Connect with us

Kabupaten Malang

Pelepasan Murid SDN 3 Ringinsari Sumawe di Penghujung Ramadan, Begini Alasannya…

Diterbitkan

||

Memontum Malang–Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pelepasan murid kelas 6 tahun ajaran 2018-2019 di SDN 3 Ringinsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang, justru dilakukan dipenghujung bulan suci Ramadan 1440 H.

   Hj Sunarsih SPd, Kepala SDN 3 Ringinsari menjelaskan, pelepasan murid kelas 6 di bulan suci Ramadan ini dilakukan bukan tanpa alasan.

PELEPASAN : Prosesi pelepasan murid kelas 6 SDN 3 Ringinsari. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

Pertama, mendesaknya tahun ajaran baru 2019-2020,termasuk hari raya. “Kalau itu kami lakukan seusai lebaran, anak-anak sudah berangkat ke sekolah lanjutan masing-masing tujuan. Karena selain di sekolah umum, ada juga sebagian melanjutkan ke Pondok Pesantren, ” terang Sunarsih saat ditemui Memontum.com sebelum berlangsungnya acara Senin (27/5/2019) pagi.

  Dikatakan Sunarsih, pelepasan sebanyak 29 murid kelas 6 ini, selain berlangsung sangat sederhana juga diwarnai penyerahan vandel. Tetapi itu sekedar pelepasan saja, karena nilai dan ijazahnya belum keluar.

DEWAN : Seluruh dewan guru SDN 3 Ringinsari Sumawe. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

“Maaf bukan berarti tidak ada biaya lo, pelepasan murid kelas 6 ini karena didesak waktu,” tambahnya.

  Kendati tidak ada gebyar musik dan pentas seni tari seperti tahun-tahun sebelumnya, namun seluruh wali murid kelas 6 turut hadir, termasuk dari Koordinator Wilayah (Koorwil) bidang pendidikan Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), komite, dewan  guru dan tokoh masyarakat.

 Akhirnya, Sunarsih mewakili dewan guru juga meminta maaf kepada para wali murid kelas 6, bila dalam kegiatan belajar mengajar atau masa pendidikan selama 6 tahun, terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Dia juga berharap, selepas dari SDN 3 Ringinsari ini, anak-anak didiknya bisa terus melajutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi. (Sur/oso)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabupaten Malang

Komisi III DPRD Tak Bisa Pastikan Tujuan Pembuatan Animasi

Diterbitkan

||

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.

RPJMD Kabupaten Malang Soal Alun-alun

Memontum Malang – Rencana pembuatan animasi pengembangan Alun-alun (Kabupaten Malang) yang akan dilakukan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, dengan anggaran sekitar Rp 100 juta, siapa sangka juga tidak dipahami Komisi III DPRD Kabupaten Malang.

Dalam keterangan kepada Memontum.com, pihaknya justru belum tahu maksud dari rencana pembuatan animasi tersebut.

“Mengenai rencana itu (animasi), saya kurang paham. Apakah, pembuatan maket rencana pengembangan alun-alun, ataukah bagaimana. Nanti, akan saya cek kembali,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.

Ketika disinggung mengenai rencana pembuatan alun-alun sebagaimana RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) Kabupaten Malang, anggota FPDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang itu, menerangkan jika terakhir sudah sampai pada rencana pembuatan jalan tembus.

Termasuk, rencana pembebasan lahan untuk perluasan atau keberadaan alun-alun tersebut. “Seingat saya, sudah pada tahap jalan tembus dan perluasan lahan. Jadi, untuk tahapannya sudah berjalan,” ujarnya singkat.

Sebagaimana diberitakan, terkait rencana pembuatan animasi pengembangan alun-alun, Plt Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodikul Amin, pun belum mengetahuinya secara rinci maksud dan tujuan dari pada pembuatan. Apakah pembuatan animasi menjadi sarana penunjang atau pendukung, dari pembangunan alun-alun, ataukah bukan.

Sedangkan Plt DPKPCK, sampai sejauh enggan merinci maksud dan tujuan pembuatan tersebut. Sementara pembangunan alun-alun sendiri, masuk dalam RPJMD Bupati sebelumnya. (sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Kabupaten Malang

SDN 1 Sekarbanyu Sumawe Gunakan Luring

Diterbitkan

||

Guru SDN 1 Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang.
Guru SDN 1 Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang.

Guru Antar Jemput Naskah ke Siswa Selama PTS

Memontum Malang – Penilaian Tengah Semester (PTS) SDN 1 Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, akhirnya mulus digelar. Meski pun, menyisakan sedikit tantangan bagi sejumlah guru kelas, selama menggelar pelaksanaan tersebut.

Kondisi itu, tidak terlepas dari tersendatnya jaringan internet. Faktor geografis dan kondisi infrastruktur di daerah, menjadi salah satu faktor. Akibatnya, guru harus antar jemput naskah ke siswa.

Kepala SDN 1 Sekarbanyu, Supiyanto SPd, menjelaskan dengan batasan waktu yang telah ditentukan, seorang guru harus mengantar dan mengambil kembali naskah.

“Untuk satu kelas terdiri dari lima kelompok dengan jumlah keseluruhan 30 kelompok. Mereka terdiri dari 6 kelas, mulai dari kelas I hingga kelas V,” terang Supiyanto, Selasa (27/10) tadi.

Ditambahkan, untuk jumlah keseluruhan siswa di SDN perbatasan Kecamatan Dampit ini, sebanyak 175 murid. Sehingga, untuk menghemat waktu dan tenaga, jumlah itu dipetakan menjadi beberapa titik.

“Apa pun kondisinya, tetap kita jalani. Karena guru adalah profesi mulia didasarkan pada cita-cita dan impian untuk menciptakan perubahan lewat pendidikan,” tambahnya.

Selain itu, Supiyanto juga menjelaskan, dirinya sangat mengapreasi para guru yang mau bekerja keras demi pendidikan para muridnya. Hal yang tak kalah penting, juga meningkatkan penerapan kesehatan di lingkungan SDN setempat.

“Selain cuci tangan dengan menggunakan sabun, di sini juga kami siapkan wastafel termasuk beberapa kali kami lakukan pembagian masker kepada semua murid,” ungkapnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler