Connect with us

Banyuwangi

Promeg 96 Dukung Made Pimpin DPC PDIP Banyuwangi

Diterbitkan

||

DUKUNG : Koordinator Promeg 96 bersama Satgas di acara Konfercab PDI Perjuangan di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kamis (18/7/2019) siang. (tut)

Memontum Banyuwangi – I Made Cahyana Negara kembali pimpin DPC PDI Perjuangan Banyuwangi langsung mendapat support dari pengurus Pro Mega (Promeg) 96 dan siap membesarkan partai dan memenangkan kembali partai berlambang Banteng moncong putih pada Pemilu 2024 mendatang.

Dalam Konfercab PDI Perjuangan yang berlangsung di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, dipimpin oleh Wakil Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat dan dihadiri pengurus PAC dari 24 Kecamatan yang ada di Banyuwangi, berlangsung dengan cukup kondusif.

Koordinator Promeg 96, Geger mengatakan, komposisi pengurus DPC PDI Perjuangan Banyuwangi saat ini sudah sangat baik, dan tidak didominasi satu Daerah Pemilihan (Dapil).

“Untuk Made Cahyana Negara mewakili wilayah Banyuwangi Utara, Ficky Septalinda mewakili wilayah Banyuwangi tengah dan Sugirah mewakili masyarakat wilayah Banyuwangi Selatan,” ujar Geger, melalui telepon selulernya, Kamis (18/7/2019) siang.

Geger mengungkapkan, dengan terpilihnya Made, sapaan sehari-hari I Made Cahyana Negara menjadi ketua DPC PDI Perjuangan periode 2019 – 2024 akan menjadikan partai menjadi kuat. Karena hampir seluruh PAC mendukungnya.

“Dukungan dari mayoritas PAC ke Made Cahyana Negara menjadikan partai ini semakin kuat, dan siap memenangkan kembali pada Pemilu 2024 mendatang,” paparnya.

Geger menegaskan, sejak kepemimpinan Made pada periode 2014-2019 adalah bukti nyata dukungan kader PDI Perjuangan terhadapnya.

Menurutnya, sebagai bukti keberhasilan Made memimpin partai ini berhasil, pada Pemilu 2019 yang baru saja berlangsung, PDI Perjuangan mampu menjadi partai pemenang, dan mampu menambah 2 kursi di DPRD Kabupaten Banyuwangi.

“Pileg 2019 ini sebagai bukti, PDI Perjuangan tidak hanya menjadi partai pemenang, tapi mampu menambah 2 perolehan kursi. Ini sebuah prestasi yang sangat membanggakan,” paparnya.

Agar PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi semakin kuat dan semakin dicintai oleh masyarakat Banyuwangi, dirinya bersama gerbong Promeg 96 akan bekerja keras membesakan partai ini.

“Sebagai bentuk dukungan ke Made Cahyana Negara, saya bersama gerbong Promeg 96 akan bekerja keras membesarkan partai ini,” tandasnya.

Sebelumnya, pengurus PAC dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi, sekitar pukul 19.00 malam berangkat bersama-sama dengan naik bus pariwisata menuju kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur untuk mengikuti Konferensi Cabang (Konfercab) yang sempat tertunda dikarenakan saat Konfercab di Malang, ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri sedang berada di Tiongkok.

Bahkan, salah satu pengurus mempridiksi I Made Cahyana Negara bakal kembali terpilih menjadi ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi masa bakti 2019-2024.

“Kalau sesuai hasil penjaringan beberapa waktu, mayoritas PAC memilih Made untuk memimpin DPC PDI Perjuangan lagi, karena hasilnya sudah terlihat. Selain itu orangnya sangat peduli dengan partai dan mampu menambah perolehan 2 kursi di DPRD Kabupaten Banyuwangi, yang tadinya mendapat 10 kursi, pada Pileg 2019 ini menjadi 12 kursi,” ujar Slamet Utomo saat akan berangkat menuju kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. (tut/oso)

 

Banyuwangi

Ini Susunan Lengkap AKD DPRD Kabupaten Banyuwangi 2019 – 2024

Diterbitkan

||

H.Susiyanto (Ketua BADAN KEHORMATAN)

Memontum Banyuwangi – Alat Kelengkapan DPRD Kabupaten Banyuwangi periode 2019 – 2024 telah disahkan dalam rapat paripurna internal, Rabu (25/09/2019) siang.

Rapat paripurna pengesahan AKD dipimpin Wakil Ketua DPRD, Ruliyono,SH, didampingi Ketua DPRD, I Made Cahyana Negara, SE dan dua Wakil DPRD lainnya, H Muhammad Ali Mahrus serta Michael Edy Hariyanto,SH.

Irianto,SH (Ketua KOMISI I) copy

Irianto,SH (Ketua KOMISI I)

Hj.Mafrochatin Ni'mah (Ketua KOMISI II )

Hj.Mafrochatin Ni’mah (Ketua KOMISI II )

Emy Wahyuni Sri Lestari (Ketua KOMISI III)

Emy Wahyuni Sri Lestari (Ketua KOMISI III)

Salimi (Ketua KOMISI IV)

Salimi (Ketua KOMISI IV)

Sofiandi Susiadi,A.Md (Ketua BAPEMPERDA)

Sofiandi Susiadi,A.Md (Ketua BAPEMPERDA)

 

Berikut susunan lengkap AKD di DPRD Kabupaten Banyuwangi. KOMISI I, Membidangi Hukum, Pemerintahan, Politik dan Ormas :

 

1. Irianto.SH (F-PDI-Perjuangan) Ketua.
2. Priyo Santoso.SH (F-PKB) Wakil Ketua.
3. Drs. Moh. Padil (F-Nasdem) Sekretaris.
4. Petemo (F-PDI-Perjuangan) Anggota.
5. Ficky Septalinda (F-PDI-Perjuangan)
6. H.A.Munif Syafa’at.L.C.M.EI (F-PKB)
7. Riccy Antar Budaya,SH.M.Kn (F-Demokrat)
8. Marifatul Kamilah.SH (F-Golkar-Hanura)
9. Abdul Ghofur (F-Gerindra-PKS)
10. Drs.H.Suprayogin (F-Gerindra-PKS)
11. Syamsul Arifin.SH (F-PPP)

KOMISI II, Membidangi Perekonomian dan Pertanian :

1. Hj.Siti Mafrochatin Ni’mah, S.Pd.MM (F-PKB) Ketua
2. Hj. Yusieni (F-Demokrat) Wakil Ketua.
3. Drs,Suyatno (F-Golkar-Hanura) Sekretaris.
4. Hadi Widodo SP (F-PDI-Perjuangan) Anggota.
5. H.Sugirah SPd Msi (F-PDI-Perjuangan)
6. Ahmad Masrohan (F-PDI-Perjuangan)
7. H.Susiyanto (F-PKB)
8. Fadhan Nur Aripin (F-Demokrat)
9. Sri Wahyuni (F- Gerindra-PKS)
10. Ali Mustofa, AMd (F-Nasdem)
11. Agung Setyo Wibow0 (F-Nasdem)
12. Drs. Syarohni (F-PPP)

KOMISI III, Membidangi Keuangan dan Kesejahteraan Rakyat :

1. Emy Wahyuni Dwi Lestari (F-Demokrat) Ketua.
2. H. Hasanuddin (F-PPP) Wakil Ketua.
3. Wagianto (F-PDI-Perjuangan) Sekretaris.

 

Lanjutkan Membaca

Banyuwangi

AKD DPRD Banyuwangi 2019 – 2024 Ditetapkan

Diterbitkan

||

Suasana Sidang Paripurna Alat Kelengkapan DPRD Banyuwangi. (ist)

Memontum Banyuwangi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi secara resmi menetapkan susunan keanggotaan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), melalui rapat paripurna internal, Rabu (25/09/2019) siang. Pembagian pimpinan AKD lebih mengutamakan azas kebersamaan dan dibagi secara proporsional.

Wakil Ketua DPRD, Ruliyono,SH mengatakan, meski sempat terjadi debatable, pembentukan AKD DPRD Banyuwangi berjalan cukup demokratis. Tujuh fraksi di DPRD Banyuwangi lebih mengutamakan musyawarah mufakat dan kebersamaan dalam pembagian pimpinan AKD.

“Rapat paripurna pembentukan AKD tadi cukup bagus, demokratis dan proporsional, “ ucap Ruliyono saat dikonfirmasi awak media.

Menurut Ruliyono, berdasarkan petunjuk dari Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Setda Propinsi Jawa Timur. Penetapan AKD tidak harus menunggu pengesahan Peraturan DPRD tentang tatib, namun harus disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 12 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan tata tertib DPRD kabupaten, kota dan DPRD propinsi.

Dan peraturan DPRD tentang tatib juga tidak bisa disahkan sebelum mendapatkan rekomendasi dari pemerintah Propinsi Jawa Timur.

“ Sesuai petunjuk Biro Administrasi Pemerintahan dan Otda Pemprop Jatim di Surabaya, penetapan AKD tidak harus menunggu pengesahan tatib, tapi harus disesuaikan PP No. 12 tahun 2018, “ jelas Ruliono.

Setelah AKD ditetapkan, langkah selanjutnya Badan Musyawarah (Banmus) akan menggelar rapat perdana untuk menjadwalkan kegiatan dewan, seperti penyusunan Rancana kerja (Renja) DPRD, pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran.

Sementara (PPAS) APBD tahun 2020 dan beberapa program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun 2019 yang belum sempat dibahas. (tut/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Banyuwangi

Menyikapi Tuntutan Bacakades, DPRD Wacanakan Pembentukan Pansus

Diterbitkan

||

Bacakades saat hearing dengan Ketua sementara DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara didampingi Michael Edy Hariyanto. (ist)

Memontum Banyuwangi – Pimpinan Sementara DPRD Banyuwangi wacanakan dibentuknya Pansus untuk menyikapi polemik seleksi Calon Kepala Desa.

Hal ini disampaikan Ketua Sementara DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara saat menemui puluhan Bakal Calon Kepala Desa yang berunjuk rasa di gedung dewan, Senin (16/09/2019) siang.

“Kalau memang dibutuhkan dan disepakati oleh semua fraksi, kita akan bentuk pansus Pilkades serentak,” katanya.

Pansus, kata Made, baru bisa dibentuk setelah alat kelengkapan dewan terbentuk. “Alat kelengkapan dewan kan belum terbentuk dan pimpinan masih sementara. Baru kalau sudah terbentuk semua, Pansus bisa diusulkan,” katanya.

Terkait tuntutan Bacakades yang meminta transparansi atas lembar jawaban hasil tes tulis, Made berharap agar Pemkab Banyuwangi bisa menyampaikan secara terbuka apa yang menjadi tuntutan tersebut.

Sebab, jika hal ini dibiarkan dan tidak ada kejelasan, pihaknya khawatir akan berdampak terhadap pelaksanaan Pilkades serentak yang akan diselenggarakan 9 Oktober mendatang.

“Harapan kita sebagai wakil rakyat, eksekutif bisa secara terbuka, ajak ngomong. Kita tidak ingin Pilkades serentak terganggu atau bahkan gagal dilaksanakan,” pungkasnya. (ras/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler