Connect with us

Pasuruan

Operasi Patuh Hari Pertama, Polres Pasuruan Tilang Ratusan Pengendara

Diterbitkan

||

Operasi Patuh Hari Pertama, Polres Pasuruan Tilang Ratusan Pengendara

Memontum Pasuruan – Gelaran operasi patuh semeru 2019 yang dimulai pada Kamis (29/8/2019) secara serentak, setidaknya petugas polantas berhasil menjaring ratusan bahkan ribuan pengendara kendaraan bermotor yang kedapatan melakukan pelanggaran.

Tak terkecuali pada jajaran Satlantas Polres Pasuruan,belasan petugas yang melaksanakan giat operasi disejumlah tempat diwilayah hukum Polres Pasuruan berhasil menjaring 200 pelanggar.

Menurut Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Bayu Halim Nugroho, mengatakan,” hari pertama operasi patuh semeru 2019,kami laksanakan mulai pukul 09:00 atau setelah gelar pasukan Ops Patuh Semeru 2019 di Mapolres,” tegasnya

” Pada hari pertama giat operasi terbagi pada 9 titik yakni Purwodadi, Kejayan, Sukoreji, Pandaan,Gempol Beji,Bangil dan kawasan industri PiER. Dari 9 titik operasi tersebut setidaknya 203 pelanggar lalu lintas terjaring. Dari 203 pelanggar didominasi oleh para karyawan swasta atau usia 18-35 tahun sebanyak 60%, kemudian 30% anak sekolah (12-17 tahun) dan sisanya 10% pelanggar usia 35-60 tahun. Seluruh pelanggar kami tindak tegas dengan memberikan surat tilang. Untuk kedepannya kami akan menggelar operasi patuh semeru 2019 gabungan yang melibatkan unsur POM TNI,Dishub, Satpol PP dan Dispenda,”ungkap Ki Bayu sapaan akrba Kasatlantas Polres Pasuruan.

Saat ditanya awak media terkait pelanggar lalu lintas anak dibawah umur, pihak menjelaskan, ” selain melakukan tilang, petugas dilapangan juga meminta pihak orangtuanya dihadirkan. Seperti halnya saat operasi di wilayah Kecamatan Bangil atau tepatnya di poslantas alun-alun Bangil dan Samsat Bangil. Perwira pendamping operasi yakni Iptu Meita dan Iptu Yudhi memberi pengarahan terhadap terhadap para orangtua yang anaknya tertilang,”pungkas mantan Kasatlantas Polresta Blitar Kota ini. (hen/yan)

 

Pasuruan

Terkendala Alat Rapid Test, Pemkot Pasuruan Tunda Rapid Test Massal

Diterbitkan

||

Terkendala Alat Rapid Test, Pemkot Pasuruan Tunda Rapid Test Massal

Memontum PasuruanPemkot Pasuruan melalui Gugus Tugas Covid-19 segera melakukan deteksi cepat penyebaran Covid-19 secara massal, guna menghindari wilayah menjadi zona hitam seperti Surabaya.

Sayangnya, hal tersebut terkendala dengan alat rapid test, sehingga rapid test secara massal sulit dilaksanakan. Hal ini karena Pemkot belum bisa belanja alat rapid test.

Seperti yang disampaikan Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan dr Shierly Marlena.

“Alat rapid test yang dimiliki Pemkot Pasuruan hanya sekitar 100 buah, itupun bantuan dari pihak Kemenkes,” tegasnya.

“Semua alat rapid test tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan dari donasi masyarakat umum serta lembaga swasta. Sementara itu pengadaan alat rapid test adalah menjadi kewenangan Kemenkes pusat,” ungkap Plt Dinas Kesehatan Pemkot Pasuruan.

Masih menurut Sherly, perlu diketahui bersama bahwa alat rapid test yang dimiliki Pemkot saat ini digunakan dengan prioritas kepada orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19 dan PDP.

Dari data kegiatan Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Pasuruan, baru sekali menggelar rapid test massal, yakni pada bulan Ramadan lalu di kawasan Alun-Alun Kota Pasuruan.

“Untuk mengatasi permasalahan tersebut,saat ini pihaknya masih berusaha menembus regulasi ke pemerintah pusat agar Pemkot bisa melakukan pengadaan alat rapid test,” pungkas juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Pasuruan, Senin (15/6/2020) siang di kantornya. (bw/hen/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Sehari 4 Kebakaran Membara di Pasuruan

Diterbitkan

||

Sehari 4 Kebakaran Membara di Pasuruan

Memontum Pasuruan – Petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Pasuruan pada Rabu (25/9/2019) dibuat pontang-panting, akibat adanya empat titik kebakaran yang waktunya hampir bersamaan. Bahkan untuk menangani pemadaman kebakaran tersebut, pihak PMK Kab. Pasuruan meminta bantuan pada PMK Kota Pasuruan.

Menurut Ruspandi Kepala PMK Kab.Pasuruan saat dikonfirmasi, mengatakan,” sehari ini (Rabu, 25/9/2019) setidaknya ada empat tempat kebakaran,”tegasnya.

“Lima titik kebakaran ada di Sukorejo, Prigen, Kalirejo dan Kepulungan Gempol. Untuk menjinakan amukan si jago merah ini, pihaknya meminta bantuan PMK dari Pemkot Pasuruan dan PMK PT. Sampoerna. Beruntung seluruh tempat yang terbakar bisa diatasi oleh petugas yang ada. Sementara itu dari empat kebakaran tersebut, tidak memakan korban jiwa dan hanya kerugian material jutaan rupiah. Pun demikian juga kebakaran yang ada di Sukorejo(rumah) dan pasar Kepulungan-Gempol,” ungkapnya.

Hingga saat ini penyebab kebakaran belum bisa diketahui, petugas masih melakukan pembasahan dilokasi kebakaran. Petugas dari unsur Kepolisian juga masih melakukan penyelidikan,”pungkas Ruspandi. (arp/hen/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Cukai Pemkot Batu
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement SBMPN POLINEMA MALANG
Advertisement

Terpopuler