Connect with us

Probolinggo

Ibu dan Anak Terseret Truk, Ibu Tewas di TKP

Diterbitkan

||

Kondisi korban sebelum di evakuasi (pix)

Memontum ProbolinggoLagi.. Jalan raya Bromo memakan korban, dengan menewaskan pengendara motor terlindas oleh truk, dan satu lagi luka-luka. Kejadian tersebut tepatnya di depan Bromo View, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Dari data yang di peroleh, korban bernama Eka Darun Nisa (37) meninggal dunia di lokasi kejadian, dan putrinya Izatut Daharun Nisa (12) luka-luka dan keduanya dilarikan ke RSU dr Muhammad Saleh.

Sementara suami korban Helmi (38) yang bedada di belakangnya sewaktu kejadian selamat. Hanya saja shock akibat melihat langsung istri dan anaknya diseret truck gandeng.

Helmi lalu bergegas turun dari kendaraannya dan menangis sambil memeluk tubuh istrinya yang sudah tak bernyawa. Keluarga Hilmi tersebut tinggal di Perumahan Himalaya, Kelurahan Triwung Kidul. Hilmi sulit dijauhkan dari istrinya dan berteriak histeris.

Sempat terjadi kemacetan panjang karena jalur yang bisa dilewati kendaraan hanya satu arah, sisi barat. Kendaraan yang dari utara dan keselatan harus bergantian untuk meneruskan perjalanan. Arus kembali lancar, setelah jasad korban dievakuasi, sehingga truk gandeng yang menyeret korban kira-kira sejauh 20 meter, bisa berjalan kearah selatan.  Semantara Izatut Daharun Nisa yang dibonceng korban dilarikan ke RSUD sebelumnya.

Saksi mata yang berada tidak jauh dari lokasi, Eko, mengatakan bahwa mendengar bunyi brak dan langsung menoleh ke asal suara. Saat itu, ia melihat seseorang diseret truk gandeng dibagian roda belakang.

“Saya kira sendirian. Ternyata setelah saya dekati ada 2 korban. Satunya meninggal yang satunya lengan kanannya patah. Dan langsung korban yang patah dibawa ke RSUD. Kalau yang meninggal, agak lama dibawah truk,” Terangnya.

Eko Juga menambahkan bahwa tidak tahu persis kronologi kejadiannya, mengapa korban sampai jatuh hingga terlindas dan terseret truk yang dari arah utara menuju selatan. Apakah korban yang menabrak bagian belakang truk gandeng atau truk yang menyamping sehingga baknya mengenai stang atau stir sepeda motor yang dikendarai korban bersama anaknya.

“Pokoknya saya enggak tahu. Tahunya ada orang diseret dan dilindas gandengan,” Tambahnya.

Korrban menaiki motor berboncengan dengan anaknya. Sedang pria yang membuntuti di belakangnya, suami korban. Pasutri bersama anaknya tersebut dari utara ke selatan dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Jalan Himalaya, Kelurahanh Triwung Kidul.

“Dari utara ke selatan meu pulang. Warga Perumahan Himalaya,” terang saksi lain di lokasi kejadian.

Sementara Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota, AKP Kemadji mengatakan bahwa, semula sepeda motor matik yang dikendarai korban meninggal Eka Darin Nisa berboncengan dengan Izatut Dharun Nisa, dari utara menuju selatan. Sesampai di TKP sepeda motor bernopol N-5717-SV terlalu melambung ke kanan. Alasannya, menghindari sepeda motor didepannya, yang hingga kini tidak diketahui identitasnya.

Akibatnya, sepeda motor yang dikendarai korban menyerempet atau menyenggol bagian kiri truk gandeng. Korban jatuh bersama anak yang diboncengnya  dan diseret truk bernopol P 8219 UK yang disopiri Budiono (57) warga Tanggul Kabupaten Jember.

“Ibunya meninggal, sedang anaknya luka-luka. Bapaknya selamat. Kejadian ini masih kami selidiki dan dalami. Kendaraan yang terlibat kecelakaan, sudah kami amankan,” kata Kasat Lantas. (pix/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Probolinggo

Kerusuhan Wamena Papua Juga Tewaskan 2 Warga Probolinggo

Diterbitkan

||

Kerusuhan Wamena Papua Juga Tewaskan 2 Warga Probolinggo

Memontum Probolinggo – Kerusuhan yang terjadi di Wamena Papua, ternyata membuat duka keluarga di wilayah Probolinggo, warga asal Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, dikabarkan tewas pada kejadian itu. Keduanya tidak bisa lari saat terjadinya kerusuhan, Kamis (26/9/2019) siang.

Kerusuhan yang terjadi di Mamena Papua menyebabkan rumah, perkantoran terbakar, hingga belasan orang meninggal dunia. Salah satu korban diantaranya dua warga asal Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

TANGIS : Suasana Duka Di Rumah Keluarga Korban Kerusuhan Wamena. (Pix)

TANGIS : Suasana Duka Di Rumah Keluarga Korban Kerusuhan Wamena. (Pix)

Satu korban dikabarkan meninggal dunia, atas nama Muhamad Subhan (38) warga Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.

Berita meninggalnya Muhamad Subhan sudah sampai di keluarga besarnya di Leces. Bahkan orang tua dan adik serta kakaknya sudah menggelar tahlilan, selama dua hari ini.

Menurut Umi Kulsum, kakak ipar korban mengatakan bahwa Korban di Wamena Papua bekerja sebagai tukang ojek, dan rencananya akan balik ke Probolinggo pada tahun baru 2020 mendatang.

“Seminggu sebelumnya sempat komunikasi lewat telepon, mau pulang pada tahun baru,”ujar Umi.

Umi terlihat tidak bisa membendung air matanya, dia tidak percaya adik iparnya justru meninggal saat baru kembali ke Papua 4 bulan lalu. Korban meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan.

Umi menambahkan, bahwa terakhir komunikasi dengan adiknya 4 hari lalu, komunikasi yang dibahas seputar kondisi papua yang terus memanas.

“Dia selalu bercerita kalau di Wamena situasinya memanas, dan selalu berkata mimpi sering bertemu almarhum ayah,” tambah Umi,sambil mengusap air matanya.

Photo Keluarga Korban (ist)

Photo Keluarga Korban (ist)

Sementara itu menurut Muhamad Jamal, kakak korban, cerita dari teman adiknya, korban tewas akibat terkena lemparan batu pada saat kerusuhan.

“Saya dikabari melalui telepon kalau adik saya meninggal akibat lemparan batu di kepalanya,”terang Jamal.

Ditempat terpisah, Kapolsek Leces, Iptu Ahmad Gandhi, membenarkan bahwa ada dua warganya yang tewas di Papua.

“Iya benar, 2 warga tersebut berasal dari kecamatan leces, keduanya tewas akibat kerusuhan Wamena Papua. Satu korban atas nama Sopyan (37) warga Jorongan, Kecamatan Leces dan Muhamad Subhan (38) warga Desa Semberkedawung, Kecamatan Leces.

Dari kejadian tersebut pihak keluarga hanya pasrah karena masih belum ada kepastian apakah jenazah bisa dibawa ke Probolinggo. (pix/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jalur Tengkorak Hitungan Menit, 2 Laka Pantura, 5 Kendaraan 1 Nyawa Melayang

Diterbitkan

||

LOKASI : Truk yang terguling setelah menabrak motor. (Pix)

Memontum Probolinggo – Jalan pantura di Probolinggo benar-benar menjadi jalur tengkorak. Dalam hitungan menit saja, terjadi 2 kali kecelakaan dengan melibatkan 5 kendaraan. Akibatnya 1 korban tewas dan beberapa diantaranya terluka. Kamis (26/9/2019) pagi.

Diketahui korban tewas pengendara sepeda motor atas nama Nurul Hakim (51), warga Desa Banjar Sari, Kecamatan Sumberasih. Nurul tewas di tempat kejadian setelah ditabrak dump truk dari arah berlawanan dan sampai truk terguling.

Kejadian kecelakaan tersebut bermula saat korban Nurul Hakim yang mengendarai motor bebek dengan nomor polisi N 3478 SZ melaju sedang dari arah barat ke timur. Tiba-tiba disekitar TKP, dump truk dengan nomor polisi S 9549 UQ tanpa muatan melaju kencang dari arah sebaliknya. Truk oleng hingga menabrak korban. Korban sempat terseret beberapa meter, sedangkan truk langsung terguling.

Tak hanya itu, dengan kondisi truk terguling, juga menghantam mobil penumpang. Beruntung 2 penumpang dan 1 sopir hanya luka ringan dalam kecelakaan ini.

Menurut Said sopir mobil penumpang, dump truk melaju sangat kencang dari arah berlawanan dan berjalan tanpa kendali.

“Memang laju truk terlihat kencang, oleng dan menabrak motor, imbasnya mobil saya juga kena,” ujarnya.

Tidak lama dari kejadian tersebut, polisi dari Unit Laka Lantas Polres Probolinggo Kota langsung melakukan olah tempat kejadian. Korban meninggal dievakuasi ke kamar mayat Rumah Sakit Tongas.

Masih hitungan menit dilakukan olah TKP kecelakaan pertama, kembali terjadi kecelakaan lagi saat truk peti kemas berhenti mendadak, hingga pikap dengan muatan pepaya menabrak dari belakang.

Menurut Fajar, sopir truk peti kemas, dia berhenti mendadak karena di depannya ada mobil juga berhenti mendadak.

“Saya memang ngerem mendadak karena kendaraan saya didepan juga brenti dadakan dan mobil di belakang juga nabrak kendaraan saya,” ujar Fajar.

Tidak ada korban jiwa di lakanyang ke dua, hanya luka-luka karena korban sempat terjepit body mobil, kernet mobil pick up harus menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Polisi dari Unit Laka terus melakukan penyelidikan 2 kasus kecelakaan ini. Dugaan sementara, pemicunya karena human eror. (pix/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler