Connect with us

Trenggalek

Gebyar Expo, Kapolres Trenggalek Kembalikan 2 Motor Warga

Diterbitkan

||

Kapolres Trenggalek serahkan kendaraan roda 2 kepada pemiliknya dalam Gebyar expo pengembalian barang bukti. (ist)

Memontum Trenggalek – Dua pemilik kendaraan, mendatangi Mapolres Trenggalek, Kamis (26/9/2019) siang di hari ketiga Gebyar Expo pengembalian barang bukti. Masih ada sejumlah kendaraan bermotor yang belum diambil warga.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvini Simanjuntak mengatakan melalui Gebyar Expo pengembalian barang bukti tindak pidana ini hasilnya cukup memuaskan.

“Dari total barang bukti diantaranya 17 sepeda motor, 6 mobil dan 1 truk, hari ini sudah ada 1 temuan sepeda motor dan 1 truk, ” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/09/2019) siang.

Dijelaskan Kapolres, 1 temuan sepeda motor tersebut atas kasus tindak pidana penggelapan yang kasusnya terjadi di wilayah Kecamatan Watulimo 3 bulan yang lalu.

Satu unit temuan kendaraan bermotor jenis truk atas kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan juga akan dikembalikan pada pemiliknya.

Sebelum dikembalikan kepada pemilik kendaraan, Kapolres juga menegaskan jika sebelumnya pemilik kendaraan sudah mengajukan persyaratan yang ditentukan. Seperti membawa kartu identitas diri, BPKB serta STNK.

“Sekali lagi kami juga akan memverifikasi dan mengecek legalitas yang ada. Apakah korban pemilik barang bukti sudah memiliki administrasi yang lengkap atau tidak terhadap kendaraan ini, ” imbuhnya.

Meski demikian, kapolres melanjutkan, untuk STNK kendaraan yang sampai saat ini masih ada di tangan pelaku, maka pihaknya akan menunggu hingga administrasi lengkap.

Kapolres menegaskan bahwa kegiatan ini masih akan berlangsung sampai dengan Jumat (27/09/2019) besok.

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Trenggalek yang sampai saat ini belum mengetahui Gebyar Expo pengembalian barang bukti tindak pidana ini juga masih akan ditunggu, meski waktu yang sudah ditentukan berakhir.

“Bagi warga masyarakat Trenggalek maupun luar Trenggalek diperkenankan untuk datang kesini jika memang ada salah satu kendaraan yang memang miliknya. Dengan catatan membawa syarat – syarat yang ditentukan. Dan kami menegaskan bahwa kegiatan ini sama sekali tidak membutuhkan biaya alias gratis, ” pungkas Kapolres. (mil/oso)

 

Pemerintahan

Dinsos Trenggalek Ganti Logo KPE Yang Dulu Bergambar Bupati Jadi Logo Pemkab

Diterbitkan

||

oleh

Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek dr Ratna Sulistyowati saat menunjukkan foto logo KPE yang baru

Memontum Trenggalek – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Trenggalek mengganti logo yang ada di Kartu Penyangga Ekonomi (KPE) bergambar Bupati Trenggalek.

Hal itu dilakukan berdasarkan Instruksi Pemerintah Kabupaten Trenggalek Nomor : 460/4358/406.014/2020 yang menyebutkan, Dinsos diberi waktu hingga tanggal (22/09/2020) atau sehari sebelum penetapan bakal calon menjadi calon Bupati, untuk mengganti gambar Bupati pada kartu KPE yang tersebar hampir 20 ribu kartu.

Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek, dr Ratna Sulistyowati menegaskan pada intinya Kartu Penyangga Ekonomi (KPE) yang sudah diberikan kepada masyarakat tidak dicabut, melainkan hanya akan diganti dengan tampilan yang baru.

“Perlu ditegaskan jika KPE ini bukan ditarik ata dicabut, dalam arti diberhentikan. Akan tetapi hanya akan diganti logo kartunya. Jika dalam penggantian logo ini tidak diminta kartunya terlebih dahulu tentu akan kesulitan jika harus mendatangi masyarakat satu per satu,” ucap Ratna saat ditemui di kantornya, Selasa (15/09/2020) siang.

Logo baru KPE .

Dikatakan Ratna, saat KPE disalurkan di Bulan April 2020, jadwal Pemilihan Kepala Daerah saat itu diundur hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Dalam penyalurannya, terdapat gambar siluet Bupati Trenggalek yang tertera dalam kartu.

Karena saat ini sudah dimulai tahapan Pilkada, dan Bupati juga sudah mendaftar sebagai bakal calon maka gambar yang ada didalam KPE itu memunculkan banyak spekulasi di masyarakat.

“Oleh karena itu, gambar atau logo yang ada didalam KPE akan diubah. Jika sebelumnya ada gambar Bupati, penggantian logo ini hanya akan ada logo Pemkab Trenggalek saja. Hal ini dimaksudkan agar dinas kami tidak berpihak kepada salah satu bakal calon,” terangnya.

Masih terang Ratna, pada intinya jangan sampai masyarakat merasa dirugikan. Meskipun ada penggantian logo KPE, masyarakat tetap akan mendapatkan bantuan.

“Terkait proses penggantian logo KPE itu sendiri sudah ada surat dari Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 dalam hal ini Sekda Trenggalek ke Camat dan Kepala Desa, bahwa mekanisme penggantian itu melibatkan Ketua RT, Kasun dan Kepala Desa untuk mengumpulkan kartu tersebut. Jika sudah terkumpul, baru petugas yang ada di Dinas Sosial P3A akan datang desa-desa,” kata Ratna.

Pihaknya juga menegaskan jika para penerima KPE yang lama, akan tetap mendapatkan kartu tersebut hingga bulan Desember mendatang.

“Dan ini sudah ada dalam data, bagi masyarakat yang sudah menerima KPE tetap akaan tetap mendapatkannya. Hanya saja, kami akan mengganti logo tersebut melalui Kepala Desa setempat. Dan setelah selesai ditempelkan logo yang baru, kartu tersebut juga akan dikembalikan kepada masyarakat,” pungkasnya. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Berita

Ketua PKK Trenggalek Ajak Masyarakat Beli Produk Lokal

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Trenggalek -Guna mendorong percepatan pemulihan ekonomi di Kota Keripik Tempe, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardiny mengajak masyarakat untuk membeli produk lokal.

Ia menyebut, dengan berbelanja produk lokal Trenggalek maka upaya ini juga akan berarti membantu mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi covid.

“Krisis terjadi apabila sebuah daerah tidak menjalankan mekanisme pasar yang baik, jadi obatnya krisis itu sebenarnya bagaimana kesadaran masyarakat untuk bisa menghidupkan perekonomian di daerah itu dimulai dari dirinya sendiri,” ungkap Novita, Selasa (08/09/2020) siang.

Saat menghadiri sosialisasi pemulihan ekonomi di Kecamatan Suruh, ia menyampaikan bahwa sejatinya ekonomi bisa memulihkan dirinya sendiri, asalkan telah terbangun mekanisme pasar yang baik.

“Upaya pemulihan ekonomi juga telah ditunjukkan oleh Tim Penggerak PKK Trenggalek yang bekerjasama dengan Pemerintah, untuk membantu masyarakat terdampak pandemi khususnya di sektor UMKM,” imbuhnya.

Selain itu Tim Penggerak PKK juga membantu Pemerintah untuk memberikan stimulus permodalan usaha bagi para pelaku UMKM terdampak pandemi covid-19. Anggaran sebesar 6 Milyar telah disiapkan oleh Pemkab Trenggalek untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi melalui program ini.

Bahkan, kini Tim Penggerak PKK bersama Dinas Kominfo dan Dinas Komidag juga meluncurkan platform digital e-brosur untuk mempermudah pelaku UMKM memasarkan produknya.

“Kalau kita semua sudah punya kesadaran mau membeli produk lokal, mau membeli produk dari temannya atau tetanggannya yang hanya di daerah Trenggalek maka krisis itu bisa sembuh dengan sendirinya,” kata Novita.

Istri Bupati Trenggalek ini juga mengatakan bahwa dengan adanya perputaran uang secara terus menerus maka krisis ekonomi akibat pandemi ini juga akan segera berakhir. “Membelanjakan uang di Trenggalek bisa menjadi terobosan paling ampuh untuk memulihkan perekonomian yang sempat lesu akibat adanya pandemi covid-19,” tegasnya.

Dengan begitu, meski dalam situasi pandemi ekonomi masyarakat di Kabupaten Trenggalek bisa kembali pulih. “Dengan saling membantu, membeli produk ke teman atau kenalan yang ada di Trenggalek. Meskipun kita sedang di gerus pandemi covid yang luar biasa, ekonomi kita tidak terjadi apa-apa,” pungkas ibu 3 anak ini. (mil/syn)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Pengumuman Pendaftaran KPU Banyuwangi
Advertisement Iklan KPU Kabupaten Trenggalek
Advertisement Tahapan Pilkada KPUBanyuwangi
Advertisement Iklan ucapan HUT RI Pemkot Probolinggo
Advertisement Iklan KPU Banyuwangi
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri polinema
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement

Terpopuler