Connect with us

Lumajang

Semeru Kebakaran, Wabup Lumajang Imbau Jangan Lakukan Pendakian

Diterbitkan

||

Semeru Kebakaran, Wabup Lumajang Imbau Jangan Lakukan Pendakian

Memontum Lumajang – Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., menghimbau agar para pendaki tidak melakukan aktifitas pendakian jalur Gunung Semeru dalam beberapa waktu ini. Hal itu disampaikan Wabup saat melakukan peninjauan dan koordinasi terkait upaya pemadaman kebakaran diwilayah TNBTS. Kamis sore (26/9/2019).

“Jalur pendakian dari Ranupani ke Ranu Kumbolo sudah ditutup total sampai batas waktu dinyatakan aman dan api sudah tidak ada lagi, Kepada teman-teman pendaki, jangan coba-coba untuk melanggar aturan ini, karena itu sudah diluar tanggung jawab pemerintah,” himbau Wabup.

Ditemui saat bersama Komandan Kodim 0821 Lumajang, Kolonel Inf. Ahmad Fauzi, S.E., di Ranupani, Wabup mengatakan untuk melakukan upaya pemadaman api, sudah disiagakan 60 personil gabungan dari TNI, POLRI, BPBD Kabupaten Lumajang, Personil TNBTS, relawan dan masyarkat sekitar dengan menggunakan gepyok.

“Semua bergerak setiap hari, di empat titik dengan alat seadanya, karena tidak mungkin menggunakan mobil, dengan alat gepyok,” ujar Wabup.

Wabup menjelaskan sekitar 80 haktere lahan terbakar. Api cepat menyebar melalui alang-alang kering dan semak-semak yang sudah banyak yang kering.

Dari data BPBD Kabupaten Lumajang, per 26 September 2019, Titik api bertambah menjadi 35, masih belum bisa dikendalikan yang tersebar di beberapa Blok Ranu Kembang, Pusung Gendero, Ayek-ayek dan Watu pecah, dan Resort PTN Ranupani. Pengaruh angin yg sangat kencang, lokasi bertebing dan berbukit, menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman. Untuk kondisi di pos Ranupani maupun Ranu Kumbolo sudah tidak ada aktifitas pendakian. (adi/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lumajang

Hadiri Yadnya Karo Suku Tengger, Bupati Lumajang Berpesan agar Budaya dan Warisan Leluhur Tetap Dijaga

Diterbitkan

||

oleh

Bupati Lumajang H Thoriqul Haq MML.

Memontum Lumajang  – Bupati Lumajang H Thoriqul Haq MML, mengaku bersyukur bisa menyaksikan adat istiadat masyarakat Suku Tengger yang hingga kini tetap dilestarikan. Hal itu disampaikan saat menghadiri Yadnya Karo atau Hari Raya Karo 1942 Saka di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Minggu (06/09/2020).

“Saya bahagia dan bersyukur karena bisa menyaksikan kegiatan Hari Raya Karo sekaligus adat istiadat masyarakat tengger,” terangnya.

Kedatangan Cak Thoriq sapaan akrab orang nomor satu di Pemkab Lumajang itu langsung disambut alunan musik baleganjur masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut Cak Thoriq berpesan agar budaya dan warisan leluhur tetap dijaga oleh generasi muda suku Tengger di Argosari.

Ia meyakini apabila budaya masyarakat tengger tetap terjaga, Argosari akan selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal dan masyarakat luar Kabupaten Lumajang. Mereka tidak hanya datang menyaksikan keindahan Argosari, tetapi juga menyaksikan kearifan budaya Suku Tengger di Argosari.

“Kalau adat istiadat seperti ini terus kita jaga saya yakin masyarakat luar akan datang ke Argosari sehingga perekonomian masyarakat disini juga akan ikut meningkat dan semakin maju,” ungkap Cak Thoriq.

Yadnya Karo tiap tahunnya diadakan pada sasi kapindho atau bulan kedua tahun saka. Berbagai sesajen hasil bumi dipersiapkan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan.

Dalam kesempatan itu, dukun adat memakaikan udeng dan sarung tanda penghormatan masyarakat adat Tengger kepada Bupati Lumajang. (adi/syn)

 

Lanjutkan Membaca

Lumajang

Blusukan Ala Bupati Lumajang, Bersama Istri Turun ke Sawah Menyapa Masyarakat

Diterbitkan

||

oleh

BLUSUKAN: Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama isteri blusukan ke sawah menyapa petani sambil mendengarkan keluh kesah petani

Memontum Lumajang – Guna memastikan hasil produksi pertanian yang baik, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq didampingi istri, Ny Musfarinah Thoriq blusukan meninjau lahan pertanian masyarakat yang ada di area persawahan di wilayah Kecamatan Lumajang dan Kecamatan Tekung, Sabtu (5/9/2020) pagi.

Cak Thoriq panggilan Bupati, didampingi istri berkeliling di sekitaran area persawahan dengan mengendarai motor. Saat berhenti di beberapa titik ia gunakan momen tersebut untuk menyapa atau jagongan sejenak dengan para petani yang sedang melakukan aktivitas panen.

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut ia juga melakukan dialog dengan para petani. Bahkan, beberapa petani yang tampak sibuk di ladang terlihat sangat senang saat Cak Thoriq turun ke sawah untuk berdialog langsung bersama petani.

Bupati mengatakan, hal itu salah satu alasan dirinya ingin terjun langsung ke lapangan, supaya hubungan silaturrahmi bersama masyarakat dapat terjalin dengan baik. Ketika dirinya berkomunikasi secara langsung maka harapannya dapat mengetahui persoalan-persoalan yang ada di masyarakat.

Bupati bersama istri juga menyempatkan untuk membantu petani yang sedang melakukan panen. Sembari ia berharap semoga hasil pertanian di Kabupaten Lumajang memiliki kualitas yang baik. “Salah satu prioritas Kabupaten Lumajang yakni disektor pertanian, mengingat Kabupaten Lumajang memiliki potensi produksi pertanian yang luar biasa,” ungkapnya. (adi/syn)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Pengumuman Pendaftaran KPU Banyuwangi
Advertisement Iklan KPU Kabupaten Trenggalek
Advertisement Tahapan Pilkada KPUBanyuwangi
Advertisement Iklan ucapan HUT RI Pemkot Probolinggo
Advertisement Iklan KPU Banyuwangi
Advertisement Iklan BNN Kota Malang
Advertisement Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri polinema
Advertisement Terkunci Pandemi Corona
Advertisement

Terpopuler