Connect with us

Probolinggo

Pasca Klenteng Terbakar, Pemerintah Kaji Upaya Renovasi

Diterbitkan

||

Pengurus tempat ibadah klenteng tri dharma saat datang ke pemkot dan di temui Walikota bersama wakil walikota (Istimewa)

Memontum Probolinggo—-Kebakaran hebat yang melanda Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Sumber Naga di Kota Probolinggo, Jumat (17/5) lalu mendapat perhatian dari pemerintah kota setempat. Rencananya, bakal dibuat kajian terkait kewajiban pemerintah kota atas kejadian yang menimpa cagar budaya berusia 154 tahun itu.

Hal itu disampaikan Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri saat menemui pengurus TITD Sumber Naga, Ketua Umum Adi Sutanto Saputro dan Ketua II Erfan Sujianto, di Ruang Transit Wali Kota.


“Kedatangan kami kesini, untuk mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Probolinggo, khususnya Pak Wali dan Pak Wakil. Karena sudah sangat responsif, kami mendapat perhatian. Dan, kami ingin meminta saran apa yang harus kami lakukan selanjutnya,” ujar Erfan Sujianto.

Terkait penyebab kebakaran, kata Erfan, pihaknya masih belum mendapatkan hasil dari pihak kepolisian. “Jadi, kami belum bisa memberi keputusan apa-apa. Karena belum diketahui sebab dari kebakaran tersebut,” imbuhnya.

Sementara Habib Hadi menjelaskan, karena klenteng masuk dalam satu dari sekian banyak cagar budaya Kota Probolinggo, maka pihaknya bakal menyiapkan langkah yang tepat. Yaitu melakukan kajian melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di internal Pemkot Probolinggo.

“Kita diskusi lagi nanti dengan hasil kejadian yang ada. Karena cagar budaya, maka pemerintah punya kewajiban disitu. Mudah-mudahan ada solusi klenteng ini bagaimana mana nantinya sesuai dengan hasil kajian dan aturan yang ada,” Ujar Habib Hadi.

Jika dilakukan renovasi, Habib Hadi mengatakan tidak boleh merubah bentuk aslinya. “Soal bahan memang tidak harus sama, karena kayunya kan sudah lama. Makanya kita tunggu kajian dulu ya,” Tambah Habib.

Usai pertemuan tersebut, Adi Susanto dan pengurus klenteng punya harapan terkait adanya pendanaan dari Pemkot Probolinggo karena yang terbakar adalah cagar budaya.

“Kami juga akan menggalang dana dari umat dan klenteng-klenteng se-Indonesia,” tuturnya.

Adi belum bisa memastikan berapa kerugian atau biaya yang dibutuhkan untuk mengembalikan kondisi klenteng seperti sebelumnya. Namun ia memperkirakan dana yang dibutuhkan mencapai Rp 2-3 Miliar.

“Kerugian belum bisa dihitung, mungkin sekitaran segitu. Karena membangun klenteng bukan seperti bangun rumah,” imbuh Adi.

Ketika kebakaran terjadi, Wali Kota Habib Hadi langsung datang ke lokasi kejadian dan ikut memadamkan api. Keesokan harinya Wawali Subri pun memantau kondisi pasca kebakaran dan bertemu dengan pengurus klenteng untuk memberikan support. Dan, akhirnya perwakilan klenteng bertemu dengan wali kota dan wawali membahas soal cagar budaya tersebut. (Pix/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Probolinggo

Kerusuhan Wamena Papua Juga Tewaskan 2 Warga Probolinggo

Diterbitkan

||

Kerusuhan Wamena Papua Juga Tewaskan 2 Warga Probolinggo

Memontum Probolinggo – Kerusuhan yang terjadi di Wamena Papua, ternyata membuat duka keluarga di wilayah Probolinggo, warga asal Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, dikabarkan tewas pada kejadian itu. Keduanya tidak bisa lari saat terjadinya kerusuhan, Kamis (26/9/2019) siang.

Kerusuhan yang terjadi di Mamena Papua menyebabkan rumah, perkantoran terbakar, hingga belasan orang meninggal dunia. Salah satu korban diantaranya dua warga asal Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

TANGIS : Suasana Duka Di Rumah Keluarga Korban Kerusuhan Wamena. (Pix)

TANGIS : Suasana Duka Di Rumah Keluarga Korban Kerusuhan Wamena. (Pix)

Satu korban dikabarkan meninggal dunia, atas nama Muhamad Subhan (38) warga Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.

Berita meninggalnya Muhamad Subhan sudah sampai di keluarga besarnya di Leces. Bahkan orang tua dan adik serta kakaknya sudah menggelar tahlilan, selama dua hari ini.

Menurut Umi Kulsum, kakak ipar korban mengatakan bahwa Korban di Wamena Papua bekerja sebagai tukang ojek, dan rencananya akan balik ke Probolinggo pada tahun baru 2020 mendatang.

“Seminggu sebelumnya sempat komunikasi lewat telepon, mau pulang pada tahun baru,”ujar Umi.

Umi terlihat tidak bisa membendung air matanya, dia tidak percaya adik iparnya justru meninggal saat baru kembali ke Papua 4 bulan lalu. Korban meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan.

Umi menambahkan, bahwa terakhir komunikasi dengan adiknya 4 hari lalu, komunikasi yang dibahas seputar kondisi papua yang terus memanas.

“Dia selalu bercerita kalau di Wamena situasinya memanas, dan selalu berkata mimpi sering bertemu almarhum ayah,” tambah Umi,sambil mengusap air matanya.

Photo Keluarga Korban (ist)

Photo Keluarga Korban (ist)

Sementara itu menurut Muhamad Jamal, kakak korban, cerita dari teman adiknya, korban tewas akibat terkena lemparan batu pada saat kerusuhan.

“Saya dikabari melalui telepon kalau adik saya meninggal akibat lemparan batu di kepalanya,”terang Jamal.

Ditempat terpisah, Kapolsek Leces, Iptu Ahmad Gandhi, membenarkan bahwa ada dua warganya yang tewas di Papua.

“Iya benar, 2 warga tersebut berasal dari kecamatan leces, keduanya tewas akibat kerusuhan Wamena Papua. Satu korban atas nama Sopyan (37) warga Jorongan, Kecamatan Leces dan Muhamad Subhan (38) warga Desa Semberkedawung, Kecamatan Leces.

Dari kejadian tersebut pihak keluarga hanya pasrah karena masih belum ada kepastian apakah jenazah bisa dibawa ke Probolinggo. (pix/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jalur Tengkorak Hitungan Menit, 2 Laka Pantura, 5 Kendaraan 1 Nyawa Melayang

Diterbitkan

||

LOKASI : Truk yang terguling setelah menabrak motor. (Pix)

Memontum Probolinggo – Jalan pantura di Probolinggo benar-benar menjadi jalur tengkorak. Dalam hitungan menit saja, terjadi 2 kali kecelakaan dengan melibatkan 5 kendaraan. Akibatnya 1 korban tewas dan beberapa diantaranya terluka. Kamis (26/9/2019) pagi.

Diketahui korban tewas pengendara sepeda motor atas nama Nurul Hakim (51), warga Desa Banjar Sari, Kecamatan Sumberasih. Nurul tewas di tempat kejadian setelah ditabrak dump truk dari arah berlawanan dan sampai truk terguling.

Kejadian kecelakaan tersebut bermula saat korban Nurul Hakim yang mengendarai motor bebek dengan nomor polisi N 3478 SZ melaju sedang dari arah barat ke timur. Tiba-tiba disekitar TKP, dump truk dengan nomor polisi S 9549 UQ tanpa muatan melaju kencang dari arah sebaliknya. Truk oleng hingga menabrak korban. Korban sempat terseret beberapa meter, sedangkan truk langsung terguling.

Tak hanya itu, dengan kondisi truk terguling, juga menghantam mobil penumpang. Beruntung 2 penumpang dan 1 sopir hanya luka ringan dalam kecelakaan ini.

Menurut Said sopir mobil penumpang, dump truk melaju sangat kencang dari arah berlawanan dan berjalan tanpa kendali.

“Memang laju truk terlihat kencang, oleng dan menabrak motor, imbasnya mobil saya juga kena,” ujarnya.

Tidak lama dari kejadian tersebut, polisi dari Unit Laka Lantas Polres Probolinggo Kota langsung melakukan olah tempat kejadian. Korban meninggal dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Tongas.

Masih hitungan menit dilakukan olah TKP kecelakaan pertama, kembali terjadi kecelakaan lagi saat truk peti kemas berhenti mendadak, hingga pikap dengan muatan pepaya menabrak dari belakang.

Menurut Fajar, sopir truk peti kemas, dia berhenti mendadak karena di depannya ada mobil juga berhenti mendadak.

“Saya memang ngerem mendadak karena kendaraan saya didepan juga brenti dadakan dan mobil di belakang juga nabrak kendaraan saya,” ujar Fajar.

Tidak ada korban jiwa di lakanyang ke dua, hanya luka-luka karena korban sempat terjepit body mobil, kernet mobil pick up harus menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Polisi dari Unit Laka terus melakukan penyelidikan 2 kasus kecelakaan ini. Dugaan sementara, pemicunya karena human eror. (pix/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler