Connect with us

Sidoarjo

Restu Apung Penatarsewu, Binaan Pertamina Gas Diresmikan

Diterbitkan

||

Wiko Migantoro Direktur Utama Pertagas pada peresmian Restu Apung Seba Desa Penatarsewu, Tanggulangin (gus)

Memontum SidoarjoBeroperasinya Resto Apung Seba di Kampung Ikan Asap binaan PT Pertamina Gas (Pertagas) membawa berkah bagi warga sekitar. Selama Ramadan, omset puluhan juta dihasilkan oleh pengelola.

“Alhamdulillah respon konsumen bagus. Ini sekaligus menandakan bahwa kelompok pengelola Resto Apung Seba memiliki komitmen kuat untuk maju,” kata Wiko Migantoro, Direktur Utama Pertagas pada peresmian Resto Apung Seba, Senin (20/05).

Menurut dia, sejak soft launching 29 April 2019 lalu omset Resto telah mencapai Rp 26 juta. Ramainya pengunjung resto juga berpengaruh terhadap industri ikan asap disana.

Wiko Migantoro Direktur Utama Pertagas pada peresmian Restu Apung Seba Desa Penatarsewu, Tanggulangin saat menandatangani (gus)

Wiko Migantoro Direktur Utama Pertagas pada peresmian Restu Apung Seba Desa Penatarsewu, Tanggulangin saat menandatangani (gus)

Di sisi lain, Bayu yang tergabung dalam kelompok Resto Seba mengatakan, keberadaan program ini telah membuka lapangan kerja.

“Khususnya pemuda di Penatarsewu. Saya senang ilmu memasak yang pernah dipelajari di Malaysia bisa saya terapkan untuk memajukan desa,” jelasnya.

Pertagas membantu pembangunan resto sebagai salah satu kelanjutan program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan di wilayah operasi perusahaan di Jawa Timur.

Dibangun sejak pertengahan tahun 2018, bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan ini pembangunan Resto Apung Seba telah rampung dan siap menyajikan kuliner khas Sidoarjo. Resto Apung Seba dikelola oleh Kelompok Usaha Resto Apung Seba milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin.

Sebelumnya Desa Penatarsewu telah terkenal sebagai desa penghasil ikan asap. Selama ini warga menjual hasil ikan asap ke pasar atau tengkulak. Kehadiran Resto Apung Seba akan memberikan wadah bagi warga penghasil ikan asap untuk langsung menjual produknya.

“Sejak soft launching resto sudah sebanyak 44 KG ikan asap yg dikirim ke Resto Apung Seba,” ujar Choliq Kades, Penatarsweu yang ditemui di sela peresmian.

Saat ini sebanyak 10 persen dari total populasi warga usia produktif di Desa Penatarsewu yang terlibat aktif di program CSR Kampung Ikan Asap. Pertagas berharap, kinerja Resto Apung Seba bisa semakin berkembang ke depan.

Usaha bersama Pertagas dan warga Desa Penatarsewu diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, yang nantinya akan berdampak langsung kepada peningkatan perekonomian Desa Penatarsewu.

Acara peresmian Resto Apung Seba tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo (Dishub), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan dari jajaran Forkopimka Tanggulangin (gus/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidoarjo

Ribuan Pemohon Antre Pengambilan Smart SIM di Polresta Sidoarjo

Diterbitkan

||

Ribuan Pemohon Antre Pengambilan Smart SIM di Polresta Sidoarjo

Memontum Sidoarjo – Ribaun pemohon Smart SIM terpaksa mengantre di ruang Satpras, Satuan Lantas, Polresta Sidoarjo. Ini menyusul, anomi masyarakat akan Smart SIM cukup besar.

Selain itu, antrean itu disebabkan lantaran Polresta Sidoarjo memiliki tanggungan pemohon Smart SIM 10.000 lebih sejak 3 bulan terakhir. Hal ini disebabkan lantaran pasokan material SIM habis itu. Akibatnya, saat material SIM cukup dan adanya Smart SIM mendorong pemohon baru dan pengambil Smart SIM membludak. Bahkan layanannya tidak dibatasi jam. Terakhir layanannya hingga menjelang tengah malam.

SMART SIM - Ribuan pemohon antre mengambil Smart SIM di Sarpras, Satuan Lantas, Polresta Sidoarjo dengan kemampuan mencetak mesinnya maksimal 1.000 per hari, Rabu (25/9/2019)

SMART SIM – Ribuan pemohon antre mengambil Smart SIM di Sarpras, Satuan Lantas, Polresta Sidoarjo dengan kemampuan mencetak mesinnya maksimal 1.000 per hari, Rabu (25/9/2019)

“Sekarang memang animo masyarakat untuk pengambilan Smart SIM luar biasa. Ditambah lagi adanya tunggakan sekitar 10.000 lebih pemohon SIM sebelumnya. Kalau kemarin kami melayani hingga pukul 23.00 WIB, hari ini kami layani hingga pukul 24.00 WIB,” terang Kasat Lantas, Polresta Sidoarjo, Kompol Fahrian Saleh Siregar, Rabu (25/09/2019).

Lebiha jauh, Fahrian menguraikan dengan pelayanan maksimal antrean pengambilan Smart SIM itu bakal normal kembali sepekan ke depan. Alasannya, saat ini dua alat cetak Smart SIM hanya mampu mencetak 1.000 Smart SIM. Namun jika ditambah dengan layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) bakal menjadi 3 mesin cetak. Hanya saja di MPP pelayananya mulai pukul 19.00 sampai pukul 21.00 WIB.

“Pokoknya akan kami layani sampai selesai sesuai kemampuan mesin cetak. Ini agar segera bisa normal kembali dan antrean tidak berjubel,” tegasnya.

Apalagi, jika dipaksakan mencetak lebih dari 1.000 Smart SIM, lanjut Fahrian justru dikhawatirkan bakal ada kendala pada mesin cetak SIM itu. Menurutnya Smart SIM baru bisa diisi uang 6 bulan ke depan lewat registrasi layaknya kartu lainnya.

“Memang kalau melebihi 1.000 cetaknya maka kami takut ada kendala sama mesin pencetaknnya. Registrasi pengisian uang dan bank yang ditunjuk masih menunggu TR Korlantas,” ungkapnya.

Sementara salah seorang pengantre pengambilan Smart SIM, Naseran mengaku antre sejak pukul 13.30 WIB. Namun baru mendapatkan Smart SIM A dan C miliknya pukul 15.45 WIB.

“Memang saya mengurusnya minggu ketiga Agustus kemarin. Karena diumumkan bisa diambil sekarang maka saya langsung mengambilnya. Ternyata antrean panjang. Tapi hasilnya memuaskan. Selain lebih bagus juga bisa digunakan untuk mengisi uang,” tandas warga Gedangan ini. Wan/yan

 

Lanjutkan Membaca

Politik

Jelang Pilkada Sidoarjo, PKB Jatim dan KPU Gelar Dialog Interaktif bersama Pegiat Desa

Diterbitkan

||

DIALOG INTERAKTIF - Menjelang Pilkada 2020, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jatim menggelar diskusi dan dialog interaktif dengan perwakilan RT/RW dan pegiat desa se Sidoarjo di Tanjung Puri, Rabu (25/9/2019)

Memontum Sidoarjo – Menjelang Pilkada Sidoarjo Tahun 2020, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur menggelar diskusi dan dialog interaktif dengan ratusan perwakilan RT/RW dan penggiat desa se Sidoarjo. Kegiatan bertema Dialog Interaktif Membangun Demokrasi Dari Desa, Kesadaran Politik Pegiat Desa Menyongsong Pilkada Serentak Tahun 2020 ini digelar di Taman Tanjung Puri, Sidoarjo, Rabu (25/09/2019).

Acara ini membahas tentang dinamika politik menjelang Pilkada 2020 di Sidoarjo dan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu. Hadir sebagai pembicara acara ini, Sekretaris Lembaga Kaderisasi DPW PKB Jatim Ibbnu Azzar Firdaus, Ketua KPU Sidoarjo, M Ishaq, dan Koordinator Pegiat Desa Sidoarjo, Ulul Azmi.

Sekretaris Lembaga Kaderisasi DPW PKB Jatim, Ibnu Azzar Firdaus mengatakan acara ini dilakukan untuk membaca peta politik dan mendongkrak kesadaran politik. Hal ini berkaitan erat dengan partisipasi pemilih. Untuk itu, dirinya berharap masyarakat tidak hanya sekedar menggunakan hak pilihnya, tetapi harus sesuai aspirasinya.

“Kesadaran politik harus ditekankan sejak awal. Karena hal itu merupakan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Dengan meningkatnya kesadaran pemilih, bisa diartikan itu sebagai tanda masyarakat menaruh perhatian terhadap masalah pemerintahan dan pembangunan di Sidoarjo,” terang pria yang akrab dipanggil Cak Ibnu ini, Rabu (25/09/2019).

Lebih jauh, Ibnu menilai munculnya beberapa nama kandidat potensial dalam bursa Calon Kepala Daerah (Cakada) di Sidoarjo yang notabene berasal dari PKB. Hal itu merupakan salah satu tanda kaderisasi di partainya berjalan dengan baik.

“Soal munculnya beberapa nama kader PKB yang masuk dalam bursa merupakan bukti kaderisasi di tubuh PKB berjalan dengan baik,” tegasnya.

Hingga kini, ada beberapa nama yang muncul di permukaan dan digadang-gadang mengisi kursi pucuk pimpinan di Sidoarjo. Diantaranya H Ahmad Amir Aslichin (anggota Fraksi PKB DPRD Jatim), Hj Anik Maslahah (Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim), H Nur Ahmad Syaifuddin (Wabup Sidoarjo), H Sullamul Hadi Nurwawan (anggota Fraksi PKB DPRD Sidoarjo), dan H Ahmad Muhdlor Ali (Direktur Lembaga Pendidikan Progresif Bumi Sholawat).

Sementara Ketua KPU Sidoarjo, M Isqak dalam acara itu menegaskan sejumlah tahapan dalam Pilkada di Sidoarjo. Salah satunya soal sarat dukungan independen dan dukungan partai.

“Karena itu menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi agar bisa mencalonkan diri menjadi Bakal Calon Bupati (Bacabup) maupun Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Sidoarjo,” tandasnya. Wan/yan

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler