Memontum.Com

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang

Masalah Penyakit Flu Burung di Kalangan Masyarakat

  • Rabu, 26 Juni 2019 | 16:01
  • / 22 Syawal 1440
Masalah Penyakit Flu Burung di Kalangan Masyarakat

Wabah flu burung (Avian Influenza : AI ) merupakan penyakit viral akut pada ungags yang disebabkan oleh virus influenza tipe A subtype H5 dan H7. Saat ini telah menjadi isu global dikalangan masyarakat. Penyakit yang pertama kali diidentifikasi di Itali pada tahun 1978 dengan laporan bahwa wabah (AI) telah terjadi dan menyebabkan kematian pada unggas yang cukup tinggi. Umumnya seluruh jenis unggas diketahui rentan terhadap infeksi avian influenza, meskipun terdapat beberapa spesies lebih tahan terhadap serangan penyakit ini di bandingkan dengan yang lain.

Di Indonesia pada bulan januari 2004 menerima laporan adanya kasus kematian ayam ternak yang luar biasa. Kasus secara bertahap menurun cukup signifikan setiap tahan yakni tahun 2007 sebanyak 2.751 kasus, tahun. 2008 sebanyak 1.413 kasus, tahun 2009 sebanyak 2.293 kasus, tahun 2010 sebanyak 1.502 kasus, Tahun 2011 sebanyak 1.411 kasus, tahun 2012 sebanyak 546 kasus, tahun 2013 sebanyak 470 kasus, tahun 2014 sebanyak 346 kasus dan tahun 2015 sebanyak 41 kasus (sumber : keswan.ditjennak.pertanian.go.id).

Hal ini harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah karena dampak yang di sebabkan dari virus ini sangat mebahayakan dan dapat merugikan peternak. Perlu di waspadai penularan penyakit ini dapat terjadi melalui kontak langsung, dan juga kontak langsung dengan lingkungan baik sesama manusia atupun melalui unggas dan mobilitas penduduk yang tinggi memudahkan penyebaran virus flu burung. Sebagian cara pemeliharaan unggas di kampung kampung masih dilakukan secara tradisional, di pelihara serumah dengan pemilik atau di belakang rumah tanpa kandang dan berkeliaran secara bebas. Untuk Mencegah meluasnya wabah, mata rantai penularan virus flu burung perlu dilakuan pemutusan.

Pemutusan matai rantai penularan virus flu burung juga harus di lakukan pada unggas unggas peliharaan rumah, sebab penderita kasus konfirmasi flu burung umunya dialami bukan peternak atau pekerja peternakan tersebut. Masalah ini disebabkan pengetahuan masyarakat yang masih kurang tentang bertenak yang sesuai prosedur, sikap untuk mencegah flu burung belum positif dalam mencegah penularan flu burung. Faktor-faktor yang melatar belakangi prilaku tersebut adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang cara penularan dan pencegahan serta dilakukanya vaksinasi secara teratur agar tidak terjadinya wabah flu burung.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan saja menjadikan kehidupan manusia semakin mudah, semakin maju, tetapi nampaknya masyarakat juga di harapkan terhadap tantangan-tantangan dan juga peringatan yang terjadi di bidang kesehatan, dimana pada waktu tertentu terjadi masalah penyakit flu burung yang muncul. Di tinjau dari aspek religi mungkin hal ini merupakan peringatan bagi masyarakat di atas kemajuan ilmu pengetahuan dan cara akses informasi yang di permudah akan tetapi pengetahuan yang diperoleh masih saja ada suatu hal yang belum di ketahui.

Mengingat keseriusan dampak yang di sebabkan oleh virus flu burung sehingga perlu diambil langkah langkah yang sekirnya dapat menyumbangkan pengendalian penyakit serta memberikan perlindungan bagi masyarakat, perlu disadari juga kematian akibat flu burung lebih banyak disebabkan oleh keterlambatan penanganan karena tidak adanya pengetahuan itu.

Pada konteks ini, prilaku masyarakat menjadi sangat menentu karena meskipun telah disiapkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang memadai dengan didukung oleh tenaga kesehatan yang andal, jatuhnya banyak korban sulit dihindari bila masyarakat kurang peka terhadap tanda tanda dini penyakit flu burung ini.

Masyarakat yang menyatakan pernah mendengar istilah flu burung, langkah selanjutnya adalah mengukur tingkat pengetahuan mereka dengan menanyakan soal penularan penyakit flu burung. Pengetahuan masyarakat dinyatakan memadai apabila menjawab cara penularan flu burung melalui kontak dengan unggas/pupuk kandang. Pengetahuan masyarakat dianggap tidak benar apabila mereka memberikan jawaban cara penularan melalui udara, berdekatan dengan unggas, lalat, makanan dan lain-lain.

Sikap masyarakat dinilai dengan pertanyaan tentang upaya yang dilakukan apabila menemukan unggas yang sakit atau mati mendadak. Sikap yang benar jika mengetahui hal itu melaporkan kepada dinas terkait, membersihkan kandang unggas atau menguburnya serta membakar unggas yang mati mendadak ini, dan jangan sampai melihat hal ini malah memasaknya atau menjual terhadap orang lain.

Tindakan vaksinasi dan mengobati unggas yang sakit perlu dilakukan oleh peternak maupun masyarakat yang mempunyai ternak selain untuk mencegah penularan flu burung pada unggas yang lain yang masih sehat, juga menggambarkan sikap dan prilaku sejauh mana kepedulian terhadap bahaya atau resiko unggas yang dimilikinya yang dapat menyebabkan virus flu burung secara luas di kalangan masyarakat maupun peternak. Sebagian peternak atau masyarakat masih enggan melakukan vaksinasi terhadap unggas peliharaanya, bahkan jika ada unggas peliharaanya yang sakit dibiarkan saja tidak segera dilakukan pengobatan hal itu dapat menyebabkan tertularnya kepada unggas yang lainya.

Penanganan yang tepat terhadap unggas yang sakit dan dilakukan pengobatan hingga sembuh dapat mencegah atau mengendalikan datangnya virus flu burung tersebut. Prilaku kesehatan seseorang merupakan fungsi dari beberapa keyakinan, meliputi persepsi tentang keseriusan terhadap penyakit yang mengancam kesehatan, persepsi tentang pencegahan penyakit tersebut atau prilaku protektif. Hubunganya dengan flu burung, yang mana umumnya responden mengetahui atau mempersepsikan bahwa penyakit flu burung di sebabkan oleh unggas, dengan demikian timbul keyakinan tentang kerentanan untuk mudah tertular flu burung melalui unggas. (*)

 

Muhammad Rijal Masyur Amin

Muhammad Rijal Masyur Amin,

 

 

 

 

 

 

 

 

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Program Sarjana Program Studi Peternakan

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional