinya mereka menyampaikan 5 tuntutan.

“Kita tidak berniat makar, dan kita adalah bangga menjadi warga negara Indonesia. Tapi kita tidak rela kita diadu domba dan bersaing dengan lainnya,” kata Korlap Aksi Ahmad Zainuri Ghazali, Senin (20/5/2019) siang.

Sementara orator peserta AMPD, Jufaldi, dalam orasinya mengatakan bahwa aksi ini untuk merapatkan bersama barisan, mendesak KPU dan Bawaslu untuk berlaku adil dalam melaksanakan Pemilu dengan menjunjung tinggi kejujuran, keadilan dan transparansi, karena diduga banyak kecurangan.

“Karena kebetulan saya yang tahu sendiri. Di tiap-tiap TPS banyak yang kekurangan surat suara. Kami juga titip komisioner! Bahwa demi Allah, Allah tidak tidur, dan semua akan hancur dimata Allah jika ada yang tidak benar, ingat belakang kita,” kata Jufaldi.

Kemudian, Korlap Aksi Ahmad Zainuri Ghazali menyampaikan 5 pernyataan sikap. Pertama kami siap menerima dengan ikhlas penuh dengan tawakkal kepada Allah SWT terhadap hasil Pemilu serentak tahun 2019. Dengan syarat jujur, ditegakkannya kebenaran dan keadilan, tidak ada kejahatan politik yang dilakukan dalam semua proses penyelenggaraan Pemilu serentak 2019.

Kedua kami tidak menjadikan tujuan utama pasangan calon tertentu untuk menjadi pemenang, tujuan kami adalah tegaknya konstitusi, tegaknya kebenaran dan keadilan serta dijunjung tingginya sebuah kejujuran tanpa adanya kecurangan.

Ketiga kami tidak akan pernah rela jika hukum, kebenaran dan keadilan serta kejujuran diabaikan dan diinjak-injak di bumi pertiwi tercinta ini. Karena hal itu adalah bukan hanya kejahatan terhadap konstitusi negara.

“Tetapi juga adalah pengkhianatan terhadap para pejuang bangsa. Keempat, kami akan terus berjuang untuk mempertahankan kebenaran, keadilan dan terwujudnya kejujuran serta akan mempertaruhkan segalanya demi tetap berkibarnya merah putih dan tegak kokohnya NKRI, karena bagi kami NKRI adalah harga mati, oleh sebab itu jangan ciderai demokrasi hanya karena ambisi yang tidak manusiawi. Agar transparan kepada seluruh masyarakat, terkait informasi pelaksanaan pemilu yang sudah berlangsung,” sebutnya.

Kemudian Kelima, kami meminta kepada Bawaslu dan KPU Republik Indonesia, melalui Bawaslu Kabupaten Situbondo dan KPUD Situbondo untuk terus mendesak para penegak hukum “ agar mencari tahu terhadap meninggalnya para pahlawan demokrasi dalam melaksanakan tugasnya pada Pemilu 2019. Dan untuk memprosesnya sesuai dengan ketentuan hukum jika ditemukan adanya unsur pelanggaran dan kejahatan,” katanya.

Pihaknyapun menegaskan, tidak ingin pemilu ulang. Tapi yang diinginkan penghitungan ulang. “Untuk saling buka data bersama. Karena rekomendasi Bawaslu jelas, ada kesalahan data, tetapi proses situng tetap jalan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Situbondo, Murtapik,S.Sos saat diwawancarai Wartawan Memontum.com menyampaikan, terkait persoalan-persoalan yang dipertanyakan itu, Bawaslu sudah menindaklanjuti.

“Untuk yang meninggal itu ada 2 di Situbondo, yakni 2 anggota KPPS, dan lainnya sakit. Untuk data otentik bahkan sudah disampaikan kepada kami oleh KPUD ,” kata Murtapik.

Kemudian terkait temuan dan laporan Bawaslu pada tahun 2018 ada 177 register, dengan rincian temuan 176 register, sementara laporan 1 register. Sedangkan untuk tahun 2019 ada 186 register, dengan rincian temuan 184 register, dan laporan 2 register.

“Untuk tahun 2019. Ada 3 laporan yang tidak di register karena tidak memenuhi syarat formil dan atau materiil, “katanya.
[20/5 22.47] memo situb imam: Kami Bawaslu Kabupaten Situbondo melaksanakan tugas sesuai dengan Bawaslu RI. Kemudian yang perlu masyarakat ketahui.

” Situng pun tidak bisa menjadi dasar untuk penetapan pemenangan dari setiap peserta pemilu. Situng hanya alat transparasi,” katanya. (im/yan)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional