Connect with us

Situbondo

Guru Ngaji dan Guru Minggu Terima Insentif Rp 1 Juta

Diterbitkan

||

PENYERAHAN SIMBOLIS: Wabup Situbondo, Ir.H.Yoyok Mulyadi,M.Si (pakai baju batik kuning), pada penyaluran insentif guru ngaji di Kantor Kecamatan Banyuputih, kemarin (im)

Memontum Situbondo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo tahun ini kembali memberikan insentif kepada guru ngaji dan guru minggu (pengajar di gereja). Pada Bulan Ramadan tahun 2019 kali ini, pemerintah juga menambah nominal keuangan yang diberikan.

Wakil Bupati Situbondo, Ir.H.Yoyok Mulyadi,M.Si mengatakan, pada tahun lalu, insentif yang diberikan sebesar Rp.900 ribu per orang. Sedangkan tahun ini naik menjadi Rp. 1 juta. “Setiap tahun, kita terus berupaya untuk menambah,” katanya.

Meski ada peningkatan jumlah, Wabup H.Yoyok menilai, itu masih terlalu kecil. Sebab, hanya diterima sekali dalam setahun. Dia menambahkan, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan jumlah insentif. Akan tetapi, tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

H.Yoyok berharap, dengan insentif yang diberikan, para guru ngaji maupun guru minggu semakin semangat dalam mengajari anak-anak agar menjadi generasi yang cerdas dan berguna bagi agama dan bangsa.

“Jangan dilihat jumlahnya,” pesannya di hadapan para guru ngaji saat acara penyaluran insentif di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Selasa (21/5/2019) pagi.

H.Yoyok mengatakan, bantuan keuangan yang diterima sebenarnya bukan gaji rutin. Akan tetapi hanya sebagai penghargaan dari Pemkab Situbondo atas keikhlasan mereka dalam mengajar.

“Karena mereka telah berkontribusi dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa ini,” imbuhnya.

Menurutnya, bantuan keuangan khusus itu diberikan oleh Pemkab Situbondo dalam rangka mendukung berlangsungnya pendidikan agama anak-anak Situbondo. Makanya, pemerintah memandang perlu memberikan insentif sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian guru ngaji dan guru minggu kepada bangsa dalam bidang pendidikan keagamaan.

Kemarin, penyaluran insentif dilaksanakan di empat kecamatan. Yaitu kecamatan Banyuputih, Asembagus, Jangkar, dan Kecamatan Arjasa. Sebanyak 333 jumlah guru ngaji dan guru minggu yang menerima dari empat kecamatan itu. Penyerahan secara simbolis diberikan oleh Wabup H.Yoyok.

Sekedar diketahui, pada tahun 2019 ini, jumlah penerima mencapai 4.477 orang. Dengan rincian 4.309 guru ngaji, dan 168 guru minggu. Total keuangan untuk insentif mencapai Rp. 4,1 Miliar. Hari ini (Rabu), penyaluran dilanjutkan ke wilayah barat Situbondo. (im/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Dua Pemotor Terlibat Kecelakaan di Jalur Pantura Banyuputih Situbondo

Diterbitkan

||

KECELAKAAN: Kondisi 2 pengendara saat kecelakaan di TKP. (tik)

Memontum Situbondo – BRAAKK! Dua pemotor dari arah yang sama mengalami laka lantas di jalan raya Pantura Banyuputih tepatnya di Km 229.9 arah Surabaya, Keduanya dilarikan ke Puskesmas Banyuputih dengan luka luka disekujur tubuh. Selasa (24/9/2019) siang.

Wahet (30) warga Dusun Blangguan, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, mengemudikan Sepada motor Honda scoopy nopol. AE 3622 NB melaju dari arah Banyuwangi, tepatnya pada pukul 10.25 Wib di KM 229.9 mendadak sepeda motor pedagang penthol ( tanpa platnomer) yang dikemudikan oleh Kikik (35) asal Dusun dan Desa yang sama, menyebrang jalan, karena jarak terlalu dekat, keduanya hingga terjadi benturan tidak bisa dihindari.

Sehingga membuat keduanya terkapar ditengah jalan, dibantu warga sekitar kedua korban akibat kecelakaan dilarikan ke Puskesmas Banyuputih, sementara dua unit kendaraan diamankan di Mapolsek Banyuputih.

Kapolsek Banyuputih AKP Didik Rudianto SH saat ditemui Wartawan Memontum.com dikantornya membenarkan kejadian tersebut.

“Untuk sementara ini tidak ada korban jiwa, keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas Banyuputih untuk mendapatkan perawatan dan dua kendaraan langsung kami amankan di Polsek Banyuputih, ” kata Kapolsek AKP Didik Rudianto. (tik/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Situbondo

Kunjungi Polsek Jajaran, Kasi Propam Tekankan Netralitas dalam Pilkades Serentak

Diterbitkan

||

Kasi Propam Polres Situbondo, IPDA Harsono SH saat kunjungi Polsek Kapongan Situbondo dan tampak memberikan arahan kepada Kapolsek serta pada semua anggotanya. (im)

Memontum Situbondo – Propam Polres Situbondo melaksanakan safari keliling pada Polsek Jajaran dalam rangka sosialisasi dan pemasangan banner penekanan Kapolres Situbondo terkait netralitas Polri dalam Pilkades serentak tahun 2019 di Kabupaten Situbondo, Selasa (24/9/2019) pagi.

Kegiatan sosialisasi dipimpin langsung oleh Kasi Propam Ipda Harsono SH yang menindaklanjuti dan meneruskan penekanan Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono SH SIK MH terkait netralitas anggota Polri dalam pelaksanaan Pilkades dimana netralitas Polri dalam pilkada diatur dalam pasal 28 UU No.2/2002 tentang Polri.

“Tugas Polri adalah pengamanan, ada sangsi tegas bagi yang melanggar atau tidak netral mulai dari teguran, demosi hingga dipecat, ” terang Ipda Harsono, kepada Memontum.com.

Selain itu, Kasi Propam juga menyampaikan pesan Kapolres Situbondo kepada para Bhabinkamtibmas, bahwa di masing-masing desa agar meningkatkan komunikasi, koordinasi lintas sektoral.

“Untuk mencegah sekecil apapun permasalahan, agar dapat diselesaikan secara bersama-sama sebelum timbul konflik yang besar, ” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi dan pemasangan banner netralitas anggota Polri dalam Pilkades tersebut dilaksanakan di 17 Polsek Jajaran Polres Situbondo. (im/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler