Connect with us

Jember

Dandim 0824 Jember Apresiasi Serda Budiharto

Diterbitkan

||

Dandim 0824 jember Letkol Inf. La Ode M. Nurdin saat diwawancarai usai acara. (ist)

Jember, Memontum – Sosok Sersan Dua Budiharto yang baru dilantik dan berpredikat sebagai lulusan terbaik ranking 1 diantara 579 Siswa Secaba Regsus Bintara Pembina Desa (Babinsa) Tahun 2019, menjadi perwakilan Kodim 0824 Jember saat Penutupan Pendidikan Secaba Regsus Babinsa Ta 2019 dengan Inspektur Upacara Komandan Resimen Induk Kodam V/Brw (Rindam V/Brw) Kolonel Inf Dendi Suryadi di Lapangan Secaba Rindam V/Brw Jl Tidar Jember.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Komandan Rindam V/Brw Kolonel Inf Dendi Suryadi menyampaikan, sangat terkesan dengan hasil pendidikan kali ini karena sebanyak 579 orang yang masuk pendidikan lulus 100%.

Dandim 0824 Ltkol Inf La Ode M. Nurdin (kanan) bersama serda Budiharto. (ist)

Dandim 0824 Ltkol Inf La Ode M. Nurdin (kanan) bersama serda Budiharto. (ist)

“Diharapkan lulusan ini dapat memperkuat pasukan Komando Kewilayahan dalam melaksanakan tugas-tugas pembinaan territorial,” harapnya.

Hal senada juga diaampaikan Dandim (Komandan Kodim) 0824/Jember Letkol Inf La Ode M.Nurdin saat di wawancarai awak media usai kegiatan terkait dengan anggotanya (Budiharto) yang mampu meraih prestasi sebagai lulusan terbaik menyampaikan selamat atas prestasi yang diraihnya.

“Perolehan prestasi terbaik tersebut merupakan hasil penilaian akumulatif dari berbagai materi yang diajarkan dalam proses selama pendidikan ini dilaksanakan, “ ujarnya.

Hal ini tentunya Lanjut Dandim yang akrab di sapa La Ode ini, tentunya sangat membanggakan serta mengharumkan nama dirinya sebagai salah satu pelajar Secaba Regsus Babinsa maupun Kodim 0824/Jember.

“Prestasi yang didapat ini diharapkan mampu memotivasi kinerjanya dalam mengaplikasikan materi-materi pendidikan yang sudah didapat saat bertugas sebagai Babinsa di wilayah nantinya,” ungkapnya.

Sambung La ode, sekali lagi ia sampaikan selamat kepada Serda Budiharto dan prajurit lainnya yang telah dilantik menjadi Bintara, semoga mampu lebih memantapkan tugas tugas pembinaan teritotial melalui satuan komando kewilayahan, dalam menunjang tugas pokok TNI, dalam melaksanakan tugas operasi militer.

“Selain perang (OMSP) dapat pula bersinergi dengan aparat kewilayahan lainnya,” pungkas Letkol Inf La Ode. (gik/yud/oso)

 

Jember

KONI Jember Gelar Audiensi Bersama Dandim 0824

Diterbitkan

||

Ketua Pelaksana Porprov Indhi Naidha dan Pengurus Koni Jember usai audiensi bersama Dandim 0824 Jember. (ist)

Jember, Memontum – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember kembali mengambil langkah cepat dalam upaya menaikkan prestasi para atlitnya, salah satunya dengan melakukan Audiensi dengan Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf. La Ode M. Nurdin hari ini, Rabu (25/9/2019) siang di Makodim 0824 Jember.

Ketua Pelaksana Porprov 2021 Indhi Naidha mengatakan, kalau kehadirannya pagi ini adalah untuk menjalin sinergi dalam memajukan olah raga di Kabupaten Jember utamanya yang selama ini menjadi binaan Dandim.

“Ada 4 cabang olah raga yang selama ini sempat dibina Dandim disaat masih menjabat Komandan Bataliyon 509 Jember yakni, Karate, Tinju, Atletik dan menembak,” ujar Ketua pelaksana Porprov yang akrab disapa Indi ini.

Pengusaha Batik Notonegoro itu berharap agar Dandim siap menjadi bapak asuh bagi ke empat Cabor tersebut.

“Hari ini saya dan beberapa pengurus melakukan audiensi dengan Dandim, karena saat jadi Danyon beberapa tahun lalu sudah membuktikan mampu melahirkan atlit atlit yang prestasi, itu sebuah asets yang sangat berharga,” ungkapnya.

Sementara Dandim 0824 Jember Letkol Inf. Ma Ode M. Nurdin menyambut baik langkah cepat Koni, dirinya berharap agar KONI segera melakukan sinergi dengan pihak lain selain dirinya seperti pihak sekolah.

“Dimana disana banyak calon atlit yang bisa di garap dengan baik, namun syaratnya, KONI harus membuat perencanaan yang bagus, mulai penyuapan atlit, pelatih, sampai bagaimana mengevaluasinya,” ujar Dandim. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Jember

Dinas Cipta Karya Jember Protoli PJU Ilegal Grenden

Diterbitkan

||

Dinas Cipta Karya Jember Protoli PJU Ilegal Grenden

Jember, Memontum – Penerangan jalan Umum (PJU) tak berijin (Ilegal) yang marak terpasang di sepanjang jalan aeputaran Desa Grenden kecamatan Puger Kabupaten Jember, Rabu ( 25/9/2019) siang, ditertibkan oleh Dinas ciptakarya dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember.

Nampak dalam penertiban tersebut Dinas Ciptakarya menurunkan Mobil PJU dan belasan petugas.

Kasi PJU Dinas Cipta karya dan Sumber Daya air Kabupaten Jember Cen cen Siswoyo saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, pihaknya melakukan penertiban dan memutus saluran PJU yang berda di Desa Grenden karena tidak berijin atau illegal.

“Sebenarnya kami mengetahui keberadaan PJU Ilegal sudah lama, karena ada Agenda Pilkades maka kami menunda melakukan penertipan menjaga Kekondusifan, mengingat sekarang sudah Pilkades maka kami adakan Penindakan. “ ungkap Cen Cen dihubungi melalui selulernya, Rabu (25/9/2019) siang.

“Dan kami masih menunggu perkembangan, apabila nanti masih ada upaya untuk dihidupkan kembali maka kami akan kembali memutus saluran PJU serta membertiadakan tegas,” katanya.

Cen Cen petugas menjelaskan, dalam pemeriksaan petugas memeriksa saluran yang dipakai untuk menyambungkan Arus Listrik yang disalurkan ke PJU, alhasil petugas menemukan kabel terpasang di kabel yang keluar dari Kwh meter PJU yang ada.

“Memang benar setelah kita periksa ternyata warga mengambil listrik secara Ilegal. Jelas kita putus salurannya, karena sangat berbahaya,” jelas Cen Cen.

Dari hasil pemeriksaan dilapangan lanjut Cen cen, pemasangan PJU tidak berijin terdapat di tiga dusun yakni Dusun Krajan 1, Dusun Krajan 2 dan Dusun Karangsono.

“PJU itu semua terpasang disepanjang jalan Desa bertiangkan bambu, memang aliran listrik tersebut digunakan untuk penerangan jalan,tapi apapun alasannya, ini sudah jelas pelanggaran tentang pencurian,” ungkapnya.

Untuk masalah pengamanan di Box sambung Cen cen nanti akan kita ganti sambil menunggu barangnya datang, sementara untuk kabel dan lampunya kita rapikan, kita taruh di tiang, tidak kami sita hanya kami gulung.

“Supaya warga tidak mengulangi kesalahannya lagi, ” sambungnya.

Cen cen mengatakan ke depan akan melakukan sosialisasi ke Desa atau RT/RW atau kepala dusun dan pihak Cipta Karya hanya Tegas dibidang pekerjaannya saja, sedangkan untuk penindakannya wewenangnya tidak ada.

“Kami hanya melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan apabila memang sudah terjadi, maksudnya kami hanya memutus saluran listrik yang dicuri, karena PJU milik Pemkab Jember, jadi tidak mungkin akan melaporkan warganya sendiri, untuk kasus pencurian saluran PJU, ” terangnya. (tog/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Jember

PMII Jember Turun ke Jalan, Tolak RUU Pertanahan

Diterbitkan

||

PMII Jember Turun ke Jalan, Tolak RUU Pertanahan

Jember, Memontum – Ribuan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) kabupaten Jember turun ke jalan menolak Rancangan Undang-undang Pertanahan yang akan di sahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).

Mereka melakukan Long march dari double way Universitas Jember menuju kantor DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, dalam aksinya, sempat terjadi ketegangan antar mahasiswa dengan aparat kepolisian saat para demonstrans melakukan pembakaran ban bekas, di depan Pemkab Jember.

Ribuan Mahasiswa yang tergabung dalam PC PMII Jember melakukan aksi. (gik)

Ribuan Mahasiswa yang tergabung dalam PC PMII Jember melakukan aksi. (gik)

Namun tidak berlangsung lama, ketegangan itu dapat mereda setelah para demonstrasi meminta untuk menyegel pintu gerbang Pemkab Jember dan di setujui oleh aparat keamanan, Rabu (25/9/2019), dalam orasinya, bertepatan 54 tahun disahkannya Undang-Undang pokok Agraria.

Menurut koordinator lapangan Nurul Hidayah, Di undang-undang mengandung spirit penghapusan komodifikasi tanah dan penghapusan monopoli tanah di Indonesia, namun, saat ini spirit undang-undang tersebut hilang, berbagai peraturan pelaksana yang dikeluarkan pemerintah yang tidak mencerminkan bahwa UU pokok Agraria tidak menjadi literatur utama dalam penyusunan kebijakan-kebijakan agraria.

“RUU Pertanahan yang telah dibatalkan oleh Komisi II DPR menjadi sebuah evaluasi bagi para pengampu kebijakan agar melibatkan masyarakat sipil dalam setiap kebijakan agraria, ” ujar Nurul.

Nurul menerangkan, Reforma agraria merupakan visi utama yang terkandung dalam UU pokok agrarian, menurut Peraturan Presiden 86 tahun 2018 menyatakan bahwa reforma agraria merupakan upaya penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset disertai dengan penataan akses untuk kemakmuran rakyat.

“Pelaksanaan atas peraturan presiden tersebut, mewajibkan kepada kepada pimpinan eksekutif di seluruh tingkatan dari pusat hingga kabupaten untuk membentuk Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang merupakan elemen penting dalam pelaksanaan reforma agraria, karena gugus tugas itu memiliki tugas untuk melakukan penataan, penguasaan dan pemilikan tanah obyek reforma agraria, “ terangnya.

Selain itu, masyarakat yang tergabung dalam PMII Cabang Jember sambung Nurul menuntut Pemerintah pusat untuk menjadikan undang-undang pokok Agraria sebagai litertur utama dalam pembentukan kebijakan-kebijakan agraria. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler