Connect with us

Kabupaten Malang

Polsek Turen Hias Gapura Demi Cinta Indonesia

Diterbitkan

||

SEMANGAT 45 : Hasil seharian penuh. (ist)

Memontum Malang – Nyaris seharian penuh, Kamis (15/8/2019) pagi hingga tengah malam, jajaran Polsek Turen (Jajaran Polres Malang) dibantu warga sekitar, menghias gapura dan lingkungan sekitar markas Polsek Turen.

Kegiatan ini dimulai pukul 09.30 dan rampung sekitar pukul 23.30. “Kami semangat 45 menghias gapura ini bersama anggota dibantu warga. Ikhlas demi memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74,” urai Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Masudi.

Proses pembuatan dan penghiasan gapura Polsek. (ist)

 

Mantan Kasubaghumas Polres Malang ini juga menuturkan jika peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun ini, merupakan momentum untuk bangga dan semakin mencintai tanah air, Indonesia.

Selain menghias Gapura Polsek Turen, jajaran anggota juga mengecat serta memasang umbul-umbul serta bendera kebanggaan. Terpasang pula, spanduk panjang membentang bertuliskan Sumber Daya Unggul Indonesia Maju.

Warga pun berkomentar positif. “Polri dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 74 tahun ini sangat luar biasa, pasang umbul- umbul, menghias bangunan mako juga membuat dan menghias Gapura,” ungkap Wajib, seorang warga Turen. (sos)

 

Kabupaten Malang

Komisi III DPRD Tak Bisa Pastikan Tujuan Pembuatan Animasi

Diterbitkan

||

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.

RPJMD Kabupaten Malang Soal Alun-alun

Memontum Malang – Rencana pembuatan animasi pengembangan Alun-alun (Kabupaten Malang) yang akan dilakukan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, dengan anggaran sekitar Rp 100 juta, siapa sangka juga tidak dipahami Komisi III DPRD Kabupaten Malang.

Dalam keterangan kepada Memontum.com, pihaknya justru belum tahu maksud dari rencana pembuatan animasi tersebut.

“Mengenai rencana itu (animasi), saya kurang paham. Apakah, pembuatan maket rencana pengembangan alun-alun, ataukah bagaimana. Nanti, akan saya cek kembali,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.

Ketika disinggung mengenai rencana pembuatan alun-alun sebagaimana RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) Kabupaten Malang, anggota FPDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang itu, menerangkan jika terakhir sudah sampai pada rencana pembuatan jalan tembus.

Termasuk, rencana pembebasan lahan untuk perluasan atau keberadaan alun-alun tersebut. “Seingat saya, sudah pada tahap jalan tembus dan perluasan lahan. Jadi, untuk tahapannya sudah berjalan,” ujarnya singkat.

Sebagaimana diberitakan, terkait rencana pembuatan animasi pengembangan alun-alun, Plt Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodikul Amin, pun belum mengetahuinya secara rinci maksud dan tujuan dari pada pembuatan. Apakah pembuatan animasi menjadi sarana penunjang atau pendukung, dari pembangunan alun-alun, ataukah bukan.

Sedangkan Plt DPKPCK, sampai sejauh enggan merinci maksud dan tujuan pembuatan tersebut. Sementara pembangunan alun-alun sendiri, masuk dalam RPJMD Bupati sebelumnya. (sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Kabupaten Malang

SDN 1 Sekarbanyu Sumawe Gunakan Luring

Diterbitkan

||

Guru SDN 1 Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang.
Guru SDN 1 Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang.

Guru Antar Jemput Naskah ke Siswa Selama PTS

Memontum Malang – Penilaian Tengah Semester (PTS) SDN 1 Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, akhirnya mulus digelar. Meski pun, menyisakan sedikit tantangan bagi sejumlah guru kelas, selama menggelar pelaksanaan tersebut.

Kondisi itu, tidak terlepas dari tersendatnya jaringan internet. Faktor geografis dan kondisi infrastruktur di daerah, menjadi salah satu faktor. Akibatnya, guru harus antar jemput naskah ke siswa.

Kepala SDN 1 Sekarbanyu, Supiyanto SPd, menjelaskan dengan batasan waktu yang telah ditentukan, seorang guru harus mengantar dan mengambil kembali naskah.

“Untuk satu kelas terdiri dari lima kelompok dengan jumlah keseluruhan 30 kelompok. Mereka terdiri dari 6 kelas, mulai dari kelas I hingga kelas V,” terang Supiyanto, Selasa (27/10) tadi.

Ditambahkan, untuk jumlah keseluruhan siswa di SDN perbatasan Kecamatan Dampit ini, sebanyak 175 murid. Sehingga, untuk menghemat waktu dan tenaga, jumlah itu dipetakan menjadi beberapa titik.

“Apa pun kondisinya, tetap kita jalani. Karena guru adalah profesi mulia didasarkan pada cita-cita dan impian untuk menciptakan perubahan lewat pendidikan,” tambahnya.

Selain itu, Supiyanto juga menjelaskan, dirinya sangat mengapreasi para guru yang mau bekerja keras demi pendidikan para muridnya. Hal yang tak kalah penting, juga meningkatkan penerapan kesehatan di lingkungan SDN setempat.

“Selain cuci tangan dengan menggunakan sabun, di sini juga kami siapkan wastafel termasuk beberapa kali kami lakukan pembagian masker kepada semua murid,” ungkapnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler