Connect with us

Kabupaten Malang

Ratusan Janda Cantik Hatinya, Beramal, Peduli Warga Miskin

Diterbitkan

||

KH Musleh Al-Atir Pengasuh Ponpes Roudhotul Baotil Maghfiroh Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan. (tim)

Memontum Malang – Kemiskinan menjadi akar dari berbagai masalah sosial yang muncul akibat terjadinya perbedaan antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada.

Selain kepedulian pihak pemerintah juga tokoh masyarakat untuk mencari solusi mengatasi permasalahan sosial tersebut.

Seperti yang dilakukan KH Musleh Al-Atir, pengasuh Pondok Pesantren Roudhotul Baotil Maghfiroh Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang.

Guna mensejahterakan masyarakat dalam kategori kurang mampu di wilayah Kabupaten Malang, Syuriah MWC NU Kecamatan Sumawe ini melakukan terobosan dengan inovasi barunya yakni mengkoordinir sebanyak 170 janda untuk peduli sekitar.

Sejumlah wanita karier yang bergelut di berbagai bidang usaha ini berasal dari wilayah Malang Raya, Blitar dan Jember dengan usia mulai dari 25 tahun hingga 45 tahun.

“Kami memikirkan ummat yang membutuhkan doa ,syaran serta bantuan uluran tangan dari para janda. Alhamdulilah, dalam pertemuan di Batu dan Dusun Sumberwangi Kecamatan Gedangan sudah terkumpul dana sekitar Rp 400 juta,” terang KH Musleh beberapa waktu lalu.

Tambah Abah Musleh, hasil dari uluran tangan para janda kaya ini, dia alokasikan untuk bedah rumah, penyempurnaan sarana ibadah seperti musala dan masjid termasuk kesejahteraan kaum dhuafa dan anak yatim.

“Para janda itu sudah melakukan bedah rumah di Desa Srimulyo Kecamatan Dampit, Dusun Sumberwangi Kecamatan Gedangan dan perbaikan sejumlah musala dan masjid”,ulas Abah Musleh.

Juga dijelaskan Abah Musleh, semua itu dilakukan untuk kemaslahatan ummat,baik untuk dunia maupun akherat. Dengan jadwal sebanyak 25 titik dalam satu bulan, pihaknya menggelar istiqosah dan pengajian se-Malang Raya.

“Pertemuan itu kami jadwalkan setiap 41 hari sekali. Kedepan, janda-janda itu saya arahkan ke jalan yang lebih positif. Dan apabila mereka mau jodoh, ya saya carikan, ” pungkas Abah Musleh. (tim/oso)

 

Kabupaten Malang

Komisi III DPRD Tak Bisa Pastikan Tujuan Pembuatan Animasi

Diterbitkan

||

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.

RPJMD Kabupaten Malang Soal Alun-alun

Memontum Malang – Rencana pembuatan animasi pengembangan Alun-alun (Kabupaten Malang) yang akan dilakukan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, dengan anggaran sekitar Rp 100 juta, siapa sangka juga tidak dipahami Komisi III DPRD Kabupaten Malang.

Dalam keterangan kepada Memontum.com, pihaknya justru belum tahu maksud dari rencana pembuatan animasi tersebut.

“Mengenai rencana itu (animasi), saya kurang paham. Apakah, pembuatan maket rencana pengembangan alun-alun, ataukah bagaimana. Nanti, akan saya cek kembali,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.

Ketika disinggung mengenai rencana pembuatan alun-alun sebagaimana RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) Kabupaten Malang, anggota FPDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang itu, menerangkan jika terakhir sudah sampai pada rencana pembuatan jalan tembus.

Termasuk, rencana pembebasan lahan untuk perluasan atau keberadaan alun-alun tersebut. “Seingat saya, sudah pada tahap jalan tembus dan perluasan lahan. Jadi, untuk tahapannya sudah berjalan,” ujarnya singkat.

Sebagaimana diberitakan, terkait rencana pembuatan animasi pengembangan alun-alun, Plt Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodikul Amin, pun belum mengetahuinya secara rinci maksud dan tujuan dari pada pembuatan. Apakah pembuatan animasi menjadi sarana penunjang atau pendukung, dari pembangunan alun-alun, ataukah bukan.

Sedangkan Plt DPKPCK, sampai sejauh enggan merinci maksud dan tujuan pembuatan tersebut. Sementara pembangunan alun-alun sendiri, masuk dalam RPJMD Bupati sebelumnya. (sit)

 

 

Lanjutkan Membaca

Kabupaten Malang

SDN 1 Sekarbanyu Sumawe Gunakan Luring

Diterbitkan

||

Guru SDN 1 Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang.
Guru SDN 1 Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang.

Guru Antar Jemput Naskah ke Siswa Selama PTS

Memontum Malang – Penilaian Tengah Semester (PTS) SDN 1 Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, akhirnya mulus digelar. Meski pun, menyisakan sedikit tantangan bagi sejumlah guru kelas, selama menggelar pelaksanaan tersebut.

Kondisi itu, tidak terlepas dari tersendatnya jaringan internet. Faktor geografis dan kondisi infrastruktur di daerah, menjadi salah satu faktor. Akibatnya, guru harus antar jemput naskah ke siswa.

Kepala SDN 1 Sekarbanyu, Supiyanto SPd, menjelaskan dengan batasan waktu yang telah ditentukan, seorang guru harus mengantar dan mengambil kembali naskah.

“Untuk satu kelas terdiri dari lima kelompok dengan jumlah keseluruhan 30 kelompok. Mereka terdiri dari 6 kelas, mulai dari kelas I hingga kelas V,” terang Supiyanto, Selasa (27/10) tadi.

Ditambahkan, untuk jumlah keseluruhan siswa di SDN perbatasan Kecamatan Dampit ini, sebanyak 175 murid. Sehingga, untuk menghemat waktu dan tenaga, jumlah itu dipetakan menjadi beberapa titik.

“Apa pun kondisinya, tetap kita jalani. Karena guru adalah profesi mulia didasarkan pada cita-cita dan impian untuk menciptakan perubahan lewat pendidikan,” tambahnya.

Selain itu, Supiyanto juga menjelaskan, dirinya sangat mengapreasi para guru yang mau bekerja keras demi pendidikan para muridnya. Hal yang tak kalah penting, juga meningkatkan penerapan kesehatan di lingkungan SDN setempat.

“Selain cuci tangan dengan menggunakan sabun, di sini juga kami siapkan wastafel termasuk beberapa kali kami lakukan pembagian masker kepada semua murid,” ungkapnya. (riz/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler