Connect with us

Mojokerto

Sinergi Babinsa Koramil 0815/11 Pungging Bersama Tiga Pilar Ikuti Musyawarah Masyarakat Desa

Diterbitkan

||

Di hadapan masyarakat yang hadir, nara sumber dari puskesmas menyampaikan paparannya

Memontum Mojokerto Untuk mendukung program pembangunan khususnya di bidang kesehatan, Babinsa Bangun Koramil 0815/11 Pungging Kodim 0815 Mojokerto Sertu Adi Kusuma Wardana bersama Kepala Desa HM Ikhsan dan Bhabinkamtibmas turut hadir dalam Musyawarah Mufakat Desa (MMD), Rabu (29/11).

Kegiatan MMD yang berlangsung di Balai Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, yang diselenggarakan UPT Puskesmas Watukenongo dihadiri sekitar 30 orang, antara lain Kepala UPT Puskesmas Watukenongo dr. H. Tomy Sitompul, serta peserta MMD dari Ibu-Ibu PKK Desa Bangun.

Dalam pengantarnya, Kades Bangun HM Ikhsan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala UPT Puskesmas Watukenongo yang telah hadir dalam acara Musyawarah Mufakat Desa (MMD). “Semoga pada kesempatan ini dicapai kata mufakat serta kepada perwakilan warga yang mengikuti MMD,  agar mencermati materi yang disampaikan oleh narasumber,” harap Kades.

Masyarakat menghadiri musyawarah masyarakat desa di balai desa setempat

Masyarakat menghadiri musyawarah masyarakat desa di balai desa setempat

Sementara, Kepala UPT Puskesmas Watukenongo, dr. H. Tomy Sitompul, mengungkapkan, hasil pemeriksaan/survey yang dilaksanakan di Desa Bangun oleh Bidan Desa dan Puskesmas, terkait kebersihan dan kesehatan secara umum hasilnya baik, walaupun masih terdapat beberapa kendala di lapangan. “Melalui musyawarah ini semua kendala akan kita bahas dan dicarikan solusinya, sehingga ke depan diharapkan warga Desa Bangun semakin sehat,” terangnya.

Berikutnya paparan hasil survey oleh Lindha Mandhasari, Bidan Puskesmas Watukenongo, yang menjelaskan tentang kesehatan lingkungan, diantaranya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), di mana masyarakat harus membudayakan hidup bersih karena kesehatan itu mahal. Warga diminta memperhatikan 5 pilar yaitu Jangan BAB sembarangan, cucilah tangan pakai sabun, olah dulu air minum seperti merebus, ayo pilah sampah. “Olah air limbah dari air dapur dan cucian kita,” katanya.

Ditambahkannya,  tentang Metode Community-Led Total Sanitation (CLTS) sebagai metode dalam program STBM. “Metode ini dilakukan untuk program sanitasi yang paling cepat dan berkelanjutan dalam mengubah perilaku hygiene masyarakat, khususnya untuk perilaku BAB sembarangan,” jelasnya.

Menurutnya lagi, tahapan dalam pelaksanaan CLTS meliputi perkenalan dan penyampaian tujuan,  Bina suasana, Analisa (Prinsip dan Pemicuan), tindak lanjut dan Monitoring.

“Agar masyarakat lebih waspada terlebih di musim penghujan, apabila sakit demam 3 hari 3 malam tidak turun agar segera dibawa ke Puskesmas sehingga bisa teratasi,” ujarnya.

Acara dilanjutkan musyawarah, dengan hasil, antara lain bagi masyarakat yang belum memiliki jamban akan dibantu oleh desa untuk membuat sarana prasarana utamanya 4 KK yang berada di Dusun Kalitengah dan Dusun Ploso, bagi masyarakat yang memiliki hewan ternak (kandang sapi, kambing dan bebek akan ditinjau oleh Puskesmas dan diberi penyuluhan untuk mengumpulkan tempat hewan ternak di suatu lokasi agar tidak mengganggu kesehatan lingkungan masyarakat. (gan/ono)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *