Connect with us

Hukum & Kriminal

Polrestabes Surabaya Tangkap Pembunuh Bangkit UMC Batu – Surabaya

Diterbitkan

||

Polrestabes Surabaya Tangkap Pembunuh Bangkit UMC Batu - Surabaya
TERUNGKAP : AKBP Leonardus Simarmata tunjukkan sejumlah foto korban dan barang bukti. (ist)

Memontum Malang – Unit Jatanras Polrestabes Surabaya berhasil meringkus 4 tersangka yang terlibat pembunuhan terhadap Bangkit (32) trainee UMC (United Motors Center) Suzuki Dealer Surabaya atau karyawan UMC Suzuki Batu yang mayatnya dibuang dan ditemukan di Cangar, Batu, Rabu (16/10/2019) siang.

“Total ada 6 orang. Dua masih DPO. Ada alat bukti yang kami jadikan referensi dan kami gunakan untuk menangkap para tersangka. Ada video saat korban dipaksa masuk mobil, ” ungkap Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata, SSos, SIK, MH dalam rilis pers Jumat (18/10/2019) siang.

Dari 6 pelaku, 1 tersangka adalah wanita yang tak lain adalah mantan pacar korban. Tersangka berinisial RRN itu tidak turut memukuli dan ikut membuang korban, namun turut memberitahukan keberadaan korban serta mendorong korban masuk mobil Ertiga.

Para tersangka yaitu Bambang Irawan (27) dan RRN (32) pasutri warga Perum Magersari Sidoarjo, Kresna Bayu Firmansyah (22) warga Nyamplungan, Semampir Surabaya, M Rizaldy Firmansyah (19) warga Jalan Dinoyo Surabaya. Dua pelaku lain dalam pengejaran (DPO), berinisial ARP (27) warga Sidoarjo dan MIR (20) warga Lamongan.

Wakapolrestabes, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata, SSos, SIK, MH, mengungkapkan pula latar belakang pembunuhan, kronologis dan peran masing-masing pelaku. Adapun kaitan korban dengan pelaku yakni salah satu tersangka merupakan mantan pacar korban. Tersangka atau mantan pacar Bangkit ini pernah menjadi korban penipuan.

“Ada tersangka yang pernah berpacaran dengan korban. Dalam perjalanan pisah. Perpisahan mengakibatkan sakit hati, tanggungan, cicilan, kartu kredit dll. Ada 2 hal yang pernah dialami dan kewajiban pembayaran ditanggung tersangka, contoh pembelian kendaraan,” urai Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata, SSos, SIK, MH.

“Pelaku sakit hati, lalu berhubungan dengan pelaku lain. Suaminya tahu jika masih ada kewajiban pembayaran dan minta kalau tahu posisi korban, ia diberitahu, lalu Senin diketahui posisi korban. Suaminya datang sore dan dipaksa masuk mobil bersama 3 teman lainnya, ” tambah mantan Kapolres Batu.

Aksi penjemputan paksa 4 pelaku terjadi Senin (14/10/2019) sore saat RRN mengetahui keberadaan Bangkit di kantor UMC Surabaya. Ia lalu memberitahu Bambang, sang suami. Senin sore, seorang pemuda turut masuk dalam mobil sehingga pelaku bertambah menjadi 5 orang.

Lima pelaku, termasuk tersangka Bambang, Bayu dan Rizaldy turut serta dalam pengeroyokan terhadap korban Bangkit selama dalam mobil Suzuki Ertiga W 1805 VB. Dalam perjalanan, Bangkit sempat berusaha kabur hingga terjadi tabrakan dengan mobil Honda Brio.

Senin (14/10/2019) malam adalah akhir hidup korban Bangkit. Pukul 21.00, ia dipaksa turun di atas jembatan Sungai Sungai Watu Ondo tepatnya di Jembatan Cangar, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Batu.

BACA : Mayat di Sungai Cangar – Pacet Gegerkan Warga

Korban dibenturkan kepalanya ke besi jembatan dan didorong hidup-hidup ke jurang sungai. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami penyidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang terlibat lainnya.

“Sempat korban lompat di traffic light, diteriaki maling dan kembali dimasukkan ke mobil lagi. Mobil sempat berputar-putar dulu sebelum ke Cangar Batu. Korban didorong pelaku, suami membenturkan kepala korban dan mendorong korban jatuh dari ketinggian 50 m. Korban ditemukan Selasa dan istri juga lapor Selasa,” terang Leonardus kepada awak media. (sos)

 

Kronologis Pembuangan Mayat Bangkit di Cangar Batu

 

Pada kurun 2015 – 2017, tersangka RRN pacaran dengan korban Bangkit.

Pada Tahun 2016 : Bangkit membeli Honda Yaris atas nama RRN, namun pembayaran dikenakan terhadap RRN. Mobil digunakan di Sumenep dan RRN dikejar-kejar debt collector atas pembelian itu.

Pada Juli 2017 : Bangkit menghilang dan tidak bekerja di dealer Toyota Jalan Ahmad Yani. RRN kebingungan atas pembayaran mobil.

September 2017 : RRN bersama Bambang (pacar), mendatangi rumah Bangkit di Sumenep tapi malah tidak ada solusi dan diusir.

Desember 2017 : Bambang menikahi RRN. Bambang mengetahui RRN masih membayar hutang pembelian mobil. Ia emosi dan ingin tahu keberadaan Bangkit.

Senin 14 Oktober 2019 : RRN memberitahu Bambang bahwa Bangkit berada di kantornya. Pukul 13.00, RRN mengetahui korban yang sedang melaksanakan training di Dealer Suzuki UMC JI. Ahmad Yani no. 40 44 Surabaya.

Senin (14/10/2019) pukul 16.00 : RRN ngobrol dengan Bangkit untuk mengulur waktu kedatangan Bambang. Bangkit sempat pamit namun dihalangi RRN.

Senin (14/10/2019) pukul 16.30 : Bambang sempat cek cok mulut dan korban tidak mau masuk mobil Ertiga. Bambang tidak sendirian, ia bersama 3 temannya. Bangkit dipaksa masuk mobil.

Sekitar pukul 16.40 : Dalam perjalanan, Bangkit berontak dan berusaha kabur sehingga terjadi kecelakaan. Mobil Ertiga menabrak Honda Brio.

Sekitar pukul 16.50 : Mobil Ertiga berusaha balik ke UMC Surabaya untuk membereskan masalah kecelakaan, namun RRN telah pulang.

Sekitar pukul 17.00 : Masalah tabrakan selesai. Pelaku lain masuk. Bambang dan teman-temannya mengikat tangan korban. Didalam, korban dipukuli berulang kali.

Pukul 17.00 lebih : Mobil Ertiga menuju Malang dan mengarah ke Cangar.

Pukul 21.00 : Sampai di Sungai Watu Ondo tepatnya di Jembatan Cangar, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Batu.

Pukul 21.00 lebih : Korban ditarik dari mobil secara paksa. Seorang pelaku menendang kaki korban. Bambang membenturkan kepala korban ke besi jembatan.

Pukul 21.00 lebih : Korban didorong Bambang dalam keadaan hidup saat jatuh ke bawah sungai. Dari pengakuan tersangka, kepastian korban masih hidup karena ada jeritan suara korban.

Rabu (16/10/2019) pagi : Jenazah Bangkit ditemukan warga dan dievakuasi. Pihak kepolisian, Polres Batu memastikan korban adalah korban pembunuhan. Terjadi komunikasi sinergi antara Polres Batu, Kabupaten Malang dan Surabaya.

Rabu (16/10/2019) sore : Identitas korban bangkit diketahui ber-KTP sebagai warga Jalan Asrikaton No. 114 RT10/RW 002 Asrikaton, Kecamatan Pakis Malang.

Rabu (16/10/2019) malam : Tidak kunjung pulang ke Pakis. Mei, istri Bangkit melaporkan adanya penculikan sang suami.

Senin, Kamis, Jumat (18/10/2019) : Unit Jatanras Polrestabes Surabaya meringkus 4 Pelaku dan menyita sejumlah barang bukti.

BACA JUGA : Mayat di Cangar-Pacet, Polres Batu Ungkap Identitas, Tangan Terikat, Diduga Pembunuhan

 

Hukum & Kriminal

Otak Bejat, Nekat Curi Motor Milik Paman Sendiri

Diterbitkan

||

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard Sinambela menunjukan barang bukti yang diamankan dari pelaku
Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard Sinambela menunjukan barang bukti yang diamankan dari pelaku

Memontum Kota Blitar – Supriadi alias Suprek akibat perbuatannya harus mendekam di sel tahanan Polres Blitar Kota. Pasalnya warga Jalan Cempaka Kota Blitar ini harus mempertanggung jawabkan perbuatanya karena nekat mencuri motor pamanya sendiri Kamari (54).

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, kejadian pencurian ini terjadi, Rabu (4/12/2019) pagi lalu. Supriadi mengambil motor Yamaha Mio J Nopol AG 5801 MK milik Kamari yang sedang diparkir di halaman rumah di Bungur Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Kasus ini terjadi di wilayah Polsek Sukorejo. Begitu korban menyadari menjadi korban kejahatan, korban langsung melapor ke Polsek Sukorejo,” kata AKBP Leonard Sinambela saat pres rilis di Mapolres Blitar Kota, Jumat (6/12/2019).

Lebih lanjut Leonard menyampaikan, usai mendapat laporan, petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan mengarah ke Supriadi sebagai pelaku pencurian.

“Petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku”, tandas Kapolres Blitar Kota.

Kapolres Blitar Kota menambahkan, pelaku berhasil dibekuk, Rabu (4/12/2019) malam. Supriadi diamankan di Perum Griya Tanjungsari, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, di rumah seorang teman wanitanya.

“Pelaku ditangkap kurang dari 1 x 24 jam setelah mencuri,” terangnya.

Saat diamankan pelaku diketahui merupakan keponakan dari istri korban. Pengakuan Supriadi, ia nekat mencuri karena butuh uang cepat, setelah mencuri Supriadi pun langsung menggadaikan motor hasil curian itu ke orang lain.

“Selain pelaku, barang bukti sepeda motor juga telah kami amankan. Sekarang kasusnya masih kami kembangkan,” pungkasnya. (fjr/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Polres Bondowoso Operasi BBM Bersubsidi

Diterbitkan

||

Jurigen yang digunakan untuk isi BBM bersubsidi diamankan Polsek Tapen (sam)

Memontum Bondowoso – Polres Bondowoso hingga Polsek-polsek terus memerangi para tengkulak BBM Premium. Kali ini yang melakukan penertiban adalah Mapolsek Tapen. Ketegasan yang dilakukan Polsek, untuk memberikan efek jera.

Tengkulak BBM bersubsidi yang meresahkan masyarakat, biasanya beroperasi pada malam hari, dengan modus memindahkan BBM dari kendaraan modifikasi ke jerigen plastik yang dilarang oleh pemerintah, karena membahayakan.

Operasi tersebut dipimpin oleh Kapolsek Tapen, AKP Karsiyanto, SH. Karsiyanto langsung melakukan penangkapan dan penyitaan puluhan drum yang digunakan untuk mengisi BBM Di SPBU Tapen Bondowoso.

Karsiyanto dikonfirmasi melalui anggota Bhabinkantibmas Desa Jurang Sapi, Bripka Hefry Ardiyansyah dan Bripka Andi Wiyanto menjelaskan, Polisi mendapat keluhan dari masyarakat akibat BBM bersubsidi diborong oleh para tengkulak.

“Berdasarkan keluhan masyarakat tersebut, kami turun ke TKP. Ternyata informasi benar. Agar operasi tidak bocor dan sukses, kami bersama Tim menyusun strategi sebelum melakukan eksekusi”, kata Hefry.

Dalam operasi tersebut, lanjutnya, kami mengamankan sejumlah drigen yang dibuat untuk mengisi BBM bersubsidi. Kalau dibiarkan cara seperti itu membahayakan masyarakat sekitar. Mereka diperintahkan membuat pernyataan bersama, tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Karsiyanto berharap, dengan dilakukan operasi ini, para tengkulak BBM bersubsidi melakukan perbuatannya lagi. Kalau masih bandel, maka kami akan melakukan tindakan sesuai peraturan. (sam/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Jember Diterjang Puting Beliung dan Hujan Deras, Seorang Warga Ledokombo Tewas Tertimpa Rumah Ambruk

Diterbitkan

||

Bencana alam angin puting beliung menewaskan seorang warga di Desa / Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. (Kj1)
Bencana alam angin puting beliung menewaskan seorang warga di Desa / Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. (Kj1)

Memontum Jember – Bencana alam angin puting beliung yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Kamis (5/12/2019) malam, mengakibatkan kerusakan pemukiman dan merenggut nyawa seorang warga di Desa/Kecamatan Ledokombo, Korban tewas dikarenakan tertimpa reruntuhan material atap rumah yang ambruk tersapu angin.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Heru Widagdo, membenarkan informasi tersebut, korban atas nama Saniya meninggal akibat tertimpa material bangunan yang roboh diterjang angin puting beliung.

“Korban mengalami patah di rahang mulut bawah dan luka robek di leher sedalam 8 centimeter, saat kejadian korban sedang berada didalam dapur, saat ini kami berduka karena ada warga yang menjadi korban, warga yang mengetahui kejadian langsung mengangkat jenazah dan dimakamkan malam itu juga,” ungkapnya saat dikonfirmasi di kantornya, Jum’at (6/12/2019)

Dia menerangkan, tidak menyangka jika hujan deras yang turun disertai angin puting beliung susulan itu menyebabkan banyak rumah rusak setelah angin menyapu permukiman warga. Bahkan menimbulkan korban jiwa.

“Material bangunannya Ibu Saniya keropos, ambruk menimpanya yang saat itu sedang berada di dalam dapur,” imbuhnya.

Menurut Heru Widagdo, pihak BPBD Jember sudah turun ke lokasi bencana. Serta menemui keluarga korban untuk memberikan motivasi dan bantuan. Dalam kesempatan itu juga, pihaknya meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan menjelang musim hujan, hal tersebut untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami berharap kalau hujan dan angin kencang, masyarakat lebih waspada dengan segala kemungkinan,” pungkasnya. (kj1/yud/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler