Connect with us

Bangkalan

Operasi Patuh Semeru di Bangkalan, Total Pelanggar Sebanyak 2555

Diterbitkan

||

KBO Satlantas Polres Bangkalan, Iptu Mansur saat berada di lokasi gelar operasi patuh semeru,(10/9/2019)

Memontum Bangkalan – Operasi patuh Semeru 2019 skala besar digelar hari ini (10/9/2019) di Jalan A Yani Bangkalan. Sejak digelar 29 Agustus hingga esok hari, polisi berhasil menindak 2555 pelanggar.

Namun, ada yang berbeda dalam Operasi Patuh Semeru kali ini, polisi memberikan fasilitas untuk sidang ditempat dengan membayar sejumlah denda. Sebanyak 52 pelanggar dari jumlah total 70 pelanggar yang terjaring, melakukan sidang ditempat hari ini. Sedangkan sisanya melakukan sidang susulan.

Dari berbagai sasaran operasi tersebut, mayoritas pelanggaran terjadi karena tidak menggunakan helm, surat kendaraan tidak lengkap serta tidak menggunakan safety belt untuk pengendara mobil.

KBO Satlantas Bangkalan Iptu Mansur mengatakan operasi ini merupakan sebuah awal pencegahan kecelakaan. Ia menyampaikan, penindakan tilang dan sidang langsung ini dilakukan agar proses sidang lebih cepat selesai.

“Untuk hari ini ada sidang ditempat, ada sebanyak 52 pelanggar yang di sidang langsung untuk 18 masih ditunda,” ucapnya.

Tak hanya sidang ditempat, operasi ini juga menindak para pengguna jalan yang belum membayar pajak. Setidaknya ada 10 pengendara yang melakukan bayar pajak langsung ditempat. Dalam operasi ini dilibatkan beberapa unsur, diantaranya kepolisian, dinas perhubungan, kejaksaan dan pengadilan. (isn/nhs)

 

Bangkalan

Tak Ada Transparansi, Warga Banyuning Laok Minta Pendaftaran BPD Diulang

Diterbitkan

||

Perwakilan masyarakat Desa Banyuning Laok Kecamatan Geger melakukan hearing ke komisi A DPRD Bangkalan,(1/10/2019).

Memontum Bangkalan – Pembentukan panitia untuk pemilihan Badan Musyawarah Desa (BPD) di Desa Banyuning Laok Kecamatan Geger,Bangkalan dinilai tak transparan. Sebab, sebagian masyarakat menganggap tak mengetahui pembentukan tersebut, maka mereka mendatangi DPRD Bangkalan dan meminta pendaftaran diulang,(1/10/2019).

Selain tak dilibatkan dalam pembentukan, masyarakat menilai pengumuman pendaftaran pun tak sepenuhnya dilakukan secara terbuka. Bahkan ada dua dusun dari desa tersebut yang tidak memiliki perwakilan.

“Desa kami itu luas dan masyarakatnya banyak. Seharusnya dari tiap dusun ada yang mewakili, tapi ini tidak. Dua dusun di Dusun Beralagibugan, platok budur tidak memiliki perwakilan. Bahkan, pengumuman pendaftaran juga tak jelas,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Mujiburrohman menyampaikan pembentukan dilakukan dengan dua cara. Yakni langsung dan tak langsung. Selain itu, ia mengaku juga akan melakukan komunikasi dua arah ke pihak terkait.

“Kami akan sikapi ini secara prosedural dan tidak bisa langsung menentukan. Yang pasti, kami akan panggil pihak terkait,” paparnya.

Diketahui, tak hanya sekali ini saja pembentukan panitia BPD dilakukan secara tertutup. Sebelumnya, masyarakat juga telah melakukan aksi demonstrasi di DPMD mengenai tak adanya transparansi mengenai hal tersebut. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Tanpa Identitas, Mayat Pria Paruh Baya Ditemukan Dipinggir Laut

Diterbitkan

||

Terbujur kaku : mayat tanpa identitas ditemukan di sekitar dermaga Lanal Batu Poron, Kecamatan Kamal, Kamis (26/9/2019)
Terbujur kaku : mayat tanpa identitas ditemukan di sekitar dermaga Lanal Batu Poron, Kecamatan Kamal, Kamis (26/9/2019)

Bangkalan, Memontum – Petugas Angla Arsenal dikagetkan oleh penemuan mayat pria paruh baya disekitar dermaga Lanal Batu Poron, Kecamatan Kamal pada siang tadi, Kamis (26/9/2019). Mayat pria yang tidak dikenali identitasnya itu kemudian diamankan oleh anggota Polsek Kamal.

Mayat pria ini ditemukan dengan mata membelalak dan mulut terbuka. Pada tubuh mayat tersebut juga terdapat tato yang terletak di sisi kiri dadanya.

Dari saku pria paruh baya ini, ditemukan sebuah ponsel, uang tunai Rp 201 ribu serta beberapa obat ampisilin dan dextim plus. Mayat kemudian dibawa ke RSUD Syamrabu untuk diotopsi.

Kasubbag Humas Polres Bangkalan, Iptu Suyitno membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Dikatakan, perkiraan usia mayat pria tersebut sekitar 50 tahun.

“Kami bawa ke RSUD Syamrabu untuk diotopsi. Masih dikembangkan untuk identitas dan penyebab meninggalnya korban tenggelam ini,” ucapnya. (isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Bangkalan

Lihat Pengerukan Tanah, Dibabat Clurit dan Parang 8 Orang

Diterbitkan

||

Terkapar, Abdul Aziz mengalami luka bacok sedang dirawat di RSUD Syamrabu

Memontum Bangkalan – Nasib naas menimpa Abdul Aziz (50) Desa Jung Anyar Kecamatan Socah,Bangkalan hari ini (25/9/2019). Ia dibacok oleh 8 orang saat mengawasi pengerukan tanah di Dusun Jung Anyar Pesisir Desa Jung Anyar Kecamatan Socah,Bangkalan.

Mulanya pada pukul 10.00, Aziz beserta Ali anaknya dan ARS kerabatnya melakukan pemantauan pengerukan tanah. Kemudian datang dan menanyakan tanah yang dikeruk apakah milik H Rawi. Namun ketiganya tak menjawab.

Selisih beberapa menit, ARW beserta 7 rekannya datang kembali dengan membawa clurit dan parang. Mereka langsung menyerang Abdul Aziz, hingga mengalami luka parah di bagian kepala.

Setelah melihat korban terluka, sekelompok orang itu kabur meninggalkan Aziz yang telah terkapar. Kemudian Ali dan ARS membawa Aziz ke Puskesmas setempat kemudian dirujuk ke RSUD Syamrabu bersama kepala desa Jung Anyar, Nazir.

“Iya, korban dikeroyok oleh ARW cs dengan parang dan clurit. Saya berharap pelaku segera ditangkap,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Socah AKP Hartanta menyampaikan kasus ini telah ditangani oleh polres Bangkalan. Diakuinya, seluruh pelaku saat ini masih dalam pengejaran.

“Pelaku masih dalam pengejaran. Untuk korban saat ini sudah dirawat di RSUD Syamrabu dan mengalami luka dibagian kepala, punggung serta wajah,” ucapnya. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler