Connect with us

Bangkalan

Cuitan Warek lll UTM Berbuntut, Dua Mahasiswa Jadi Korban

Diterbitkan

||

Agung Ali Fahmi (tengah, botak) saat meminta maaf pada massa

Memontum Bangkalan – Cuitan Agung Ali Fahmi Wakil Rektor lll Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam salah satu pesan WhatsApp (WA) terus berbuntut. Akibatnya mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi demo hingga jatuh korban.

Sebelumnya beredar tangkapan pesan singkat di grup WA bernama IKA PMII KOM UTM . di grup tersebut agung mengirimkan link berjudul ‘Sejumlah Kader IMM dan Wapresma Usir PMII dan HMI dari Kampus Muhammadiyah Malang’, tak cukup sampai disitu, kemudian ia menuliskan ‘ itu baru benar (emotikon menunjuk link) bahwa kampus UNMUH ya Muhammadiyah. HMI itu gak punya induk, ibunya Masyumi sudah wafat..Yatim Piatu.. Mumpung masih bulan Muharram kalau ketemu anak HMI, elus kepalanya (emotikon tertawa)’ . Ia juga menuliskan ‘Lhoo UTM itu kampus NU, Singkatnya Universitas Tidak Muhammadiyah’ tulisnya.

Pesan itu dianggap rasis dan melecehkan HMI yang dianggap sebagai organisasi berinduk pada salah satu partai yakni partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi). Selain itu, cuitan Agung yang mengatakan UTM merupakan singkatan dari Universitas Tidak Muhammadiyah juga dianggap melecehkan kampus.

Akibatnya, massa yang berasal dari HMI melakukan aksi demo hingga menerobos gedung rektorat UTM. Massa langsung dihadang pihak pengaman kampus, pegawai UTM hingga mahasiswa yang berpihak pada Agung. Hal ini kemudian memicu suasana semakin panas dan terjadi saling pukul dan saling lempar.

“Kami minta pak Agung Wakil Rektor lll keluar dari UTM. Sebagai Warek yang membidangi kemahasiswaan tidak seharusnya ia bersikap tendensius,” ucap Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Moh Thoifur Syarozi dengan berapi-api.

Dari aksi tersebut, dua mahasiswa menjadi korban hingga dilarikan ke puskesmas terdekat. Diketahui, korban Mahbub mengalami lebam dan Junaidi patah tulang. Satu rekan lain mengalami lebam bagian mata.

“Satu saudara kami atas nama Mahbub Junaidi mengalami patah tulang dan satunya lebam di mata,” ucap salah satu kader HMI.

Sementara itu, Agung kemudian menemui massa setelah menunggu cukup lama. Ia pun meminta maaf dan mengakui HMI sebuah organisasi yang besar.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya meminta maaf setulus-tulusnya, saya akui HMI merupakan organisasi besar,” ucap Agung.

Meski Agung telah meminta maaf, massa tak membubarkan diri. Ia menunggu Rektor UTM Muh Syarif untuk menemui mereka. Tak hanya itu, massa meminta Muh Syarif mengeluarkan Agung.

Tak hanya membuat para kader HMI geram, cuitan Agung membuat Korps Alumni HMI (Kahmi) merespon. Hari ini, KAHMI melaporkan Agung Ali Fahmi pada Polres Bangkalan.

“Ya kami melaporkan Agung Ali Fahmi dengan laporan ujaran kebencian, kami telah melapor dan kita tunggu prosesnya seperti apa,” ucap salah satu anggota Kahmi, Adit roosvianto. (isn/nhs/yan)

 

Advertisement

Terpopuler