Connect with us

Kabupaten Malang

Kafe Hamur Sawah Talok Turen Segera Launching

Diterbitkan

||

Jody Racmata, Pelaksana Kegiatan Bersama Sugiani Bunda Tercintanya. (sur)

Sajikan Menu Khusus Tradisional dan Kembangkan UMKM Warga Desa

 

Memontum Malang – Kecamatan Turen Kabupaten Malang bakal mempunyai destinasi wisata baru yang keunikannya tidak dimiliki oleh wisata lain.Keunikan dan kreativitas ini menjadi modal utama dalam meningkatkan daya saing obyek wisata desa untuk diunggulkan.

Adalah Hamur Sawah,sebuah kafe sekaligus destinasi wisata. Terletak di Jalan Mentaraman gang 1 Desa Talok Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Untuk sampai disana,tidak harus buang waktu terlalu lama. Tetapi hanya dalam hitungan menit saja kita sudah tiba dilokasi. Pasalnya, letak lokasi itu hanya beberapa puluh meter saja dari kawasan jalan protokol jurusan Turen-Dampit.

Sugiani Pemilik Lahan. (sur)

Sugiani Pemilik Lahan. (sur)

Seperti apa panorama disana?, termasuk menu yang disuguhkan oleh penduduk setempat? Yok kita datang ke kafe Hamur Sawah, itupun tanpa harus bayar tiket alias free……

Jody Racmata, putra Sugiani, seorang pengusaha sukses sekaligus pemilik lahan menjelaskan, hari Minggu,23-Juni 2019 lalu, kawasan wisata yang luasnya hampir mencapai 1hektar ini sudah dilakukan launching taraf uji coba dan disertai senam komunitas Zumba.

“Tujuan launching perdana sekaligus berjualan ini sekaligus melihat antusias masyarakat.Toh nantinya kawasan itu ramai, kedepan akan kami kembangkan dengan cara bertahap.Sedang untuk launching resminya kami agendakan tanggal 7-Juli 2019 mendatang,” terang Jody beberapa waktu lalu.

Lokasi Kafe Hamur Sawah Desa Talok Kecamatan Turen. (sur)

Lokasi Kafe Hamur Sawah Desa Talok Kecamatan Turen. (sur)

Adapun tujuan lain, tambah Jody yang juga tercatat selaku pelaksana kegiatan ini, selain mengurangi angka pengangguran, memanfaatkan sawah sebagai obyek wisata juga untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan menengah.

Menariknya, kafe itu juga sediakan stand menu makanan khusus tradisional yang diperuntukkan khusus warga sekitar, seperti, sego empok, rujak, cenil dan berbagai jenis makanan tradisional lain yang terbebas kolesterol.

Juga dijelaskan, untuk prasarana disitu, ada gasebo lengkap dengan sambungan arus listrik dan alunan musik untuk menyambut rasa riang gembira para pengunjung. Agar lebih menarik minat wisatawan, kawasan itu juga dilengkapi dengan kolam pemancingan. (Sur/oso)

 

Advertisement

Terpopuler