Connect with us

Bangkalan

Anggota Dewan Gadaikan SK, Pengamat Politik: Itu Menyedihkan

Diterbitkan

||

Seorang pemuda melintas di depan gedung DPRD Bangkalan

Memontum Bangkalan – Pasca dilantiknya anggota DPRD Bangkalan pada 24 Agustus lalu, ada fenomena yang rutin terjadi bagi mayoritas anggota dewan. Yakni menggadaikan Surat Keterangan (SK) untuk menutupi kebutuhan membayar hutang dana kampanye yang dinilai cukup mahal. Melihat hal tersebut, membuat pengamat politik berkomentar.

Surokim pengamat politik sekaligus Dosen Ilmu Komunikasi Politik dan Dekan fakultas ilmu sosial dan budaya Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengatakan, fenomena tersebut terkesan menggelikan dan menyedihkan. Ia berpendapat, anggota dewan harusnya menjadi figur yang menginspirasi bukan malah memberi contoh sebagai kreditor.

Dikatakan pula, dengan menggadaikan SK tersebut secara otomatis dalam semester awal kerjanya mereka masih akan fokus pada urusan domestik mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Salah satunya mereka harus mengembalikan hutang yang digunakan untuk kampanye.

“Menggelikan dan menyedihkan. Perilaku nyata seperti itu membuat kita sulit mengharapkan mereka untuk mampu menjadi pejuang – pejuang filantropi publik, karena orientasi mereka masih memenuhi kebutuhannya sendiri. Artinya, harapan untuk menjadi parlemen negarawan yang sepenuhnya mendedikasikan tugas dan kinerjanya untuk kepentingan publik masih sulit,” paparnya.

Menurutnya, dalam banyak kasus sulit mengharapkan meningkat ke level pengabdi publik dan memikirkan kepentingan publik serta masa depan jika situasi mereka belum selesai dengan urusannya sendiri. Sejauh ini parlemen dan parpol termasuk didalamnya, masih menjadi lembaga yang belum bisa dipercaya publik, tentunya hal ini membutuhkan keseriusan dalam membangun kepercayaan tersebut dengan cara mengutamakan integritas.

Sementara itu,Suyitno Ketua Fraksi PDIP mengaku penggadaian itu dilakukan untuk membayar hutang modal kampanye. Namun sebagian lagi untuk membuka usaha pribadi.

“Ada sekitar 90 persen. Namun, rata-rata dana hasil gadai digunakan untuk bayar hutang kampanye karena disini cost-nya cukup mahal. Misal untuk saksi, saya kemarin dibayar 350 per orang,” keluhnya.

Ia menyebut, SK tersebut bisa dicairkan hingga Rp 500 juta hingga Rp 1 Milliar. Disebutkan, pengajuan penggadaian SK tersebut secara kolektif dan melalui ijin pihak partai, sekretaris dan juga ketua dewan. (ist/nhs/yan)

 

Bangkalan

Tak Ada Transparansi, Warga Banyuning Laok Minta Pendaftaran BPD Diulang

Diterbitkan

||

Perwakilan masyarakat Desa Banyuning Laok Kecamatan Geger melakukan hearing ke komisi A DPRD Bangkalan,(1/10/2019).

Memontum Bangkalan – Pembentukan panitia untuk pemilihan Badan Musyawarah Desa (BPD) di Desa Banyuning Laok Kecamatan Geger,Bangkalan dinilai tak transparan. Sebab, sebagian masyarakat menganggap tak mengetahui pembentukan tersebut, maka mereka mendatangi DPRD Bangkalan dan meminta pendaftaran diulang,(1/10/2019).

Selain tak dilibatkan dalam pembentukan, masyarakat menilai pengumuman pendaftaran pun tak sepenuhnya dilakukan secara terbuka. Bahkan ada dua dusun dari desa tersebut yang tidak memiliki perwakilan.

“Desa kami itu luas dan masyarakatnya banyak. Seharusnya dari tiap dusun ada yang mewakili, tapi ini tidak. Dua dusun di Dusun Beralagibugan, platok budur tidak memiliki perwakilan. Bahkan, pengumuman pendaftaran juga tak jelas,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Mujiburrohman menyampaikan pembentukan dilakukan dengan dua cara. Yakni langsung dan tak langsung. Selain itu, ia mengaku juga akan melakukan komunikasi dua arah ke pihak terkait.

“Kami akan sikapi ini secara prosedural dan tidak bisa langsung menentukan. Yang pasti, kami akan panggil pihak terkait,” paparnya.

Diketahui, tak hanya sekali ini saja pembentukan panitia BPD dilakukan secara tertutup. Sebelumnya, masyarakat juga telah melakukan aksi demonstrasi di DPMD mengenai tak adanya transparansi mengenai hal tersebut. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Tanpa Identitas, Mayat Pria Paruh Baya Ditemukan Dipinggir Laut

Diterbitkan

||

Terbujur kaku : mayat tanpa identitas ditemukan di sekitar dermaga Lanal Batu Poron, Kecamatan Kamal, Kamis (26/9/2019)
Terbujur kaku : mayat tanpa identitas ditemukan di sekitar dermaga Lanal Batu Poron, Kecamatan Kamal, Kamis (26/9/2019)

Bangkalan, Memontum – Petugas Angla Arsenal dikagetkan oleh penemuan mayat pria paruh baya disekitar dermaga Lanal Batu Poron, Kecamatan Kamal pada siang tadi, Kamis (26/9/2019). Mayat pria yang tidak dikenali identitasnya itu kemudian diamankan oleh anggota Polsek Kamal.

Mayat pria ini ditemukan dengan mata membelalak dan mulut terbuka. Pada tubuh mayat tersebut juga terdapat tato yang terletak di sisi kiri dadanya.

Dari saku pria paruh baya ini, ditemukan sebuah ponsel, uang tunai Rp 201 ribu serta beberapa obat ampisilin dan dextim plus. Mayat kemudian dibawa ke RSUD Syamrabu untuk diotopsi.

Kasubbag Humas Polres Bangkalan, Iptu Suyitno membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Dikatakan, perkiraan usia mayat pria tersebut sekitar 50 tahun.

“Kami bawa ke RSUD Syamrabu untuk diotopsi. Masih dikembangkan untuk identitas dan penyebab meninggalnya korban tenggelam ini,” ucapnya. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Lihat Pengerukan Tanah, Dibabat Clurit dan Parang 8 Orang

Diterbitkan

||

Terkapar, Abdul Aziz mengalami luka bacok sedang dirawat di RSUD Syamrabu

Memontum Bangkalan – Nasib naas menimpa Abdul Aziz (50) Desa Jung Anyar Kecamatan Socah,Bangkalan hari ini (25/9/2019). Ia dibacok oleh 8 orang saat mengawasi pengerukan tanah di Dusun Jung Anyar Pesisir Desa Jung Anyar Kecamatan Socah,Bangkalan.

Mulanya pada pukul 10.00, Aziz beserta Ali anaknya dan ARS kerabatnya melakukan pemantauan pengerukan tanah. Kemudian datang dan menanyakan tanah yang dikeruk apakah milik H Rawi. Namun ketiganya tak menjawab.

Selisih beberapa menit, ARW beserta 7 rekannya datang kembali dengan membawa clurit dan parang. Mereka langsung menyerang Abdul Aziz, hingga mengalami luka parah di bagian kepala.

Setelah melihat korban terluka, sekelompok orang itu kabur meninggalkan Aziz yang telah terkapar. Kemudian Ali dan ARS membawa Aziz ke Puskesmas setempat kemudian dirujuk ke RSUD Syamrabu bersama kepala desa Jung Anyar, Nazir.

“Iya, korban dikeroyok oleh ARW cs dengan parang dan clurit. Saya berharap pelaku segera ditangkap,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Socah AKP Hartanta menyampaikan kasus ini telah ditangani oleh polres Bangkalan. Diakuinya, seluruh pelaku saat ini masih dalam pengejaran.

“Pelaku masih dalam pengejaran. Untuk korban saat ini sudah dirawat di RSUD Syamrabu dan mengalami luka dibagian kepala, punggung serta wajah,” ucapnya. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler