Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Kemajuan Jaman, Patrol Membangunkan Sahur Kini Berubah Menggunakan Sound System

  • Rabu, 29 Mei 2019 | 12:26
  • / 24 Ramadhan 1440
Kemajuan Jaman, Patrol Membangunkan Sahur Kini Berubah Menggunakan Sound System
Salah satu truk bermuatan sound system.

Jember, MemontumTradisi Patrol Keliling membangunkan warga untuk santap sahur di setiap bulan Ramadhan, terasa tidak asing lagi bagi umat Islam di Indonesia khususnya yang tinggal di wilayah pedesaan.

Jika dahulu tradisi patrol keliling,warga masyarakat muslim terutama kalangan anak-anak muda, mereka berjalan berkeliling sambil memainkan tetabuhan musik tradisional semisal kentongan, beduk dan alat musik tradisional lainya untuk membangun warga bersantap sahur.

Seiring perkembangan zaman, kini hal tersebut jarang sekali terlihat, bahkan bisa di katakan hampir punah , Patrol Keliling kali ini lebih banyak dengan membunyikan  Music Audio Sound System dan dimuat dengan truk memaen Musik.

Seperti yang terlihat suasana bulan Ramadhan kali ini, menjelang tengah malam (pukul 24.00 – 03.30)  jalanan di Pedesaan, Kabupaten Jember selatan khususnya wilayah Kecamatan Gumukmas, Kencong , Puger dan Jombang seperti hiruk-pikuk sebuah kota yang sedang berpesta.

Dentuman keras suara  musik audio sound system dari atas kendaraan  berjalan mengelilingi Desa-Desa serasa memekakkan telinga sambil sesekali mengucapkan kata – kata Sahur ..sahur…sahur..menggunakan pengeras suara, mereka berteriak berulang – ulang untuk membangunkan warga.

Terlihat puluhan kendaraan truk bermuatan Sound System yang dibentuk mirip sebuah panggung musik  berlalu-lalang di jalan-jalan dengan hiasan lampu disco berwarna-warni, semakin malam tampak semakin semarak, musik dan teriakan panggilan untuk sahur saling bersahutan.

“Senang kadang-kadang anak anak bangun duluan ( sekitar pukul 2.00 wib) melihat kejalan dulu sebelum jam Sahur, Pemandangan ini hampir setiap malam terlihat,nanti berhenti  hingga waktu imsak tiba, “ ungkap Wasis seorang warga Desa Gumukmas.

Menurut Wasis fenomena tersebut bagi mereka tidak merasa terganggu dengan aktivitas ini, bahkan kehadirannya merasa tertolong, sehingga saat melakukan santap sahur selalu tepat waktu.

“Gak apa-apa lah, kami tidak merasa terganggu kok, lagian tradisi seperti ini hanya setahun sekali, yang penting niatnya mereka membangunkan warga yang akan santap Sahur dan juga sambil menjaga keamanan lingkungan,” kata Wasis di rumahnya. (rir/yud)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional