Connect with us

Kota Malang

Masalah Penyakit Flu Burung di Kalangan Masyarakat

Diterbitkan

||

Masalah Penyakit Flu Burung di Kalangan Masyarakat

Wabah flu burung (Avian Influenza : AI ) merupakan penyakit viral akut pada ungags yang disebabkan oleh virus influenza tipe A subtype H5 dan H7. Saat ini telah menjadi isu global dikalangan masyarakat. Penyakit yang pertama kali diidentifikasi di Itali pada tahun 1978 dengan laporan bahwa wabah (AI) telah terjadi dan menyebabkan kematian pada unggas yang cukup tinggi. Umumnya seluruh jenis unggas diketahui rentan terhadap infeksi avian influenza, meskipun terdapat beberapa spesies lebih tahan terhadap serangan penyakit ini di bandingkan dengan yang lain.

Di Indonesia pada bulan januari 2004 menerima laporan adanya kasus kematian ayam ternak yang luar biasa. Kasus secara bertahap menurun cukup signifikan setiap tahan yakni tahun 2007 sebanyak 2.751 kasus, tahun. 2008 sebanyak 1.413 kasus, tahun 2009 sebanyak 2.293 kasus, tahun 2010 sebanyak 1.502 kasus, Tahun 2011 sebanyak 1.411 kasus, tahun 2012 sebanyak 546 kasus, tahun 2013 sebanyak 470 kasus, tahun 2014 sebanyak 346 kasus dan tahun 2015 sebanyak 41 kasus (sumber : keswan.ditjennak.pertanian.go.id).

Hal ini harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah karena dampak yang di sebabkan dari virus ini sangat mebahayakan dan dapat merugikan peternak. Perlu di waspadai penularan penyakit ini dapat terjadi melalui kontak langsung, dan juga kontak langsung dengan lingkungan baik sesama manusia atupun melalui unggas dan mobilitas penduduk yang tinggi memudahkan penyebaran virus flu burung. Sebagian cara pemeliharaan unggas di kampung kampung masih dilakukan secara tradisional, di pelihara serumah dengan pemilik atau di belakang rumah tanpa kandang dan berkeliaran secara bebas. Untuk Mencegah meluasnya wabah, mata rantai penularan virus flu burung perlu dilakuan pemutusan.

Pemutusan matai rantai penularan virus flu burung juga harus di lakukan pada unggas unggas peliharaan rumah, sebab penderita kasus konfirmasi flu burung umunya dialami bukan peternak atau pekerja peternakan tersebut. Masalah ini disebabkan pengetahuan masyarakat yang masih kurang tentang bertenak yang sesuai prosedur, sikap untuk mencegah flu burung belum positif dalam mencegah penularan flu burung. Faktor-faktor yang melatar belakangi prilaku tersebut adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang cara penularan dan pencegahan serta dilakukanya vaksinasi secara teratur agar tidak terjadinya wabah flu burung.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan saja menjadikan kehidupan manusia semakin mudah, semakin maju, tetapi nampaknya masyarakat juga di harapkan terhadap tantangan-tantangan dan juga peringatan yang terjadi di bidang kesehatan, dimana pada waktu tertentu terjadi masalah penyakit flu burung yang muncul. Di tinjau dari aspek religi mungkin hal ini merupakan peringatan bagi masyarakat di atas kemajuan ilmu pengetahuan dan cara akses informasi yang di permudah akan tetapi pengetahuan yang diperoleh masih saja ada suatu hal yang belum di ketahui.

Mengingat keseriusan dampak yang di sebabkan oleh virus flu burung sehingga perlu diambil langkah langkah yang sekirnya dapat menyumbangkan pengendalian penyakit serta memberikan perlindungan bagi masyarakat, perlu disadari juga kematian akibat flu burung lebih banyak disebabkan oleh keterlambatan penanganan karena tidak adanya pengetahuan itu.

Pada konteks ini, prilaku masyarakat menjadi sangat menentu karena meskipun telah disiapkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang memadai dengan didukung oleh tenaga kesehatan yang andal, jatuhnya banyak korban sulit dihindari bila masyarakat kurang peka terhadap tanda tanda dini penyakit flu burung ini.

Masyarakat yang menyatakan pernah mendengar istilah flu burung, langkah selanjutnya adalah mengukur tingkat pengetahuan mereka dengan menanyakan soal penularan penyakit flu burung. Pengetahuan masyarakat dinyatakan memadai apabila menjawab cara penularan flu burung melalui kontak dengan unggas/pupuk kandang. Pengetahuan masyarakat dianggap tidak benar apabila mereka memberikan jawaban cara penularan melalui udara, berdekatan dengan unggas, lalat, makanan dan lain-lain.

Sikap masyarakat dinilai dengan pertanyaan tentang upaya yang dilakukan apabila menemukan unggas yang sakit atau mati mendadak. Sikap yang benar jika mengetahui hal itu melaporkan kepada dinas terkait, membersihkan kandang unggas atau menguburnya serta membakar unggas yang mati mendadak ini, dan jangan sampai melihat hal ini malah memasaknya atau menjual terhadap orang lain.

Tindakan vaksinasi dan mengobati unggas yang sakit perlu dilakukan oleh peternak maupun masyarakat yang mempunyai ternak selain untuk mencegah penularan flu burung pada unggas yang lain yang masih sehat, juga menggambarkan sikap dan prilaku sejauh mana kepedulian terhadap bahaya atau resiko unggas yang dimilikinya yang dapat menyebabkan virus flu burung secara luas di kalangan masyarakat maupun peternak. Sebagian peternak atau masyarakat masih enggan melakukan vaksinasi terhadap unggas peliharaanya, bahkan jika ada unggas peliharaanya yang sakit dibiarkan saja tidak segera dilakukan pengobatan hal itu dapat menyebabkan tertularnya kepada unggas yang lainya.

Penanganan yang tepat terhadap unggas yang sakit dan dilakukan pengobatan hingga sembuh dapat mencegah atau mengendalikan datangnya virus flu burung tersebut. Prilaku kesehatan seseorang merupakan fungsi dari beberapa keyakinan, meliputi persepsi tentang keseriusan terhadap penyakit yang mengancam kesehatan, persepsi tentang pencegahan penyakit tersebut atau prilaku protektif. Hubunganya dengan flu burung, yang mana umumnya responden mengetahui atau mempersepsikan bahwa penyakit flu burung di sebabkan oleh unggas, dengan demikian timbul keyakinan tentang kerentanan untuk mudah tertular flu burung melalui unggas. (*)

 

Muhammad Rijal Masyur Amin

Muhammad Rijal Masyur Amin,

 

 

 

 

 

 

 

 

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Program Sarjana Program Studi Peternakan

 

Kota Malang

Dindik Kota Malang Raih Tiga Penghargaan Dalam Ajang AIKID 2019

Diterbitkan

||

Dindik Kota Malang Raih Tiga Penghargaan Dalam Ajang AIKID 2019

Memontum Kota Malang – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang berhasil menyabet sederet penghargaan dalam ajang Anugerah Inovasi dan Kreatifitas Informasi Digital (AIKID) 2019 yang digelar pada Rabu (16/10/2019). Ajang tersebut merupakan event yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) untuk menilai media sosial dan website di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang.

Total ada sebanyak 3 piala yang berhasil disabet oleh Dindik Kota Malang. Antara lain juara 2 pada kategori Media Sosial Terbaik, juara 1 pada kategori Website Terbaik OPD dan Sekretariat dan Website Terfavorit kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Malang.

Piala juga diserahkan langsung oleh Walikota Malang Sutiaji kepada Dindik Kota Malang, Zubaidah. Sedangkan untuk website terfavorit diserahkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Widayati Sutiaji.

Saata ditemui di ruang kerjanya, Zubaidah mengatakan bahwa dirinya sangat bangga dan senang atas prestasi yang diraihnya tersebut. Ia menyebut, penghargaan yang diperoleh merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak.

“Itu semua kan bukan kita yang menilai. Tanpa kerja keras dari kami (staf dan jajaran) Dindik Kota Malang, prestasi tersebut juga tidak akan bisa diraih,” ujae Zubaidah.

Zubaidah juga mengatakan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Kota Malang, hingga penghargaan tersebut dapat diraih. Menurutnya, dalam ajang tersebut, masyarakat juga sangat berperan penting hingga Dindik Kota Malang dapat meraih prestasi.

“Itu kan penilaian masyarakat. Dan saya sendiri juga kaget, ternyata website dan akun media sosial milik kami (Dindik) juga dapat membantu masyarakat dalam mencari informasi seputar pendidikan. Bahkan kami juga membuka semacam portal untuk menampung keluhan masyarakat seputar dunia pendidikan,” jelasnya kepada Memo X.

Namun begitu, Zubaidah mengatakan, bahwa dengan prestasi yang telah diraih kini, tidak lantas membuat dirinya beserta seluruh staf dan jajajaran Dindik Kota Malang berpuas diri. Ia mengatakan, bahwa pihaknya harus tetap membuat inovasi-inovasi baru yang bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan masyarkat terlebih dalam dunia pendidikan.

“Sudah jelas kami semua sangat bangga dengan prestasi ini. Namun saya berharap hal itu tidak cukup sampai disini dan tidak membuat kami mudah berpuas diri. Ini harus bisa menjadi motivasi bagi kami untuk tetap berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Kota Malang,” jelasnya.

Ia mengaku, capaian tersebut bukan berarti diraih tanpa tantangan. Namun menurutnya, hal itu menjadi koreksi dan memotivasi dirinya untuk tetap menjadi lebih baik.

“Yang namanya tantangan pasti ada, namun semuanya kembali kepada masyarakat. Prestasi yang kita raih kan juga penilaian masyarakat,” pungkasnya. (*gie/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Sebanyak 1056 Wisudawan Polinema Siap Kibarkan Sayap

Diterbitkan

||

WISUDAWAN : Direktur Polinema Drs Awan Setiawan MM saat proses wisuda. (ist)

Memontum, Kota Malang – Sebanyak 1056 mahasiswa Polinema (Politeknik Negeri Malang) diwisuda, Sabtu (28/9/2019) pagi di Gedung Graha Polinema. Dengan bekal selama menempuh perkuliahan, diharapkan lulusan ini nantinya bisa mandiri dan sukses di kehidupan bermasyarakat.

Menginggat para alumni-alumni sebelumnya sangat banyak yang sukses di perusahaan-perusahaan BUMN dan juga perusahaan-perusahaan besar lainnya di Indonesia. Apalagi selama ini Polinema juga menjaga hubungan kerjasama yang baik dengan perusahaan-perusahaan besar yang telah mempercayai kehebatan lulusan Polinema.

LULUS : Para Wisudawan Polinema.(ist)

LULUS : Para Wisudawan Polinema.(ist)

Direktur Politeknik Negeri Malang Drs Awan Setiawan MM mengatakan bahwa lulusan ini adalah wisudawan Polinema Tahun 2019 Tahap I.

“Ini adalah wisudawan Tahap I Tahun 2019. Nantinya Tahap II dan III diperkirakan pada awal November 2019,” ujar Awan.

Wisudawan ini dengan rincian, Program Sarjana Terapan/ Diploma IV sebanyak 543 orang dan Program Diploma III sebanyak 513 orang. Wisudawan berpredikat cumloude dan terbaik tingkat Politeknik Negeri Malang sejumlah 2 orang, terdiri program Diploma IV sebanyak 1 orang dan Program Diploma III sebanyak 1 orang.

Wisudawan berpredikat cumlaude dan terbaik tingkat kerjasama sebanyak 3 orang, terdiri dari kerjasama PLN 1 orang, Kerjasama GMF 1 orang dan kerjasama Kemitraan 1 orang.

Wisudawan predikat cumloude dan terbaik tingkat program study sebanyak 17 orang, yang terdiri dari Diploma IV sebanyak 9 orang dan program Diploma III sebanyak 8 orang. Sedangkan Wisudawan berpredikat cumloude dari masing-masing jurusan / program study sebanyak 522 orang.

“Wisuda kali ini luar biasa karena dihadiri juga oleh para pengurus Ikatan Alumni Politeknik Negeri Malang. Besok juga ada pengukuhan pengurus Ikatan Alumniperiode 2019-2023. Hari ini mereka hadir semua. Mereka semua sukses-sukses dan sudah malang melintang di BUMN dari banyak bidang,” ujar Awan.

Menurutnya Ikatan Alumni Polinema juga memiliki ikatan yang kuat dengan Polinema.

“Ikatan Alumni Polinema telah memberikan kontribusi luar biasa. Turut melakukan evaluasi apa yang kurang dan mengambil adik-adik kelasnya juga lulusan Politeknik Negeri Malang untuk bersama di dunia kerja. Bukan hanya membantu mencarikan kerja, para alumni juga memberikan beasiswa,” ujar Awan.

Dalam wisudawan ini juga ada 5 orang dari PT Bukit Asam Tbk. Mereka adalah putra-putra daerah yang ada di ring 1 PT Bukit Asam yang bergerak dalam pertambangan di Sumatra Selatan. Warga sekitar yang ada di ring 1, disejahterakan dengan kuliah di Polinema. Mereka mendapat seluruh biaya perkuliahan dari PT Bukit Asam. Hal ini sudah berjalan dari tahun ke tahun untuk mengikuti perkuliahan di Polinema.

BUKIT ASAM : Mahasiswa yang dikuliahkan oleh PT Bukit Asam Tbk. (ist)

BUKIT ASAM : Mahasiswa yang dikuliahkan oleh PT Bukit Asam Tbk. (ist)

“Kita menghadiri adik adik kita yang diwisuda di Polinema dari sumatra selatan. PT Bukut Asam berbentuk BUMN. Kami memiliki yanggung jawab sosial dan lingkungan. Salah satu itemnya mengentaskan kemiskinan melalui dunia pendidikan. Setiap tahunnya ada 5000 anak dari SD sampai perguruan tinggi, ” ujar Roy Ubaya, manajer Perencanaan CSR PT Bukit Asam Tbk.

“Untuk pergurian tinggi kami bekerjasama dengan Polinema dan Politeknik Industri,” urai Roy Ubaya kepada Memontum.com, usai menghadiri wisuda di Polinema. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Kota Malang

Terimakasih Polisi Malang, Kembalikan 34 Motor dan 3 Mobil Ke Pemilik

Diterbitkan

||

Terimakasih Polisi Malang, Kembalikan 34 Motor dan 3 Mobil Ke Pemilik

Memontum, Kota Malang – Petugas Polres Malang Kota menghadirkan BB (Barang Bukti) berupa 34 motor dan 3 mobil dalam gebyar expo pengembalian barang bukti hasil kejahatan, temuan maupun hasil operasi. Pengembalian BB ini dilakukan di halaman Polres Malang Kota, Sabtu (28/9/2019) pukul 08.00.

Dalam pengembalian BB ini dihadiri Walikota Malang Drs H Sutiaji, Dandim 0833 Letkol inf Tommy Anderson dan juga perwakilan dari Kejaksaan. Pengembalian BB ini gratis, pemilik cukup hanya membawa STNK/BPKB atau surat dari leasing jika motor masih dalam proses kredit.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mayoritas motor yang dikembalikan adalah BB hasil ungkap kejahatan Curas, Curat dan Curanmor serta ada beberapa kejahatan lain.

“Atas informasi yang kami terima bahwa masyarakat meminta untuk memprioritaskan pembrantasan kejahatan jalanan curas, curat dan curanmor. Selama ini hubungan Firkopimda sangat baik di Kota Malang sehingga kita bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar AKBP Dony.

Kapolres mengimbau supaya masyarakat tidak memberikan ruang dan kesempatan kepada para pelaku kriminal.

“Sebaiknya motor diberi kunci ganda, jangan parkir sembarangan. Jangan pernah berikan pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. Kami juga berinovasi memasang CCTV di wilayah Kota Malang, khususnya di wilayah-wilayah yang kami anggap rawan tidak kejahatan,” urai polisi nomor 1 Makota.

“Selain itu kami bersama Forkopimda juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk pentingnya menjaga barang berharga seperti motor agar para pelaku kejahatan tidal bisa melakukan aksinya. Kami akan terus mebrantas curas, curat dan curanmor sehingga masyarakat selalu aman,” ujar AKBP Dony.

Sementara itu Walikota Malang Drs H Sutiaji mengatakan atas nama masyarakat Kota Malang memgucapkan trimakasih atas prestasi dalam menjaga kondisifitas Kota Malang.

“Kami apresiasi gerak cepat yang dilakukan petugas kepolisian. Memberi rasa aman kepada masyaramat. Mewakili warga Bumi Arema, saya ucapkan terimakasih. Kami juga akan bersama-sama melakukan tindakan preventif terjadinya kejahatan salah satu ya dentan sosialisasi dan penyuluhan di masyarakat. Pemerintah harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman,” ujar Sutiaji.

Salah satu penerima BB yakni Ahmad Toriq Farizi (19), mahasiswa Unisma Kota Malang asal Lumajang, menjelaekan bahwa.motor Honda Scoopy miliknya hiang pada 1 September 2019 sekitar pukul 02.00 saat diparkir di halaman rumah kos di Jl Joyosari, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru.

“Saat itu sudah saya kunci stang stir, juga sudah saya berikan kunci cakram. Kalau hilangnya sekitar pukul 02.00. Saat ini motor saya sudah ketemu, terimakasih Pak Polisi,” ujar Toriq. (gie/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler